Total Tayangan Halaman

Minggu, 22 Oktober 2017

SOLAT SYARIAT dan SOLAT TAREQAT



Solat ada 2 iaitu SOLAT SYARIAT dan SOLAT TAREQAT

SOLAT SYARIAT ialah Solat seluroh badan yang zahir dengan gerakan seperti badan berdiri,lidah membaca,ruku,sujud,mengeluarkan suara dan bacaan 2.Olih itu dalam al quran ianya di sebut SELAWAT.

SOLAT TARIQAT ialah solat nya hati selama lama nya seperti di sebut dalam al quran …SOLATUL WUSTA iaitu solat hati,kerana hati berada di tengah badan,antara kanan dan kiri, antara atas dan bawah, antara BAHGIA DAN CELAKA !!

!Rasul berkata !!Sesunggoh nya hati manusia di antara 2 jari ALLAH,ALLAH membolak balikan nya sesuai dengan kehendak nya…2 jari ALLAH yang dimaksud kan ialah sifat ALLAH..1..Memaksa(hukum) 2.Pengaseh. Ini bermakna dalam solat,pokok nya kena jaga iaitu HATI,bila hati merewang dan lupa, rosak lah pokok,bila rosak pokok, rosak lah solat !!kata nabi…Tidak lah sah salat sesaorang kecuali hadir hati nya.!!

SOLAT SYARIAT ada batas waktu sehari semalam samada solat wajib atau solat sunnat.Salat ini kena ikut rukun dan apa yang di syariat kan olih rasul saw.

SOLAT TAREKAT ialah dilaku kan bila bila waktu samaada di dunia atau akhirat.Masjid NYA ADALAH HATI !.Jamaah nya IALAH TERPADU NYA KESUCIAN BATIN DENGAN SELALU MENGUCAP TASBIH TAUHID DENGAN LISAN BATIN.imam nya IALAH RASA RINDU KEPADA KEKASIH..IAITU..ALLAH, UNTUK SAMPAI KEPADA ALLAH.kiblat nya IALAH KE HADIRAT ALLAH YANG MAHA TUNGGAL DAN KEINDAHAN SIFAT ALLAH ITU BERDIRI SENDIRI.

Itulah dia solat yang hakiki dan maha sempurna, Hati dan roh bersolat bersama tidak terpisah juga ianya !!Hati yang tidak pernah tidur tanpa suara,tanpa lagu,..samaada duduk berdiri, berjalan,sentiasa berkata ‘AKAN ENGKAU LAH AKU IBADAT,AKAN ENGKAU LAH AKU MOHON PERTOLONGAN !!kerana begitu lah sunnah rasul !!!tidak lupa pada tuhan nya walau apa jua kaadaan nya !!!ALLAH HU AKBAR.
Kalau kita sudah mendapat solat se begini,baru lah kita makrifat kepada ALLAH,berpindah hati hanya kepada ALLAH, beralih ke HADRAT AHADIYAT( selalu berasa bersama ALLAH)…para wali dan nabi sentiasa solat samaada berpindah alam(wafat) seperti mana mereka bersolat di rumah !!hadith nabi.
Ini menunjukan mereka tidak mati, hidup disisi tuhan nya mendapat rezeki dari yuhan nya !!
Paduan antara SOLAT SYARIAT dan SOLAT TAREQAT tadi baru lah dikira kita benar benar bersolat,tinggi darjat nya jasmani solat itu dan batin nya solat itu..yang ARIF BILLAH.Untuk mencapai solat begitu, hati mesti lah di rendah kan hanya pada ALLAH,muhasabah diri,bersuluk (berduan dengan ALLAH)….

ALLOH SWT MEMBERIKAN 3 PELUANG DALAM SHOLAT



Imam Jakfar Shadiq as berkata,

“Ketika seorang hamba shalat, Allah Swt akan memalingkan wajah-Nya kepada hamba dan selalu memperhatikannya sampai hamba-Nya berpaling dari Allah sebanyak tiga kali, dan ketika hamba berpaling tiga kali, maka ketika itulah Allah juga akan berpaling darinya.”

Ulama' terkenal menjelaskan hadis tersebut dan mengatakan, 

“Itu adalah terjemahan  dari riwayat tersebut, dan akan saya kemukakan beberapa poin. 

Pertama, jelas sudah bahwa ketika hamba menghadap dan memalingkan muka kepada Allah Swt, maka Allah juga akan berpaling kepadanya. Inilah inti dari riwayat tersebut.
Mengapa? Karena shalat adalah ritual menghadap kepada Allah Swt dan jika hamba memalingkan perhatiannya kepada Allah, maka Allah juga akan memperhatikannya dengan perhatian penuh.”


“Kedua, jika hamba memalingkan wajah (perhatian) dari Allah Swt maka Dia juga akan memalingkan wajah-Nya (perhatian) dari hamba itu. Untuk yang satu ini ada batasnya, jika sekali ia memalimgkan wajahnya dari Allah Swt, maka Allah masih akan memperhatikan hamba-Nya. Sampai tiga kali, dan ketika sudah tiga kali hamba itu memalingkan perhatiannya dari Allah Swt, maka Allah Swt juga tidak akan memperhatikannya lagi. Riwayat ini tentang shalat. Dalam shalat memalingkan wajah dari Allah Swt berarti hamba ketika shalat memperhatikan selain Allah Swt. Dalam riwayat disebutkan bahwa ketika manusia shalat dua rakaat dan sepenuhnya khusyu, maka Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa kecilnya. Perhatian atau khusyu berarti agar manusia tidak memikirkan masalah duniawi ketika shalat. Yakni ketika kalian shalat, untuk beberapa menit saja jangan kalian memikirkan apapun kecuali memperhatikan Allah Swt. Karena shalat itu tidak lebih dari beberapa menit saja!”
“Ada  satu cerita tentang almarhum ulama  yang tidak ingin saya sebutkan namanya. Saya ingat waktu itu hari wafat. Kebetulan saya masih berada di jalan ketika waktu mendekati Zuhur. Ketika Zuhur, saya pergi shalat berjamaah di masjid beliau. Selesai shalat, beliau berdiri dan melihat ke arah saya padahal saya berdiri di tempat yang tidak mudah dilihat. Beliau menyalami saya. Dengan nada bergurau saya mengatakan, Anda shalat cepat sekali. Beliau menjawab, jangan bilang shalat saya cepat tapi bilang kepada mereka yang dua shalat mereka sama seperti satu shalat saya.”
“Intinya adalah mengapa harus tergesa-gesa dalam shalat. Bukankah shalat tidak lebih dari beberapa menit saja, mengapa harus tergesa-gesa? Perhatikan riwayat ini, jika kalian bepaling maka Aku juga akan berpaling. Aku (Allah Swt) akan memperhatikan kalian sepenuhnya, jika sekali kalian berpaling dari-Ku, maka Aku tetap akan memperhatikan kalian. Dua kali kalian bepaling dari-Ku, Akun tetap akan memperhatikan kalian. Akan tetapi untuk kali ketiga maka Aku juga akan berpaling dari kalian.”
“Sekarang, saya ingin menjelaskan bahwa kalian tahu shalat merupakan salah satu sarana terkabulkannya doa. Bahkan kita memiliki riwayat yang menyebutkan bahwa jika seseorang menunaikan shalat, shalat wajib, dan setelah shalat ia berdoa, maka doanya akan terkabul.
 Tapi doa kita tidak terkabul? Itu berarti kalian tidak khusyu dalam shalat! Kalian tidak memperhatikan Allah dalam shalat! Perhatian kalian tertuju pada masalah -masalah duniawi. Ketika tidak ada perhatian dalam shalat maka tidak ada gunanya.”

10 JENIS SHOLAT YANG TIDAK DITERIMA ALLOH SWT



Rasulullah S. A. W. telah bersabda yang bermaksud :
"Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim) Rasulullah S. A. W telah bersabda bahawa : "10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S. W. T, antaranya :

1. Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.
2. Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
4. Orang lelaki yang melarikan diri.
5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).
6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.
8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
9. Orang-orang yang suka makan riba'.
10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."

Sabda Rasulullah S. A. W yang bermaksud : "Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S. W. T dan jauh dari Allah."

Hassan r. a berkata : "Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat. Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buru"

APAKAH SHOLATMU SUDAH DITERIMA ALLOH SWT


Dalam sebuah hadits qudsi Allah SWT berfirman

“Sesungguhnya Aku (Allah) hanya akan menerima solat orang orang yang merendahkan dirinya kerana kebesaranKu, dia tidak sombong dengan makhlukKu yang lain, dia menyayangi orang orang miskin dan menderita, menahan diri dari hawa nafsunya kerana Aku, melazimkan hatinya untuk takut kepadaKu, memberi makan pada yang lapar, dan memberi pakaian bagi yang telanjang, memberi perlindungan bagi orang yang kena musibah dan orang orang yang terasing. Kelak cahaya orang itu akan bersinar seperti cahaya matahari, Aku akan berikan cahaya ketika dia kegelapan, Aku akan berikan ilmu ketika ia tidak tahu, Aku akan lindungi dia dengan kebesaranKu, akan Kusuruh malaikat untuk menjaganya, jika ia berdoa, Aku akan menjawabnya, kalau dia meminta, Aku akan segera memenuhinya, perumpamaannya di hadapanKu seperti perumpamaan firdaus“.

Menurut hadits qudsi diatas, tanda orang yang diterima solatnya oleh Allah Swt adalah sebagai berikut :

Pertama, Mereka yang datang dengan merendahkan dirinya kepada Allah.

Yang dimaksud dengan merendahkan diri dihadapan Allah swt dalam solat adalah bahwa kita datang menghadapNya dalam rangka memohon pertolongan bukan untuk ujub dan sum’ah (merasa bangga dan kagum dengan diri sendiri) , kerana itu kita mesti mengakui segala kekurangan kita, menyadari betapa kita sangat kecil dihadapan kebesaranNya, kita tidak memiliki kekuatan apapun kecuali atas pertolonganNya. Memang kecacatan pertama dalam beribadah adalah bangga dengan diri sendiri, kerana itu buanglah segala macam kesombongan, ujub dan riya’, lalu serahkan semua urusan dan bertawakallah secara total kepa Allah swt.

Kedua, Mereka yang tidak sombong dengan makhluk Allah yang lain.

Dihadapan Allah setiap manusia mempunyai kedudukan yang sama, tidak ada manusia yang lebih suprior atau inferior terhadap manusia lainnya. Demikian juga tidak ada suatu ras, suku, kelompok atau bangsa yang lebih tinggi atau lebih rendah dari ras, suku, kelompok atau bangsa lainnya, semuanya berkedudukan sama dihadapan Allah, yang membezakan mereka hanyalah kadar ketaqwaannya. “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu” (Qs.49 : 13)

Ketiga, Mereka yang menyayangi orang-orang miskin dan menderita.

Menurut Alqur’an, orang yang enggan memberi pertolongan kepada orang-orang miskin tetapi mendirikan solat tetap disebut mendustakan agama dan celaka. Disebutkan ” Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, Dan tidak memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang solat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari solatnya, yang menjadikan solat sebagai alat berbuat riya, Dan enggan memberi pertolongan kepada orang miskin dengan barang berguna (Qs. 107 : 1-7)
Jadi bila ada orang rajin solat tetapi tidak pernah memberi makan orang miskin maka solatnya tidak diterima, demikian juga bila ada orang rajin memberi makan orang miskin tetapi tidak pernah melakukan solat, maka iapun tidak dihitung sebagai solat yang diterima. Dalam pandangan Islam, orang yang solat tetapi solatnya tidak member impak positif kepada persekitaran dan orang lain, maka ia tidak dihitung solat sekalipun melaksanakan solat.

Keempat, Mereka yang dapat menahan nafsu dari setiap keinginan yang dilarang Allah.

Orang yang betul-betul menegakkan solat mestinya dapat mengekang dan mengendalikan hawa nasfsunya dari perbuatan yang dilarang Allah, kerana memang salah satu maksud dari mendirikan solat adalah dalam rangka mencegah yang bersangkutan dari perbuatan keji dan mungkar. sebagaimana disebutkan dalam Qs. 29 : 45 ” Dan Dirikanlah solat. Sesungguhnya solat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar “.

Dalam sebuah hadits disebutkan ” Kalau solat seseorang tidak mencegah dirinya dari berbuat keji dan mungkar maka solatnya tidak menambah sesuatu kecuali hanya akan menjauhkannya dari Allah Swt”.

Kelima. Mereka yang banyak berdzikir kepada Allah Swt

Salah satu tujuan solat adalah untuk berdzikir kepada Allah, sebagaimana ditegaskan alqur’an Assholatu lidzikiri. (bersolatlah untuk berdzikir kepadaKu). Berdzikir artinya mengingat Allah, Ketika kita mengingat Allah maka Allah juga akan mengingat kita, sebagaimana janjiNya ” ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.
Semakin sering kita mengingat Allah, semakin sering pula Allah mengingat kita (Qs. 62 : 10). Ketika Allah sering mengingat kita, maka Allah akan bersama kita, mencintai kita dan menolong kita, bila Allah telah menjadi penolong kita, maka tidak ada satupun hal yang sulit bagi kita dalam menjalankan kehidupan ini. Sebaliknya orang yang solat tetapi tidak berdzikir kepada Allah, berarti ia gagal dalam solatnya.

Keenam, Mereka yang mempunyai kepekaan dan kesedaran sosial dan kemanusiaan yang tinggi .

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw menegaskan : Perumpamaan kaum muslimin dalam hal jalinan kasih sayang, kecintaan dan kesetia kawanan ibarat satu tubuh, bila salah satu anggota tubuhnya sakit, maka yang lainpun ikut juga merasakannya. Mereka Ibarat satu bangunan, yang satu menguatkan yang lainnya. Kerana itu menurut baginda, barang siapa diantara kaum muslimin yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin yang lain, maka mereka bukan termasuk golongan umat Islam.

Maka bila sering solat tetapi tidak peka dengan nasib saudaranya yang lain, tidak memiliki kesedaran sosial yang tinggi, maka bererti kita masih tergolong dalam kelompok yang disebut Nabi saw sebagai “akan datang suatu zaman dimana orang berkumpul di masjid untuk solat berjamaah tetapi tidak satupun diantara mereka yang beriman “dan tidak satupun juga yang dihitung sebagai orang yang menegakkan solat.

Dari huraian diatas dapat dilihat bahwa solat yang akan diterima oleh Allah Swt adalah solat yang tidak saja memberikan keuntungan dan manfaat kepada individu yang melakukannya, tetapi yang lebih penting adalah mempunyai akses dan nilai manfaat sosial kemasyarakatan yang luas.

Kalau kita mampu melakukan itu semua, maka berarti solat kita telah diterima dan Allah akan melindungi kita dengan kebesaranNya. Perlindungan itu bukan saja dapat diperoleh di akhirat kelak, tetapi juga di dunia. Allah Swt berfirman dalam Qs. 41 : 31 “Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta