Total Tayangan Halaman

Selasa, 05 Januari 2016

Cara Membuat Bootable Flashdisk Windows 8, 7, XP, and LINUX Menggunakan YUMI

Dikutip dari situs pengembangnya, YUMI (Your Universal Multiboot Integrator  = Multiboot Universal Integrator Anda), adalah penerus dari MultiBootISOs buatan mereka. YUMI ini dapat digunakan untuk membuat Multiboot USB Flash Drive yang berisi beberapa sistem operasi, utilitas antivirus, kloning disk, alat diagnostik, dan banyak lagi. Berbeda dengan MultiBootISOs yang digunakan grub untuk boot file ISO langsung dari USB, YUMI menggunakan syslinux untuk boot distribusi yang diekstrak dan tersimpan pada perangkat USB, dan jika perlu, beralih menggunakan grub untuk Boot Beberapa file ISO dari USB.
Demikian gambaran sekilas tentang YUMI. Selanjutnya, bagi Anda yang berusaha untuk membuat bootbale USB baik single atau multi, ini adalah salah satu metode yang bisa diandalkan.
Untuk membuat bootbale usb flash drive untuk windows xp, windows 7/8/10 atau linux dan lainnya, maka kita harus mempersiapkan hal-hal berikut:
1.    Flashdisk/UFD minimal 4 GB, lebih bagus 8 GB ke atas. Tergantung kapasitas sistem operasi yang akan kita buatkan bootable USB-nya.
2.    File ISO dari distribusi linux atau sistem operasi Windows. Untuk windows, kita bisa membuat dual botable USB antara Win XP digabung dengan Win7 atau 8 atau 10 (pilih salah satunya).
3.    Tool YUMI, yang belum memiliki YUMI terbaru bisa didownload pada link di bawah:
Setelah semua yang diperlukan telah kita persiapkan, langkah selanjutnya adalah mulai ke proses pembuatan multi bootable usb untuk windows xp dan windows 7/8/10 serta linux.
Penulis hanya akan memberikan gambaran pembuatan bootable untuk windows saja, karena untuk distribusi linux dan yang lainnya, selama masih support pada YUMI, langkah pengerjaannya adalah sama persis. Kita hanya perlu memiliki UFD, file ISO dan aplikasi YUMI. 
1.        Buka YUMI, tampilannya seperti gambar 1 pada point 2 di bawah.
2.        Anda akan dihadapkan pada dua menu, “Agree” dan “Cancel”. Tentu saja pilih “Agree”
Gambar 1- Tampilan YUMI

3.        Selanjutnya akan terbuka jendela baru, dengan beberapa pilihan menu.
Yang pertama harus kita lakukan adalah menentukan letak flashdisk yang akan dijadikan bootable usb. Jangan sampai salah pilih. Perhatikan path ataupun drive dari flashdisk. 
Gambar 2 - Menentukan UFD yang akan diformat YUMI

4.        Langkah selanjutnya, ceklis “Format X: Drive (Erase Content)?”
Pilihan format ini adalah untuk UFD yang baru pertama kali akan dibuatkan bootbale USB. Untuk menambahkan windows atau distribusi linux atau lainnya pada langkah selanjutnya, maka pilihan ini tidak perlu diceklis.
Gambar 3 - Ceklis Pilihan Format
5.        Langkah selanjutnya adalah memilih sistem operasi windows xp atau win 7/8/10, distribusi linux, antivirus atau lainnya.
Gambar 4 - Menentukan pilihan sistem operasi windows atau distribusi linux yang akan dibuatkan bootbale usb
6.        Kemudian kita browse uhtuk mencari file IOS dari sistem operasi windows yang akan kita buatkan bootable usb.
Gambar 5 - Selanjutnya Browse atau mencari file ISO Windows yang akan dibutakan Bootabel USB
7.        Setelah file ISO ditermukan, klik OK, akan terbuka jendela baru dengan pilihan menu “Create” dan “Cancel”. Maka kita klik “Create”.
Klik Create
8.        Selanjutnya akan muncul jendela lain dengan pilihan notifikasi “YES” dan “NO”. Kita pilih “YES”.
Gambar 7 - Pilih YES
9.        Pada tahapan selanjutnya, kita hanya perlu menunggu semua proses berjalan lancar sampai selesai.
10.    Setelah proses penyalinan file windows selesai, kita klik Next.
Gambar 8 - Setelah selesai klik Next
11.    Akan ada jendela munculan baru, apakah kita akan menambahkan file ISO lagi atau tidak. Untuk membuta multiboot usb, tentu kita pilih YES. Dan proses penyalinan file ISO sama dengan yang telah dipaparkan di atas. Kalau kita tidak ingin menambah lagi file IOS, maka kita tinggal klik saja NO.
Gambar 9 - Klik YES jika ingin menambahkan file ISO baru dan NO jika tidak
12.    Selesai

Cara instal windows 7 dengan flashdisk dengan winto flash





Bagi pengguna yang tidak memiliki DVD Disk Drive seperti Netbook kecil, atau internal DVD Drive laptop notebook komputernya rusak, mungkin ini cukup membingungkan, karena satu-satunya jalan instal ulang Windows 7, 8, di laptop, notebook, netbook, hanya pake USB, flash disk.




Cara instal windows 7 lewat flashdisk

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba memberikan sebuah tutorial instal windows yang bisa bermanfaat bagi anda yaitu tentang cara instal Windows 7 dari USB flashdisk, berlaku untuk windows 7, 8, 8.1, 32 bit, 64 bit. Cara ini dapat digunakan untuk Windows XP, 7, 8, dan cara ini sudah berulangkali saya coba sendiri ke berbagai macam Hard disk baik Komputer, Laptop, Netbook, dan 100% sukses, Operating System windows 7 tersebut berhasil di instal dengan sempurna, tanpa ada masalah.



Langkah pertama sebelum melakukan instalasi windows 7 dengan Flashdisk yaitu kita harus memiliki Flash disk yang telah terinstal Windows, kemudian kita jadikan Flashdisk tersebut Windows 7 Flash disk "Installer". Anda dapat menyimpan Flashdisk tersebut sebagai windows ataupun diformat ulang untuk keperluan lain di masa yang akan datang.


Persiapan yang diperlukan Mentransfer Windows 7/8/XP ke Flash disk hanya 3.

·  1. Flashdisk minimal 4 Gb untuk Windows 7 / windows 8 dan 2 Gb untuk Windows XP.
·  2. Sumber Windows 7 / 8 / XP (bisa dari DVD atau ISO file dari Hard Disk).
·  3. Software Wintoflash untuk Mentransfer CD Windows XP atau DVD Windows 7 ke Flash disk. Download Software Program Win to flash pada langkah no.1 di bawah.
Catatan: Ada beberapa macam software yang dapat digunakan untuk mentransfer windows, namun menurut saya inilah yang sangat mudah dan sederhana, karena Software ini Gratis, dan tidak memerlukan Software pendukung lainnya. (Cukup Software ini saja).



1. Download "Software Wintoflash" (Disini saya menggunakan versi 0.7.0054), Pilih Latest Version (Perhatikan Versinya), karena versi sebelumnya berbeda. Jika masuk ke website wintoflash, cari All Version Di bawahnya, kemudian download versi terbaru paling kiri atas (warna hijau - biasanya) atau bisa download langsung di link alternatif 1.

Download versi 0.7.0054 di wintoflash alternatif 1

Download versi terbaru 0.8.0096 (Support Win XP/7/8/8.1-ISO/DVD)


KLIK Di Bawah ini untuk Lihat Video Cara Instal Windows 7 dengan Flash Disk 5 Menit



2. Setelah selesai Download, Kemudian klik kanan "Extract" menggunakan "Winrar" dan Jalankan Win to flash. Belum Tau WinRar Klik Di sini.

3. Saat Pertama kali dijalankan, Ada konfirmasi Persetujuan, ("I Accept") kemudian Next- Next sampai Muncul Tampilan "Windows Setup Transfer Wizard".

4. Windows Setup Transfer Wizard, Pilih Tab Advanced Mode, Kemudian untuk Windows 7 Pilih Transfer Windows Vista/2008/7/8 setup to USB drive, Kemudian klik Create. (Untuk Windows XP Pilih Transfer Windows XP/2003 setup to USB drive).

Cara instal windows 7 pake flashdisk




Untuk instal windows 7 dengan flashdisk dapat menggunakan file ISO ataupun DVD sebagai sumbernya.

5. Pilih drive Sumber Windows (Biasanya kepingan CD/DVD Windows atau ISO file, khusus untuk file berbentuk ISO pake wintoflash versi terbaru) dan drive flashdisk yang akan ditransfer.

Posisi DVD Windows 7 bisa di drive mana saja, biasanya (E:), kebetulan punya saya di drive H

Disini Posisi Flash disk bisa di drive mana saja, kebetulan punya saya di drive I

6. Klik Run, Dan tunggulah beberapa menit sampai proses transfer selesai, biasanya sekitar 5-15 menit, tergantung kecepatan komputernya. Jika telah selesai di exit saja, dan Flashdisk sudah terinstal Windows dan dapat digunakan.

Cara instal windows 7 menggunakan Flashdisk

7. Masukan Flash disk Ke Laptop/Netbook/Komputer sebelum dinyalakan.

8. Nyalakan Laptop, kemudian masuk ke Setup Menu dengan menekan F2 (Pada beberapa Laptop lain, mungkin dengan menekan Esc, Del, F1 kadang F10).


Catatan: Tampilan Menu Bermacam-macam tergantung Merk Laptop / Komputer.

9. Cari Tab Boot di Menu atas dan Pilih setting Boot Pertama ke USB Flashdisk - cara pengaturannya biasanya ada disebelah kanan Menu (biasanya dengan menekan Page Up/Page Down atau tombol +/-), kemudian Pilih Tab Exit dan Save (Yes), maka Laptop akan segera Restart. Kebetulan punya saya memakai USB Merk SanDisk Cruzer.

10. Pada Langkah ini Instalasi Windows otomatis akan berjalan seperti biasa sebagaimana instalasi menggunakan DVD installer. Untuk Lebih Lengkapnya Proses Install Windows 7 Klik Disini dan untuk Windows XP Disini




11. Jika Instalasi Windows ("Expanding Windows files") telah selesai, Kemudian akan Restart, dan pada saat itu Cabutlah Flash disk untuk menghindari pengulangan Setup Windows 7, Kemudian Windows akan berjalan dengan sendirinya untuk Instalasi Lanjutan ("Finalizing Installation").

Wajib Cabut Flashdisk setelah ini (Restart Otomatis - Cabut Flash disk manual)

Catatan: Kecuali Untuk Windows XP saya belum mencobanya, mungkin flashdisk jangan dicabut dulu, dan setting booting pada langkah 9, dikembalikan lagi kesemula, jadi Hard Disk yang Pertama Boot.

12. Setelah Restart, Windows akan melanjutkan instalasinya (Finalizing Installation) secara otomatis.
13. Setelah Restart yang kedua kalinya, maka Anda akan menemukan bahwa Proses Instalasi Windows 7 Dengan Flash disk telah Sukses.

Selamat mudah-mudahan cara instal Windows 7, 8, dengan Flashdisk, menggunakan Win to flash ini dapat berjalan lancar.

Cara Instal Windows 7 dengan Flashdisk, pake Flashdisk, di netbook, notebook, laptop, menggunakan wintoflash.

Cara Mengcopy CD Instaler Windows ke Flaskdisk

Cara Mengcopy CD Instaler Windows ke Flaskdisk - Mungkin, pada suatu hari anda menemui problem, tidak bisa menginstall Windows melalui CD/DVD Rom. Jika itu yang terjadi, anda bisa mentransfer file Windows ke flash disk yang bisa digunakan sebagai media install. Trik ini juga bisa digunakan untuk menginstall netbook yang biasanya belum dilengkapi dengan DVD Rom internal. Jika anda ingin mentransfer CD/DVD installer Windows ke dalam sebuah Flash Disk, anda bisa menggunakan aplikasi WinToFlash yang bisa didapatkan dengan gratis.
Aplikasi ini akan mengcopy semua isi CD/DVD termasuk format file booting sehingga Flash Disk tersebut bisa digunakan untuk boting pada komputer maupun notebook.
Ada beberapa pilihan yang bisa yang bisa diperoleh pada aplikasi WinToFlash seperti cara mentransfer file.
Berikut ini steb by step cara mentransfer CD Installer Windows ke Flash Disk (Pada artikel ini kita berasumsi akan menggunakan Windows 7):
1.     Download aplikasi WinToFlash DISINI
2.     Jalankan aplikasi tersebut.
3.     Masukkan CD/DVD installer Windows 7 ke dalam CD/DVD Rom.
4.     Pilih transfer Windows 7 to USB Drive.
5.     Pilih lokasi di mana anda meletakkan source DVD installer (Drive dari DVD) dan pilih juga di mana lokasi flash disk berada (Drive dari flash disk).
6.     Ikuti proses selanjutnya (Termasuk persetujuan penggunaan lisensi Windows). Ikuti dan tunggu sampai semua proses selesai.
Setelah semua proses selesai, anda bisa menggunakan flash disk tersebut untuk keperluan install ulang tanpa harus menggunakan kepingan CD atau DVD Installer. Selain untuk Windows 7 (Seperti pada contoh ini), anda juga bisa menggunakannya untuk keperluan Windows versi lain yang terdapat pada software tersebut.
Selain  untuk install, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk membuat bootable flash disk. Yang diperlukan hanya perlu memilih mana yang akan digunakan.
Selamat mencoba....

Senin, 04 Januari 2016

Maksud Allah Lebih Dekat dari Urat Leher




Ass. Wr.wb
Mohon penjelasan mengenai kata-kata bahwa Allah itu lebih dekat dari urat leher
Wass.wr.wb
Waalaikumussalam Wr Wb
Saudara Ali yang dimuliakan Allah swt
Firman Allah swt :
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦﴾
إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ ﴿١٧﴾
Artinya : “Dan Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” (QS. Qoff : 16 – 17)
Firman-Nya,” وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيد “ artinya : “dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” adalah para malaikat Allah swt lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya. Dan barangsiapa yang menakwilkannya atas dasar ilmu maka dia akan menghindar agar tidak terjadi penyatuan antara keduanya (hulul / ittihad), dan hal itu tertolak berdasarkan ijma’, Maha Suci dan Maha Tinggi Allah swt. Namun lafazh tidaklah menunjukkan yang demikian karena Allah swt tidak mengatakan,”dan Aku lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” akan tetapi Dia swt mengatakan,”dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya”
Sebagaimana disebutkan didalam ”al Muhtadhor” bahwa makna dari :
Artinya : ”Dan kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. tetapi kamu tidak melihat,” (QS. Al Waqi’ah : 85) yaitu malaikat-Nya, sebagaimana firman Allah swt :
$
Artinya : ”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al hijr : 85) yaitu malaikat turun dengan membawa Al Qur’an dengan izin Allah swt. Begitu pula dengan malaikat lebih dekat kepada manusia dari pada urat lehernya dengan kekuasaan Allah terhadap mereka. (Tafsir al Qur’an al Azhim juz VII hal 398)
Sedangkan makna ”ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” yaitu Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya saat kedua malaikat mencatat amalnya. Artinya bahwa Kami lebih mengetahui tentang keadaannya dan Kami tidak memerlukan malaikat pemberitahu akan tetapi kedua malaikat itu ditugaskan untuk suatu keperluan sebagai penegasan perintah.
Al Hasan. Mujahid dan Qatadah mengatakan bahwa المتلقيان adalah dua malaikat yang mencatat amalmu, satu berada di sebelah kananmu mencatat amal kebaikanmu sedangkan yang lainnya berada di sebelah kirimu mencatat amal keburukanmu.
Al Hasan mengatakan,”Hingga jika engkau meninggal maka ditutuplah lembaran catatan amalmu lalu pada hari kiamat maka dikatakanlah kepadamu, firman Allah swt :
Artinya : “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”. (QS. Al Israa : 14) ….demi Allah engkaulah yang telah menjadikan dirimu menghisab dirimu sendiri.” (al Jami’ Li Ahkamil Qur’an juz IX hal 11 – 12)
Wallahu A’lam

Hukum Aqiqah


Aqiqah adalah sembelihan hewan kurban untuk anak yang baru lahir dan dilakukan pada hari ketujuh kelahirannya. Hukum pelaksanaan aqiqah ini adalah sunnah muakkadah, sebagaimana diriwayatkan dari Samurah bahwa Nabi saw bersabda,”Setiap anak yang dilahirkan itu terpelihara dengan aqiqahnya dan disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur dan diberikan nama untuknya.” (HR. Imam yang lima, Ahmad dan Ashabush Sunan dan dishohihkan oleh Tirmidzi)
Waktu pelaksanaan aqiqah ini adalah pada hari ketujuh dari hari kelahirannya namun jika ia tidak memiliki kesanggupan untuk menagqiqahkannya pada hari itu maka ia diperbolehkan mengaqiqahkannya pada hari keempat belas, dua puluh satu atau pada saat kapan pun ia memiliki kelapangan rezeki untuk itu, sebagaimana makna dari pendapat para ulama madzhab Syafi’i dan Hambali bahwa sembelihan untuk aqiqah bisa dilakukan sebelum atau setelah hari ketujuh.
Adapun yang bertanggung jawab melakukan aqiqah ini adalah ayah dari bayi yang terlahir namun para ulama berbeda pendapat apabila yang melakukannya adalah selain ayahnya :
1. Para ulama Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa sunnah ini dibebankan kepada orang yang menanggung nafkahnya.
2. Para ulama Madzhab Hambali dan Maliki berpendapat bahwa tidak diperkenankan seseorang mengaqiqahkan kecuali ayahnya dan tidak dieperbolehkan seorang yang dilahirkan mengaqiqahkan dirinya sendiri walaupun dia sudah besar dikarenakan menurut syariat bahwa aqiqah ini adalah kewajiban ayah dan tidak bisa dilakukan oleh selainnya.
3. Sekelompok ulama Madzhab Hambali berpendapat bahwa seseorang diperbolehkan mengaqiqahkan dirinya sendiri sebagai suatu yang disunnahkan. Aqiqah tidak mesti dilakukan saat masih kecil dan seorang ayah boleh mengaqiqahkan anak yang terlahir walaupun anak itu sudah baligh karena tidak ada batas waktu maksimalnya.(al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz IV hal 2748)
Aqiqah atau Kurban
Dari keterangan diatas bisa disimpulkan bahwa aqiqah tidak mesti dilakukan pada hari ketujuh dan itu semua diserahkan kepada kemampuan dan kelapangan rezeki orang tuanya, bahkan ia bisa dilakukan pada saat anak itu sudah besar / baligh.
Orang yang paling bertanggung jawab melakukan aqiqah adalah ayah dari bayi terlahir pada waktu kapan pun ia memiliki kesanggupan. Namun jika dikarenakan si ayah memiliki halangan untuk mengadakannya maka si anak bisa menggantikan posisinya yaitu mengaqiqahkan dirinya sendiri, meskipun perkara ini tidak menjadi kesepakatan dari para ulama.
Dari dua hal tersebut diatas maka ketika seseorang dihadapkan oleh dua pilihan dengan keterbatasan dana yang dimilikinya antara kurban atau aqiqah maka kurban lebih diutamakan baginya, dikarenakan hal berikut :
1. Perintah berkurban ini ditujukan kepada setiap orang yang mukallaf dan memiliki kesanggupan berbeda dengan perintah aqiqah yang pada asalnya ia ditujukan kepada ayah dari bayi yang terlahir.
2. Meskipun ada pendapat yang memperbolehkan seseorang mengaqiqahkan dirinya sendiri namun perkara ini bukanlah yang disepakati oleh para ulama.
Dalil mereka yang memperbolehkan seseorang mengaqiqahkan dirinya sendiri adalah apa yang diriwayatkan dari Anas dan dikeluarkan oleh al Baihaqi, “Bahwa Nabi saw mengaqiqahkan dirinya sendiri setelah beliau diutus menjadi Rasul.” Kalau saja hadits ini shohih, akan tetapi dia mengatakan,”Sesungguhnya hadits ini munkar dan didalamnya ada Abdullah bin Muharror dan ia termasuk orang lemah sekali sebagaimana disebutkan oleh al Hafizh. Kemudian Abdur Rozaq berkata,”Sesungguhnya mereka telah membicarakan dalam masalah ini dikarenakan hadits ini.” (Nailul Author juz VIII hal 161 – 162, Maktabah Syamilah)
Wallahu A’lam