Total Tayangan Halaman

Rabu, 13 Maret 2013

Bagaimana Menangkal/Mengobati Santet?


Bagaimana Menangkal/Mengobati Santet?
Beberapa waktu yang lalu, di Jawa Timur kembali merebak kasus penuduhan dukun santet, yang mengingatkan kita pada peristiwa penganiayaan/pembunuhan tersangka dukun santet di Banyuwangi periode 98-an.
Santet memang masih kontroversial. Banyak masyarakat yang mempercayainya, tapi tidak sedikit pula yang menganggapnya hal klenik yang tak masuk akal. Kita sampai pada pertanyaan menarik : apakah santet masuk akal?
Bagi Penulis, santet  masuk akal (rasional).  Menurut Penulis, mekanisme santet memenuhi teori dualisme cahaya/gelombang elektromagnetik.  Cahaya atau gelombang elektromagnetik memiliki sifat dualisme, sifat ganda, yakni sebagai partikel dan gelombang. Cahaya misalnya diemisikan dan diabsoprsi dalam bentuk kuanta atau foton. Foton adalah partikel jenis khusus yang tak bermassa dan selalu bergerak dengan kecepatan cahaya. Namun ketika partikel cahaya ini berpindah dan melalui ruang, cahaya tampak sebagai medan listrik dan medan magnetik bergetar yang menunjukkan perilaku gelombang. Sedangkan mekanisme transmisi santet bisa dianalogikan dengan mekanisme transmisi pada telekomunikasi: ada pengirim, pesan yang dikirim, media pengiriman dan penerima pesan. Pesan dari gelombang santet adalah destruktif.
Tapi untuk memahami mekanisme santet, kita masih membutuhkan satu teori lagi, yaitu teori tentang ruh (jiwa). Sayangnya teori tentang ruh yang dipahami oleh manusia masih sangat terbatas dan akan tetap menjadi suatu hal yang misterius sampai hari kiamat**. Tapi setidaknya kita akan mengambil teori dasar ruh yang dipahami umum oleh manusia, bahwa manusia itu terdiri dari jasad (badan) dan ruh, sebagai satu kesatuan yang saling mempengaruhi. Nah, santet itu pada hakikatnya adalah menyerang  ruang antara jasad dan ruh melalui suatu gelombang energi. Ruang antara jasad dan ruh yang terserang kiriman energi ini akan memberi efek pada jasad manusia. Sayangnya ilmu kedokteran konvensional kesulitan membuktikan adanya serangan santet, karena sudah berada di luar ranahnya.
Bagaimana menangkal atau mengobati santet?
Dengan memahami bahwa santet menyerang ranah antara jasad dan ruh, maka kita akan sangat mudah untuk memahami bagaimana cara penangkalan dan penyembuhannya. Ada dua macam cara penangkalan santet : (1) cara Mekanika Gelombang dan (2) cara Spiritual. Sedangkan cara spiritual itu sendiri masih bisa dibagi menjadi 2 macam lagi, yaitu Spiritual Humanis dan Spiritual Religius. Apa bedanya?
(1) Cara Mekanika Gelombang
Cara ini menangkal santet dengan menggunakan teori mekanika gelombang. Bahwa gelombang energi santet harus ditangkal dengan membuat gelombang energi yang bersifat destruktif atau menahan  gelombang santet yang datang tersebut. Penulis pernah mendengar sudah ada insinyur yang membuat alat penangkal santet. Penulis menduga bahwa penemu itu menggunakan teori mekanika gelombang ini. Yang menjadi layak untuk diacungi jempol adalah bagaimana insinyur tersebut meneliti karakteristik gelombang energi santet! Sebab di situlah terletak kunci untuk memahami penangkalannya.
(2) Cara Spiritual Humanis
Menangkal santet dengan cara ini menggunakan teori kejiwaan. Bahwa jiwa yang kuat mampu menahan gangguan eksternal. Meski kekuatan jiwa tidak bisa diukur namun ia mampu dilihat dari ketenangan jiwa, semakin tenang kejiwaan seseorang, semakin kuat kejiwaannya. Orang yang jiwanya kuat tidak bisa dipengaruhi oleh gangguan eksternal. Lantas bagaimana menguatkan kejiwaan seseorang? Kekuatan jiwa seseorang tidak bisa diperoleh begitu saja, ia diperoleh melalui proses yang panjang, yang dilatih dari sikap penghargaan terhadap hidup serta terhadap kehidupan sekelilingnya. Kekuatan spiritual ini relatif dekat bahkan sangat dekat dengan kekuatan spiritual religius. Semakin kuat religiusitas seseorang maka semakin kuat kejiwaannya.
(3) Cara Spiritual Religius
Cara ini sesuai dengan namanya memang bersadarkan prinsip religius. Bahwa jiwa/ruh itu dikuasai oleh Tuhan. Bahwa Tuhan maha mengetahui dan menguasai segala apa yang ada di semesta. Analogi sederhananya seperti ini. Jika Anda sedang berjalan dan diganggu oleh seekor anjing, apa yang akan Anda lakukan? Jika anda melawan anjing dengan mengambil batu atau pemukul, berarti anda memakai cara mekanika gelombang. Jika Anda malah berjongkok dihadapan anjing tersebut dan bersikap seolah-olah menggonggong anjing untuk menakut-nakutinya, berarti Anda memilih cara Spiritual Humanis. Tapi jika Anda memanggil pemilik anjing tersebut, agar ia menjinakan anjingnya, berarti Anda memilih cara spiritual religius. Dan memang cara ketiga inilah cara yang paling mudah dan sederhana, tapi yang paling ampuh!
*) Memang seharusnya disebut hukum konservasi energi, bukan kekekalan energi, sebab yang kekal hanyalah Sang Pencipta.
**) Dalam Kitab Suci umat Islam, disebutkan bahwa Allah berfirman : Tidaklah manusia diberi ilmu tentang ruh, kecuali sangat sedikit.

10 gangguan ketika solat


M.MUHRIKAIZI & M.LUKMANULHAKIM
10 gangguan ketika solat 

10 gangguan ketika melakukan solat adalah:
1) Berasa was-was ketika melakukan takbiratul ihram
Saat membaca takbiratul ihram, ‘Allahu Akbar’, seseorang akan berasa ragu-ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sah atau belum sah.
Sehingga dia mengulanginya sekali lagi dengan membaca takbir. Perasaan itu akan berterusan kadang-kadang sampai imam hampir rukuk.
Ibnu Qayyim berkata, “Termasuk tipu daya syaitan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwuduk) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam solat”. Was-was itu membuat mereka terseksa.
2) Tidak memberi tumpuan ketika membaca bacaan dalam solat.
Sahabat Rasulullah, Uthman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah.” Rasulullah menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan khinzib.
“Apabila kamu berasakan kehadirannya, ludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah. Aku pun melakukan hal itu dan Allah SWT gangguan itu dariku” (Hadis Riwayat Muslim).
3) Lupa jumlah rakaat yang dikerjakan
Abu Hurairah r.a berkata, “Sesungguhnya Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Jika seorang daripada kalian solat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggoda sampai mereka tidak tahu berapa rakaat yang dikerjakan. Apabila seorang daripada kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).
4) Hadirnya fikiran yang memalingkan tumpuan
Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Apabila dikumandangkan azan solat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan.
Apabila muazin selesai azan, ia kembali lagi dan jika iqamat dikumandangkan dia berlari. Apabila selesai iqamat, dia kembali lagi.
Ia akan selalu bersama orang yang solat seraya berkata kepadanya,’Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!’ Sehingga orang itu tidak tahu berapa rakaat ia solat.” (Hadis Riwayat Bukhari).
5) Tergesa-gesa menyelesaikan solat
Ibnu Qayyim berkata: “Sesungguhnya tergesa-gesa itu datang daripada syaitan, kerana tergesa-gesa adalah sifat gelabah yang menghalangi seseorang untuk berhati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya.
Tidak ada ketenangan atau thuma’ninah. Pada zaman Rasulullah ada orang solat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah memerintahkannya untuk mengulanginya kerana solat yang ia kerjakan belum sah.
Rasulullah bersabda kepadanya, “Apabila kamu solat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah daripada al-Quran yang mudah bagimu, lalu rukuklah sampai kamu benar-benar rukuk (thuma’ninah), lalu bangkitlah daripada rukuk sampai kamu tegak berdiri.
Kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma’ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).
6) Melakukan gerakan yang tidak perlu
Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat.
“Jangan bermain kerikil ketika solat kerana perbuatan itu berasal daripada syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah”. Orang itu bertanya, “Apa yang dilakukannya? “Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. “Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah s.a.w,” kata Ibnu Umar (Hadis Riwayat Tirmidzi).
7) Melihat ke kiri atau ke kanan ketika solat
Sedar atau tidak, jika seseorang itu melihat ke kiri atau ke kanan, itu akibat godaan syaitan yang menggoda. Kerana itu, selepas takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik iaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan dicuri syaitan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Aisyah beliau berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah hukum melihat ketika solat”. Rasulullah menjawab, “Itu adalah curian syaitan atas solat seorang hamba.” (Hadis Riwayat Bukhari).
Menguap dan mengantuk
Rasulullah bersabda bermaksud: “Menguap ketika solat itu daripada syaitan. Kerana itu, apabila kamu ingin menguap, tahanlah.” (Hadis Riwayat Thabrani).
Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda, “Ada pun menguap itu datangnya daripada syaitan, hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi boleh. Apabila ia berkata ‘ha…’ bererti syaitan tertawa dalam mulutnya” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).
9) Bersin berulang kali ketika solat
Syaitan ingin mengganggu kekhusyukan solat dengan bersin sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud, “Menguap dan bersin dalam solat itu daripada syaitan.” (Riwayat Thabrani).
Ibnu Mas’ud berkata, “Bersin yang tidak disenangi Allah adalah yang terjadi dalam solat sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah. Hal itu tidak lain kerana syaitan memang ingin mengganggu solat seseorang dengan pelbagai cara.”
10) Terasa ingin buang angin atau buang air
Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Apabila seorang daripada kalian bimbang apa yang dirasakan di perutnya apakah keluar sesuatu daripadanya atau tidak, janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya” (Hadis Riwayat Muslim).
Berbahagialah orang Muslim yang selama ini terbebas daripada pelbagai macam gangguan syaitan dalam solat mereka. Semoga kita semua dibebaskan Allah daripada gangguan berkenaan.
Bagi yang berasakan gangguan itu, sebahagian atau keseluruhannya, janganlah putus asa untuk berjihad melawan syaitan terkutuk.

Selasa, 12 Maret 2013

MINYAK NURSYIFA

MINYAK NURSYIFA
MINYAK NURSYIFA ADALAH MINYAK UNTUK MENGOBABATI SEGALA MACAM PENYAKIT NON MEDIS SEPERTI:
1).KENA SANTET
2).KENA SIHIR
3).GUNA-GUNA
4).KENA PELET
5).GENDAM/HIPNOTIS
6).GANGGUAN JIN DAN LAIN SEBAGAINYA
BAGI YANG BERMINAT SILAH KAN MENG HUBUNGI BAPAK M.MUHRIKAIZI HP:081907589345,EMAIL:MUHRIKAIZI@GMAIL.COM,CARA PEMBAYARANNYA SILAH KAN TRANFER KENOMER REKENING BANK BRI UNIT MANDALIKA 468701000822537 a/n m.muhrikaizi,
Setelah anda transfer silahkan anda kirim sms dengan format:nama,alamat,kode pos,tanggal tranfer,jumlah tranfer,kenomer hp: 081907589345,contoh,andi,dusun tandek,rt 03,desa labulia,kecamatan ,jonggat, loteng ,NTB KODE POS 83351,12 maret,2013,560.000
Mahar:500.000 tambah ongkos kirim untuk wilayah NTB :40.000 dan luar NTB:60.000

TASBIH AL-FATIHAH

TASBIH AL-FATIHAH
Dengan rahmat ALLOH SWT Kami dari majlis nursyifa membuat benda – benda bertuah untuk anda dan bisa dipakai sebagai pegangan ketika kita mengalami suatu masalah yang tidak kita inginkan,seperti,perampokan,dihadang musuh,dikerjain dukun hitam,diganggu makhluk halus,dan untuk melindungi rumah ,toko,kantor,kebun dari pencurian dan lain-lain,
TASBIH A-FATIHAH adalah benda keramat yang insya alloh berfungsi untuk
1.      Sebagai benteng pertahanan dari serangan musuh baik nyata maupun halus
2.      Terhindar dari santet,teluh,gendam,hipnotis,
3.      Pagar rumah,toko,kantor,kebun agar terhindar dari pencurian dan perampokan
4.      Bila lupa dibawa kekuatannya bisa dipanggil dari jarak jauh
5.      Bisa meminjam jurus silat yang dikehendaki
6.      Bisa meminjam ilmu kesaktian musuh apabila musuh menyerang dengan ilmu kesaktian
7.      Bila musuh menyerang musuh  akan terpental
8.      Dan masih banyak lagi faedahnya sesusai dengan niatkita
9.      BAGI YANG BERMINAT SILAH KAN MENG HUBUNGI BAPAK M.MUHRIKAIZI HP:081907589345,EMAIL:MUHRIKAIZI@GMAIL.COM,CARA PEMBAYARANNYA SILAH KAN TRANFER KENOMER REKENING BANK BRI UNIT MANDALIKA 468701000822537 a/n m.muhrikaizi,
10.  Setelah anda transfer silahkan anda kirimsms ke nomer  081907589345 dengan format : nama/ alamat lengkap,dan kodepos tempat anda  /jumlah tranfer  / tanggal tranfer  .contoh  :muhammad  /JAKARTA/24536  /  200.000  /17 OKTOBER 2012 

11.  Mahar:200.000 tambah ongkos kirim untuk wilayah NTB :40.000 dan luar NTB:60.000

TERAPI PENGOBATAN DAN PEMBANGKITAN TENAGA DALAM INTI KAROMAH



TERAPI PENGOBATAN DAN PEMBANGKITAN TENAGA DALAM INTI KAROMAH
MAJLIS NURSYIFA
ASSALAMUALAIKUM WR.WB
PEMBACA YANG TERHORMAT,KAMI DARI MAJLIS NURSYIFA MENERIMA  PENGOBATAN JARAK JAUH UNTUK BERBAGAI MACAM PENYAKIT MEDIS MAUPUN  NONMEDIS SEPERTI:
1).MENGOBATI PENCANDU ALKOHOL/MABUK/NARKOBA
2).MENGEMBALIKAN PASANGAN(SUAMI/ISTRI )YANG SELINGKUH
3).KENA SIHIR,GANGGUAN JIN,SANTET
4).DARAH TINGGI
5).PANAS DINGIN
6).ASMA/SESAK NAFAS
7).SAKIT KEPALA YANG SERING KAMBUH(KENA GANGGUAN MAKHLUK HALUS)
DAN KAMI JUGA MELAYANI PENGISIAN/PEMBANGKITAN TENAGA DALAM INTIKAROMAH JARAK JAUH YANG INSYA ALLOH BERFUNGSI UNTUK:
1).BENTENG PERTAHANAN DARI SERANGAN MUSUH BAIK NYATA MAUPUN GAIB
2).UNTUK MENGOBATI BERBAGAI MACAM PENYAKIT
3).UNTUK MELINDUNGI RUMAH,TOKO,KEBUN,KANTOR DARI PENCURIAN ATAUPUN PERAMPOKAN
4).ANTI SIHIR
5).ANTI PELET,GENDAM DAN HIPNOTIS DAN MASIH BANYAK LAGI KHASIATNYA SESUAI HAJAT KITA,
BAGI YANG BERMINAT SILAHKAN TELPON KE NOMER 081907589345
UNTUK BIAYA PENGOBATAN   500.000    DAN UNTUK MAHAR PEMBANGKITAN TENAGA DALAM INTI KAROMAH 300.000
PERMAKLUMAN……….
BIAYA PENGOBATAN 500.000 KARENA UNTUK PENYAKIT YANG BERAT PENGOBATANNYA BISA MENCAPAI SATU SAMPAI DUA MINGGU DAN CUKUP DENGAN BIAYA 500.000 ITU AJA,DAN CARA PENGGUNAAN TENAGA DALAM INTI KAROMAH AKAN DIJELASKAN NANTI SEWAKTU PEMBANGKITAN TENAGA DALAMNYA,SEMOGA DIMAKLUMI,BIAYA PENGOBATAN DAN MAHAR PEMBANGKITAN TENAGA DALAM INTI KAROMAH BISA DITRANFER KEREKENING BANK BRI UNIT MANDALIKA ,DENGAN NOMER REKENING 4687-01-000822-53-7 ATASNAMA :MUHAMMAD MUHRIKAIZI,DAN UNTUK INFORMASI LEBIH JELASNYA SILAHKAN MENGHUBUNGI BAPAK M.MUHRIKAIZI ,HP 081907589345,UTUK IMPORMASI SILAHKAN TELPON DARI PUKUL 19.00 – 22.00 WITA,UNTUK PERHATIANNYA KAMI MENGUCAPKAN:
JAZAKUMULLOHHUKHOIRON KASIIRO
WASSALAMUALAIKUM WAROH MATULLOHI WABAROKATUH
TERTANDA
PENGASUH MAJLIS NURSYIFA
MUHAMMAD MUHRIKAIZI

PROGRAM PEMBANGKITAN TENAGA DALAM INTI KAROMAH


PROGRAM PEMBANGKITAN TENAGA DALAM
INTI KAROMAH
ASSALAMUALAIKUM WR. WB.
PARA PEMBACA YANG DIRAHMATI ALLOH SWT,KALI INI KAMI MAJLIS NURSYIFA AKAN MENGADAKAN PROGRAM PEMBANGKITAN TENAGA DALAM INTI KAROMAH,LEWAT JARAK JAUH YANG INSYA ALLOH BERFUNGSI SEBAGAI BENTENG PERTAHANAN DARI SERANGAN MUSUH BAIK NYATA ATAUPUN GAIB,PAGAR BADAN ,PAGAR RUMAH ,TOKO,TAMBAK,KANTOR,KEBUN DAN LAIN-LAIN DARI HAL-HAL YANG TIDAK DI INGINKAN SEPERTI PENCURIAN ,PERAMPOKAN,ANTI SIHIR,SANTET,GENDAM DAN HIPNOTIS,BAGI YANG BERMINAT SILAHKAN MENGHUBUNGI BAPAK M.MUHRIKAIZI HP:  081907589345,HARAP TELPON JANGAN SMS BIAR LEBIH JELAS.
BAGI YANGBERMINAT SILAHKAN MENGIRIM MAHAR 300.000 KE NOMER REKENING BANK BRI UNIT MANDALIKA  4687-01-000822-53-7  ATAS NAMA MUHAMMAD MUHRIKAIZI,SETELAH ANDA TRANFER SILAHKAN ANDA SMSKAN NAMA BANK TEMPAT ANDA TRANFER,JUMLAH TRANFER DAN SILAHKAN TULIS JUGA NAMA ANDA,NAMA IBUKANDUNG, DAN MALAM HARINYA ANDA MENYIAPKAN SATU GELAS/SATU BOTOL AIR MINERAL ,SETELAH SEMUANYA SUDAH SIAP SILAHKAN ANDA TELPON KENOMER 081907589345,UNTUK PEMBANGKITAN TENAGA DALAM INTIKAROMAH,DAN USAHAKAN AGAR TELPONNYA MALAM HARI DARI PUKUL 20.00-22.00.MAHARNYA DIGUNAKAN UNTUK BIAYA KEPERLUAN RITUAL SAAT PEMBANGKITAN TENAGA DALAM INTIKAROMAHNYA DAN SEBAGIAN UNTUK BIAYA INTERNETNYA
CARA PENGGUNAANYA NANTI AKAN DIJELASKAN SEWAKTU PEMBANGKITAN TENAGA DALAMNYA,
DEMIKIAN SEKIRANYA PARA PEMBACA MENGERTI DAN MEMAHAMI SEMUA PENJELASAN YANG KAMI JABARKAN DISINI,WASSALAMUALAIKUM WR. WB.
TERTANDA
PENGASUH MAJLIS NURSYIFA

MUHAMMAD MUHRIKAIZI

PERMAKLUMAN
ASSALAMUALAIKUM WR.WB.
KEPADA PARA PEMBACA YANG TERHORMAT,MAKSUD DAN TUJUAN SAYA MENGADAKAN MAHAR DIDALAM MENGAMALKAN SEBUAH KEILMUAN ADALAH SEBAGAI TANDA RASA HORMAT SEORANG MURID KEPADA GURU,DAN PERLU DINGAT SEBUAH KEILMUAN ITU BUKAN UNTUK DIJUAL BELIKAN KARENA WALAUPUN EMAS SEBESAR GUNUNGPUN TIDAK AKAN MAMPU UNTUK MEMBELI SEBUAH KEILMUAN,KARENA TIDAK TERNILAI HARGANYA,SEKALI LAGI SAYA TEGASKAN MAHAR DISINI BUKAN UNTUK MENJUAL SEBUAH KEILMUAN ,AKAN TETAPI SEBAGAI TANDA RASA HORMAT MURID KEPADA GURU,BUKAN UNTUK MEMBELI ILMU GURU,KARENA DIDALAM PEMBERIAN SEBUAH KEILMUAN ITU ADA NAMANYA IJAB QOBUL,
IJAB: ARTINYA PEMBERIAN,PENGIJAZAHAN,ARAHAN,TUNTUNAN,
         PETUNJUK,YANG DIBERIKAN GURU KEPADA MURIDNYA.
QOBUL:ARTINYA
             MURID MENERIMA  SEMUA ARAHAN,PETUJUK,TUNTUNAN
             YANG DIBERIKAN GURU KEPADA MURIDNYA.
IJAB QOBOL DISINI BUKAN SEPERTI IAJAB QOBUL DALAM JUAL BELI(ADA UANG ADA BARANG),AKAN TETAPI IAJAB QOBUL DISINI ADALAH GURU MEMBERI IJAZAH DAN MURID MENERIMA DAN MENGHORMATI GURU DENGAN MEMBERIKAN MAHAR,SEBAGAI TANDA TERIMAKASIH KEPADA GURU YANG TELAH MEMBERIKAN IJAZAH SEBUAH KEILMUAN.
TERTANDA PENGASUH BLOG MAJLISNURSYIFA
MUHAMMAD MUHRIKAIZI

ILMU PALAK SAR''AYAH


ILMU PALAK SAR''AYAH
Sejarah & Perkembangan Ilmu Falak dalam Islam Islam

Sejak silam, kajian ilmu falak banyak mendapat perhatian dari para peneliti dan sejarawan. Regis Morlan (seorang orientalis Prancis, peneliti sejarah ilmu falak klasik) mengemukakan beberapa faktor: (1) banyaknya ulama yang berkecimpung di bidang ini sepanjang sejarah, (2) banyaknya karya-karya yang dihasilkan, (3) banyaknya observatorium astronomi yang berdiri sebagai akses dari banyaknya astronom serta karya-karya mereka, (4) banyaknya data observasi (pengamatan alami) yang terdokumentasikan. Sementara itu Prof. Dr. Muhammad Ahmad Sulaiman (guru besar ilmu falak di Institut Nasional Penelitian Astronomi dan Geofisika, Helwan - Mesir) mengatakan “astronomi adalah miniatur terhadap majunya peradaban sebuah bangsa”.
Dalam perjalanan mulanya, peradaban India, Persia dan Yunani adalah peradaban yang punya kedudukan istimewa. Dari tiga peradaban inilah secara khusus muncul dan lahirnya peradaban falak Arab (Islam), disamping peradaban lainnya. Peradaban India adalah yang terkuat dalam pengaruhnya terhadap Islam (Arab). Buku astronomi ‘Sindhind’ punya pengaruh besar dalam perkembangan astronomi Arab (Islam), dengan puncaknya pada dinasti Abbasiah masa pemerintahan Al-Manshur, buku ini diringkas dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Ibrahim al-Fazzârî adalah orang yang mendapat amanah untuk mengerjakan proyek ini, sekaligus juga ia melahirkan buku penjelas yang berjudul “as-Sind Hind al-Kabîr”.
Peradaban Persia memberi pengaruh signifikan dalam peradaban ilmu falak Islam, ditemukan cukup banyak istilah-istilah falak Persia yang terus dipakai dalam Islam hingga saat ini, seperti zij (epemiris) dan auj (aphelion). Buku astronomi berbahasa Persia yang banyak mendapat perhatian Arab (Islam) adalah 'Zij Syah' atau ‘Zij Syahryaran’ yang merupakan ephemiris (zij) yang masyhur di zamannya.
Sementara dari peradaban Yunani puncaknya dimotori oleh Cladius Ptolemaus (w. ± 160 M) yang dikenal dengan sistem "geosentris"nya. Gagasan astronomi Ptolemaus terekam dalam maha karyanya yang berjudul ‘Almagest’ atau ‘Tata Agung’ yang menjadi buku pedoman astronomi hingga berabad-abad sebelum runtuh oleh teori tata surya Ibn Syathir (w. 777 H) dan Copernicus.

Peran Ilmu Falak dalam Islam
Dalam penggunaan praktis, ilmu falak merupakan ilmu yang mempelajari tata lintas pergerakan bulan dan matahari dalam orbitnya secara sistematis dan ilmiah demi kepentingan manusia. Ibn Khaldun (w. 808 H) dalam “Muqaddimah”nya mendefinisikan ilmu ini sebagai ilmu yang membahas tentang pergerakan bintang-bintang (planet-planet) yang tetap, bergerak dan gumpalan-gumpalan awan yang berhamburan. Makna yang hampir sama juga dikemukakan al-Khawarizmi (w. 387 H) dalam ‘Mafatih al-‘Ulmu’nya.
Ilmu falak sebagai ilmu yang mempelajari benda-benda angkasa selalu dibutuhkan oleh manusia. Dari penelaahan berbagai benda-benda angkasa ini manusia dapat mengetahui dan memanfaatkan banyak hal. Ilmu ini selalu ada dan dibutuhkan dalam kehidupan manusia dan selalu dibicarakan orang disetiap waktu dan zaman. Hal demikian mengingat betapa penting dan menariknya ilmu ini. Mengamati langit, yang merupakan kegiatan utama ilmu falak adalah aktifitas pengamatan benda-benda angkasa alamiah ciptaan Allah Swt yang selalu berubah dan bergerak serta menawarkan berbagai tantangan bagi para pengamatnya. Dahulu, dan hingga kini, langit atau angkasa merupakan obyek wisata yang menarik dan banyak digemari manusia.
Obyek pembahasan utama ilmu falak syar'i dalam Islam adalah fenomena bulan dan matahari. Fenomena alamiah dari dua benda angkasa ini menjadi wasilah kebolehan dan batas waktu ibadah seorang muslim seperti batas waktu salat, puasa dan kiblat yang diperkuat oleh berbagai nash al-Qur’an dan as-Sunnah. Pembahasan falak syar’î secara garis besar meliputi empat hal: (1) penetapan awal-awal bulan kamariah, (2) penetapan waktu-waktu salat, (3) penentuan arah dan bayang kiblat, dan (4) penentuan terjadinya gerhana (baik gerhana matahari maupun gerhana bulan).

(1) Penentuan Awal Bulan (Kalender)
Menentukan awal bulan, khususnya menetapkan puasa & hari raya, dalam Islam adalah berdasarkan sistem bulan (qamarî) yaitu peredaran bulan mengelilingi bumi dalam porosnya yang dalam aplikasi bulanannya ditetapkan dengan berganti-ganti antara 30 dan 29 hari. Hal ini diperkuat dengan sabda Nabi Saw; “… as syahru hakadzâ wa hakadzâ wa hakadzâ” (… bulan itu adakalanya begini dan begini (adakalanya 30 hari dan adakalanya 29 hari) [HR. Muslim]. Khusus dalam menetapkan awal puasa dan hari raya, Rasulullah Saw menyatakan untuk melihat hilal (rukyat). Nabi Saw menegaskan: “shumû liru’yatihi wa afthirû liru’yatihi…” (puasalah kamu karena melihat hilal, dan berbuka (berhari raya) lah karena melihat hilal) [HR. Muslim]. Dengan berbagai data, fakta dan perdebatan, perintah melihat yang disabdakan baginda Nabi Saw ini berganti dan dapat difahami dengan melihat secara rasional (hisab). Melalui pemahaman yang baik terhadap pergerakan fenomena bulan dan matahari, hadis-hadis tersebut terfahami dan teraplikasikan secara teoritis matematis tanpa perlu rukyat secara faktual (ru’yah bashariyah), namun perdebatan dalam masalah ini senantiasa ramai dibicarakan di Indonesia maupun di negara-negara muslim lainnya.
(2) Menentukan Waktu-Waktu Salat
Penentuan waktu salat dalam Islam ditetapkan berdasarkan fenomena alamiah matahari, seperti terangkum dalam makna ayat “aqimish shalah liduluk as syams…” (dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir…) [QS. Al-Isra’ : 78], serta sabda panjang Nabi Saw terkait teknis pelaksanaan waktu salat fardu yang lima yang dikaitkan dengan fenomena matahari (HR. Muslim) Rumitnya, baik nash al-Qur’an maupun al-Hadits tidak memuat rincian pasti tentang penentuan waktu-waktu tersebut, yang pasti hanyalah “kitâban mawqûta” (waktu yang sudah ditentukan), tidak ada kepastian tata cara yang akan digunakan. Namun demikian ilmu falak mampu menyelesaikan ‘ketidak rincian nash’ tersebut melalui berbagai pengamatan dan penelaahan teks dan konteks fenomena matahari. Dalam kenyataannya, secara umum masyarakat telah sepakat menerima data hisab penentuan kapan seorang muazin akan mengumandangkan azan atau kapan seorang muslim akan salat tanpa ada perdebatan berarti, meski berbagai persoalan tetap menyelip dalam data hisab waktu-waktu salat, seperti halnya dalam menetapkan awal waktu puasa dan hari raya.

(3) Menentukan Arah Kiblat
Menghadap kiblat adalah satu keharusan (syarat) dalam salat. Salat dinyatakan tidak sah jika tidak menghadap Kakbah, karena menghadapnya adalah kemestian untuk sah dan berkualitasnya salat seorang muslim. Al-Qur’an hanya menyatakan “wa min haytsu kharajta fa walli wajhaka syathral masjidil haram wa haytsu ma kuntum fa wallu wujuhaum syathrah” (Dan dari mana saja kamu berangkat, maka palingkanlah wajahmu kearah Masjidil Haram. Dan dari mana saja kamu berada, maka palingkanlah wajahmu kearahnya) [QS. Al-Baqarah (02): 150] tanpa ada penjelasan rinci tentang menghadap yang dimaksud. Dimaklumi, bagi penduduk Mekah dan sekitarnya, menghadap dan mengarah Kakbah dapat diusahakan meski secara alamiah dengan serta merta menghadap, dan ini masih dalam koridor ‘zhan’ yang dilegalkan. Berpaling kurang beberapa derajat dari bangunan Kakbah dapat ditolerir karena masih dalam teritorial kota Mekah. Namun bagaimana halnya jika berada jauh dari Kakbah atau kota Mekah, Indonesia misalnya? Serta merta atau asal menghadap tidaklah dibenarkan, meski dilandasi dengan ‘zhan’ namun tetap saja tidak realistis dan logis, karena ‘zhan’ dalam syariat akan selalu bersesuaian dengan realitas empirik (mashlahat-waqi’iyat). Dalam konteks Indonesia, berpaling beberapa derajat dari bangunan Kakbah akan berpaling jauh dari bangunan Kakbah bahkan kota Mekah. Ini tentunya tidak realistis, dan tidak bisa disebut 'zhan'. Untuk mengatasi hal ini, fikih an sich tidak memadai. Nah, ilmu falak berperan memersiskan atau setidak-tidaknya meminimalisir perpalingan arah yang begitu mencolok tersebut. Dan dalam penentuan arah kiblat inipun masyarakat dapat menerima tanpa perdebatan, seoarang mushallî (orang yang akan menunaikan shalat) merasa ithmi’nan (tenang) dengan arah sajadah yang terhampar di mushallâ atau mesjid tanpa ambil pusing tepat atau melesetkah arah sajadah tersebut. Padahal banyak mushallâ dan mesjid yang kadang serampangan menentukan arah kiblat. Ilmu falak lagi-lagi berperan dalam menetapkan arah kiblat ini.

(4) Menentukan terjadinya Gerhana
Gerhana matahari maupun gerhana bulan adalah fenomena alamiah ‘luar biasa’ yang dapat disaksikan dengan mata, meski jarang dan tidak semua orang dapat menyaksikan dan tidak disemua tempat dapat disaksikan. Salat gerhana dalam fikih Islam adalah ibadah anjuran yang sangat dianjurkan (sunnah mu’akadah). Namun, kapan salat itu dilakukan ? fenomena alamiah ini jarang terjadi, pula tidak banyak manusia yang perhatian terhadap fenomena ini, hingga terkadang ia dilupakan atau terlupakan. Namun ilmu falak selalu dan senantiasa dapat mengingatkan dan mendeteksi fenomena ini, kapan dan dimana peristiwa alamiah ini akan terjadi. Dengan demikian dari peranan ilmu falak ini seorang muslim dapat menunaikan anjuran yang sangat dianjurkan tersebut dengan yakin dan nyaman.
Dari uraian diatas jelas bahwa peranan ilmu falak sangatlah nyata dan signifikan. Artikel ini hanyalah ‘pengantar’, paling tidak pengantar bahwa ilmu falak itu berguna dan berperan dalam ibadah utama umat Islam. Betapapun lihai dan piawainya seorang muslim memahami teks nash-nash al-Qur’an dan as-Sunnah, namun jika tidak memahami konteks (aplikasi) nash tersebut, nash-nash tersebut tetaplah ‘tidak tanggap’. Karena itu “fikih tidak sempurna tanpa peranan ilmu falak”. Wallahu a’lam.