Total Tayangan Halaman

Sabtu, 29 Agustus 2020

j. Doa Jausyan Shaghîr

Dalam kitab-kitab mu'tabar telah disebutkan syarah doa Jausyan Kabîr secara terinci. Kaf'ami dalam catatan pinggir kitab al-Balad al-Amîn berkata, "Doa ini adalah sebuah doa yang tinggi dan agung kedudukannya. Ketika Musa Hadi al-‘Abbasi hendak membunuh Imam Kazhim as, beliau membaca doa ini. Beliau bermimpi berjumpa kakeknya, Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Allah akan membinasakan musuhmu". Doa ini juga telah disebutkan dalam kitab Muhaj ad-Da’awât karya Sayid Ibnu Thawus. Antara naskah doa Kaf’ami dan Sayid Ibnu Thawus terdapat sedikit perbedaan. Kami menukil doa tersebut (dalam buku ini) sesuai naskah kitab al-Balad al-Amîn karya Kaf'ami. Doa tersebut adalah sebagai berikut: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang إِلَهِيْ كَمْ مِنْ عَدُوٍّ انْتَضَى عَلَيَّ سَيْفَ عَدَاوَتِهِ، وَ شَحَذَ لِيْ ظُبَةَ مِدْيَتِهِ، وَ أَرْهَفَ لِيْ شَبَا حَدِّهِ، وَ دَافَ لِي قَوَاتِلَ سُمُوْمِهِ، وَ سَدَّدَ إِلَيَّ (نَحْوِيْ‏ْ) صَوَائِبَ سِهَامِهِ، وَ لَمْ تَنَمْ عَنِّيْ عَيْنُ حِرَاسَتِهِ، وَ أَضْمَرَ أَنْ يَسُوْمَنِي الْمَكْرُوْهَ وَ يُجَرِّعَنِيْ ذُعَافَ مَرَارَتِهِ، فَنَظَرْتَ (نَظَرْتَ‏) إِلَى ضَعْفِيْ عَنِ احْتِمَالِ الْفَوَادِحِ وَ عَجْزِيْ عَنِ الْإِنْتِصَارِ مِمَّنْ قَصَدَنِيْ بِمُحَارَبَتِهِ وَ وَحْدَتِيْ فِيْ كَثِيْرٍ مِمَّنْ نَاوَانِيْ وَ أَرْصَدَ لِيْ فِيْمَا لَمْ أُعْمِلْ فِكْرِيْ فِي الْإِرْصَادِ لَهُمْ بِمِثْلِهِ، فَأَيَّدْتَنِيْ بِقُوَّتِكَ، وَ شَدَدْتَ أَزْرِيْ بِنُصْرَتِكَ، وَ فَلَلْتَ لِيْ حَدَّهُ (شَبَا حَدِّهِ‏)، وَ خَذَلْتَهُ بَعْدَ جَمْعِ عَدِيْدِهِ وَ حَشْدِهِ (حَشَدَهُ‏)، وَ أَعْلَيْتَ كَعْبِي عَلَيْهِ، وَ وَجَّهْتَ مَا سَدَّدَ إِلَيَّ مِنْ مَكَائِدِهِ إِلَيْهِ، وَ رَدَدْتَهُ عَلَيْهِ وَ لَمْ يَشْفِ غَلِيْلَهُ وَ لَمْ تَبْرُدْ حَزَازَاتُ غَيْظِهِ وَ قَدْ عَضَّ عَلَيَّ أَنَامِلَهُ وَ أَدْبَرَ مُوَلِّيًا قَدْ أَخْفَقَتْ سَرَايَاهُ، Ilahi, betapa banyak musuhku yang menghunus pedang permusuhannya atasku, menajamkan belati untukku, meruncingkan ujung tombaknya bagiku, menyiapkan racun-racun yang membinasakan untukku, mengarahkan kepadaku panah-panahnya yang jitu, matanya selalu terjaga memata-mataiku, mengiming-imingkan keburukan menimpaku, mengharap kematian[1] yang mengerikan atasku. Engkau ya Allah (menyaksikan) kelemahanku dari memikul penganiaan yang berat, kerapuhanku memperoleh kemenangan terhadap orang yang mematahkanku dengan serangannya, dan kesendirianku di tengah banyaknya musuhku yang mengintaiku ketika pikiranku tidak sanggup mengimbanginya dengan perlakukan yang sama. Lalu, Engkau (Ya Allah) membantuku dengan adidaya-Mu, menguatkan punggungku dengan pertolongan-Mu, Engkau patahkan untukku pedangnya, Engkau menghinakannya setelah ia berkumpul, Engkau tinggikan martabatku atasnya, Engkau ajarkan kepadaku tipu-daya yang cocok untuknya dan Engkau mengembalikan kepadanya, sementara kedengkiannya tidak kian menghilang, tidak kunjung padam kemarahannya, ia menggigit jari-jemarinya karena marahnya kepadaku sambil mundur membelakang dalam keputusasaan terhadap pasukannya, فَلَكَ الْحَمْدُ يَا رَبِّ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلائِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ، maka bagi-Mu segala puji wahai Tuhanku dari kekuatan-Mu yang tidak terkalahkan, Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkanlah kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu di antara orang-orang yang berterima kasih, terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang-orang yang senantiasa ingat, إِلَهِيْ وَ كَمْ مِنْ بَاغٍ بَغَانِيْ بِمَكَائِدِهِ وَ نَصَبَ لِيْ أَشْرَاكَ مَصَائِدِهِ وَ وَكَّلَ بِيْ تَفَقُّدَ رِعَايَتِهِ وَ أَضْبَأَ إِلَيَّ إِضْبَاءَ السَّبُعِ لِطَرِيْدَتِهِ انْتِظَارًا لِانْتِهَازِ فُرْصَتِهِ وَ هُوَ يُظْهِرُ بَشَاشَةَ الْمَلَقِ وَ يَبْسُطُ (لِيْ‏) وَجْهًا غَيْرَ طَلِقٍ فَلَمَّا رَأَيْتَ دَغَلَ سَرِيْرَتِهِ وَ قُبْحَ مَا انْطَوَى عَلْيَهِ لِشَرِيْكِهِ فِيْ مِلَّتِهِ وَ أَصْبَحَ مُجْلِبًا لِيْ (إِلَيَّ‏) فِيْ بَغْيِهِ أَرْكَسْتَهُ لِأُمِّ رَأْسِهِ وَ أَتَيْتَ بُنْيَانَهُ مِنْ أَسَاسِهِ فَصَرَعْتَهُ فِيْ زُبْيَتِهِ وَ أَرْدَيْتَهُ (رَدَّيْتَهُ‏) فِيْ مَهْوَى حُفْرَتِهِ وَ جَعَلْتَ خَدَّهُ طَبَقًا لِتُرَابِ رِجْلِهِ وَ شَغَلْتَهُ فِيْ بَدَنِهِ وَ رِزْقِهِ وَ رَمَيْتَهُ بِحَجَرِهِ وَ خَنَقْتَهُ بِوَتَرِهِ وَ ذَكَّيْتَهُ بِمَشَاقِصِهِ وَ كَبَبْتَهُ لِمَنْخِرِهِ وَ رَدَدْتَ كَيْدَهُ فِيْ نَحْرِهِ وَ رَبَقْتَهُ (وَثَّقْتَهُ‏) بِنَدَامَتِهِ وَ فَسَأْتَهُ (أَفْنَيْتَهُ‏) بِحَسْرَتِهِ فَاسْتَخْذَأَ وَ تَضَاءَلَ بَعْدَ نَخْوَتِهِ وَ انْقَمَعَ بَعْدَ اسْتِطَالَتِهِ ذَلِيْلاً مَأْسُوْرًا فِيْ رِبْقِ حَبَائِلِهِ الَّتِيْ كَانَ يُؤَمِّلُ أَنْ يَرَانِيْ فِيْهَا يَوْمَ سَطْوَتِهِ وَ قَدْ كِدْتُ يَا رَبِّ لَوْ لاَ رَحْمَتُكَ أَنْ يَحُلَّ بِيْ مَا حَلَّ بِسَاحَتِهِ Ilahi, banyak dari penganiaya yang menganiayaku dengan tipu-dayanya, menimpakan kepadaku jala pancingannya, menyandarkan kepadaku apa yang luput penjagaannya, mengintaiku seperti intaian binatang buas terhadap mangsanya sembari menunggu untuk gunakan kesempatannya sedang ia tanpak gembira berkawan dan mengulum wajah yang manis untukku, tanpa ada kesungguhan, maka (ya Allah) Engkau lihat tumpang-tindih rahasianya, keburukan apa yang kuikuti atasnya sebagai sekutu dalam jalan hidupnya, terseretlah aku dalam terornya, maka (ya Allah) Engkau luluhkan akar keburukannya, Engkau bongkar bangunannya dari fondasinya, lalu Engkau lemparkan ia ke dalam lubang galiannya, dan Engkau binasakan ia di tengah-tengah paritnya, Engkau jadikan mukanya tersungkur di tanah pijakannya, Engkau sibukkan dia dalam urusan badannya dan rezkinya, Engkau melempari ia dengan batunya (menvonisnya dengan ulahnya sendiri), Engkau campakkan ia dengan tali busurnya, Engkau celakakan ia di ujung tombaknya, Engkau sungkurkan hidungnya ke tanah, dan Engkau kembalikan cekikan tipu dayanya ke tenggorokannya, Engkau mengikat ia dengan sesalannya, Engkau pupuskan ia dengan kepenatannya, maka jadilah ia menyerah dan mengecilkan diri setelah kecongkakannya, patuh setelah meninggikan diri dengan kepatuhan yang hina dina dalam ikatan keresahannya yang diangankannya akan menyaksikan aku di dalamnya di hari intaiannya, dan sungguh aku telah berusaha wahai Pengayomku! Seandainya tiada kasih-Mu untuk melepaskan dariku apa yang menimpanya, فَلَكَ الْحَمْدُ يَا رَبِّ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ، maka bagi-Mu segala puji wahai Pengayomku Yang Perkasa tak terkalahkan dan Pemilik penangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkanlah kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima kasih, terhadap segala karunia-Mu dari orang-orang yang senantiasa ingat, إِلَهِيْ وَ كَمْ مِنْ حَاسِدٍ شَرِقَ بِحَسْرَتِهِ (بِحَسَدِهِ‏) وَ عَدُوٍّ شَجِيَ بِغَيْظِهِ وَ سَلَقَنِيْ بِحَدِّ لِسَانِهِ وَ وَخَزَنِيْ بِمُوقِ عَيْنِهِ وَ جَعَلَنِيْ (جَعَلَ عِرْضِيْ‏) غَرَضا لِمَرَامِيْهِ وَ قَلَّدَنِيْ خِلاَلاً لَمْ تَزَلْ فِيْهِ نَادَيْتُكَ (فَنَادَيْتُ‏) يَا رَبِّ مُسْتَجِيْرًا بِكَ وَاثِقًا بِسُرْعَةِ إِجَابَتِكَ مُتَوَكِّلاً عَلَى مَا لَمْ أَزَلْ أَتَعَرَّفُهُ مِنْ حُسْنِ دِفَاعِكَ عَالِمًا أَنَّهُ لاَ يُضْطَهَدُ مَنْ أَوَى إِلَى ظِلِّ كَنَفِكَ وَ لَنْ تَقْرَعَ الْحَوَادِثُ (الْفَوَادِحُ‏) مَنْ لَجَأَ إِلَى مَعْقِلِ الْإِنْتِصَارِ بِكَ فَحَصَّنْتَنِيْ مِنْ بَأْسِهِ بِقُدْرَتِكَ، Ilahi, banyak dari pendengki yang terang-terangan dengan kedengkiannya dan musuh terjerat oleh kemarahannya, ia melukaiku dengan kata-kata tajamnya dan menyedihkanku dengan mata sentimennya dan menjadikan aku sasaran bagi lemparan panahnya, ia mengepungku tanpa ada celah pelolosan di dalamnya (ia melingkariku dengan tali permusuhan yang kuat), maka aku memanggil-Mu wahai Pengayomku selaku pemohon lindungan dengan-Mu, dalam keadaan penuh yakin dengan kecepatan ijabah-Mu, bertawakal atas apa yang tidak pernah sirna yang aku ketahui dari kebaikan pembelaan-Mu, aku tahu sesungguhnya tidak akan teraniaya orang yang bertempat di bawah naungan-Mu dan tidak akan tertimpa musibah orang yang berpegang kepada tali pertolongan-Mu, maka (Engkau ya Allah) melindungiku dari keburukannya dengan kekuatan-Mu, فَلَكَ الْحَمْدُ يَا رَبِّ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلَّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِي لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلائِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ، segala puji bagi-Mu wahai Pengayomku terhadap kekuatan (Mu)yang tidak terkalahkan danPemilik penangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkan kesejahteraan pada Muhammad dan keluarga Muhammad, jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima kasih dan terhadap segala karunia-Mu sebagai orang-orang yang selalu ingat, إِلَهِيْ وَ كَمْ مِنْ سَحَائِبِ مَكْرُوْهٍ جَلَّيْتَهَا وَ سَمَاءِ نِعْمَةٍ أَمْطَرْتَهَا وَ جَدَاوِلِ كَرَامَةٍ أَجْرَيْتَهَا وَ أَعْيُنِ أَحْدَاثٍ طَمَسْتَهَا وَ نَاشِئَةِ رَحْمَةٍ نَشَرْتَهَا وَ جُنَّةِ عَافِيَةٍ أَلْبَسْتَهَا وَ غَوَامِرِ كُرُبَاتٍ كَشَفْتَهَا وَ أُمُوْرٍ جَارِيَةٍ قَدَّرْتَهَا لَمْ تُعْجِزْكَ إِذْ طَلَبْتَهَا وَ لَمْ تَمْتَنِعْ مِنْكَ إِذْ أَرَدْتَهَا، Ilahi, banyak dari kabut kebencian Engkau singkirkan, langit karunia Engkau hujankan, sungai kurnia Engkau alirkan dan sumber fitnah Engkau tutupkan, wewangian rahmat Engkau sebarkan, busana kebaikan Engkau kenakkan, kepungan duka Engkau elakkan dan perkara yang sedang berlaku Engkau takdirkan tanpa melemahkan-Mu ketika Engkau meminta kepadanya dan tiada terhalang dari-Mu ketika Engkau menginginkannya, فَلَكَ الْحَمْدُ يَا رَبِّ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ، maka segala puji bagi-Mu wahai Pengayomku terhadap kekuatan-(Mu) yang tidak terkalahkan dan pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkanlah kesejahteraan ke atas Muhammad dan keluarga Muhammad, jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima kasih dan terhadap segala karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat, إِلَهِيْ وَ كَمْ مِنْ ظَنٍّ حَسَنٍ حَقَّقْتَ وَ مِنْ كَسْرِ إِمْلاَقٍ جَبَرْتَ وَ مِنْ مَسْكَنَةٍ فَادِحَةٍ حَوَّلْتَ وَ مِنْ صَرْعَةٍ مُهْلِكَةٍ نَعَشْتَ (أَنْعَشْتَ‏) وَ مِنْ مَشَقَّةٍ أَرَحْتَ لاَ تُسْأَلُ عَمَّا تَفْعَلُ وَ هُمْ يُسْأَلُوْنَ وَ لاَ يَنْقُصُكَ مَا أَنْفَقْتَ وَ لَقَدْ سُئِلْتَ فَأَعْطَيْتَ وَ لَمْ تُسْأَلْ فَابْتَدَأْتَ وَ اسْتُمِيْحَ بَابُ فَضْلِكَ فَمَا أَكْدَيْتَ أَبَيْتَ إِلاَّ إِنْعَامًا وَ امْتِنَانًا وَ إِلاَّ تَطَوُّلاً يَا رَبِّ وَ إِحْسَانًا وَ أَبَيْتُ (يَا رَبِ‏) إِلاَّ انْتِهَاكًا لِحُرُمَاتِكَ وَ اجْتِرَاءً عَلَى مَعَاصِيْكَ وَ تَعَدِّيًا لِحُدُوْدِكَ وَ غَفْلَةً عَنْ وَعِيْدِكَ وَ طَاعَةً ِلعَدُوِّيْ وَ عَدُوِّكَ لَمْ يَمْنَعْكَ يَا إِلَهِيْ وَ نَاصِرِيْ إِخْلاَلِيْ بِالشُّكْرِ عَنْ إِتْمَامِ إِحْسَانِكَ وَ لاَ حَجَزَنِيْ ذَلِكَ عَنِ ارْتِكَابِ مَسَاخِطِكَ Ilahi, banyak dari persangkaan baik Engkau jadikan sungguh, dari patahnya kelembutan Engkau gantikan dan dari kemiskinan yang berat Engkau ubahkan, dari keadaan yang binasa Engkau tolongkan dan dari kesukaran Engkau lepaskan, tidak dipersoalkan apa yang Engkau lakukan (namun) merekalah yang akan dipersoalkan dan tidak mengurangkan Engkau apa yang Engkau gunakan, sungguh kepada Engkau telah diminta, maka Engkau memberi dan tidak diminta (pun) Engkau memulaikan, (senantiasa) terbuka pintu anugerah-Mu, maka tiada yang Engkau fakirkan, Engkau abaikan, kecual ia terliputi karunia dan pemberian, kecuali ia dikurniai, wahai Pengayom dan Pemberlaku kebaikan, aku terhalang (wahai Pengayom)! kecuali dalam kebodohan untuk menerjang kehormatan-Mu, tanpa segan terhadap melanggari-Mu dan melampaui batasan-batasan-Mu, melupakan tentang janji-janji-Mu, menaati musuhku dan musuh-Mu (namun itu) tak menghalang Engkau wahai Sembahanku dan Penolongku di kala kekosonganku dengan bersyukur terhadap sempurnanya kebaikan-Mu dan tidak mencegahku yang demikian itu dari melanggar penyebab kemarahan-Mu, اَللَّهُمَّ وَ هَذَا (فَهَذَا) مَقَامُ عَبْدٍ ذَلِيْلٍ اعْتَرَفَ لَكَ بِالتَّوْحِيْدِ وَ أَقَرَّ عَلَى نَفْسِهِ بِالتَّقْصِيْرِ فِيْ أَدَاءِ حَقِّكَ وَ شَهِدَ لَكَ بِسُبُوْغِ نِعْمَتِكَ عَلَيْهِ وَ جَمِيْلِ عَادَتِكَ عِنْدَهُ وَ إِحْسَانِكَ إِلَيْهِ ya Allah, dan ini (maka ini ) tempat hamba yang rendah, yang mengakui bagi-Mu dengan ketauhidan yang menetap pada jiwanya (namun) dengan bermalasan dalam menunaikan kepadanya, hak-hak-Mu, ia menyaksikan bagi-Mu kesempurnaan karunia-Mu atasnya, keindahan perilaku-Mu terhadapnya dan kebaikan-Mu, فَهَبْ لِيْ يَا إِلَهِيْ وَ سَيِّدِيْ مِنْ فَضْلِكَ مَا أُرِيْدُهُ (سَبَبًا) إِلَى رَحْمَتِكَ وَ أَتَّخِذُهُ سُلَّمًا أَعْرُجُ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَ آمَنُ بِهِ مِنْ سَخَطِكَ بِعِزَّتِكَ وَ طَوْلِكَ وَ بِحَقِّ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ maka anugerahilah untukku wahai Sembahanku dan Tuanku dari kurnia-Mu apa yang aku menginginkannya (sebagai sebab) mencapai rahmat-Mu dan mengambilnya sebagai tangga yang aku mendaki di dalamnya menuju keridhaan-Mu, berlindung dengannya (keridhaan-Mu itu) dari kemarahan-Mu, demi keagungan-Mu dan kemampuan-Mu dan demi Nabi-Mu Muhammad, yang Allah bershalawat atas-Nya dan atas keluarga-Nya, فَلَكَ الْحَمْدُ يَا رَبِّ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِي لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ، maka segala puji bagi-Mu, wahai Pengayomku terhadap kekuatan yang tidak terkalahkan, Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkan kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima-kasih dan terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat, إِلَهِيْ وَ كَمْ مِنْ عَبْدٍ أَمْسَى وَ أَصْبَحَ فِيْ كَرْبِ الْمَوْتِ وَ حَشْرَجَةِ الصَّدْرِ وَ النَّظَرِ إِلَى مَا تَقْشَعِرُّ مِنْهُ الْجُلُوْدُ وَ تَفْزَعُ لَهُ الْقُلُوْبُ وَ أَنَا فِيْ عَافِيَةٍ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ، Ilahi, banyak dari hamba yang menjalani hari-harinya dalam derita kematian dan tersendat-sendat nafas dadanya (karena)memandang kepada apa yang merindingkan kulit, menakutkan hati, sedang aku dalam ketenangan dari semua itu, فَلَكَ الْحَمْدُ يَا رَبِّ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِي لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ و لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْن، maka segala puji bagi-Mu, wahai Pengayomku terhadap kekuatan yang tidak terkalahkan, Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkan kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima kasih dan terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat, إِلَهِي وَ كَمْ مِنْ عَبْدٍ أَمْسَى وَ أَصْبَحَ سَقِيْمًا مُوْجَعُا فِي أَنَّةٍ وَ عَوِيْلٍ يَتَقَلَّبُ فِيْ غَمِّهِ لاَ يَجِدُ مَحِيْصًا وَ لاَ يُسِيْغُ طَعَامًا وَ لاَ (يَسْتَعْذِبُ‏) شَرَابًا وَ أَنَا فِيْ صِحَّةٍ مِنَ الْبَدَنِ وَ سَلاَمَةٍ مِنَ الْعَيْشِ كُلُّ ذَلِكَ مِنْكَ، Ilahi, banyak dari hamba yang menjalani hari-harinya dalam kepedihan sakit (setengah mati), merintih dan mengharap pertolongan, berbolak balik dalam kerisauannya, tidak menemukan penawar, tidak merasakan lezatnya makanan dan tidak minuman, sedang aku dalam kesehatan badan dan selamat dari menjalani kehidupan (yang demikian), semua itu dari-Mu, فَلَكَ الْحَمْدُ يَا رَبِّ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ، maka segala puji-bagi-Mu, wahai Pengayomku terhadap kekuatan yang tidak terkalahkan, Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkan kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima-kasih dan terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat, إِلَهِيْ وَ كَمْ مِنْ عَبْدٍ أَمْسَى وَ أَصْبَحَ خَائِفًا مَرْعُوْبًا مُشْفِقًا وَجِلاً هَارِبًا طَرِيْدًا مُنْجَحِرًا فِيْ مَضِيْقٍ وَ مَخْبَأَةٍ مِنَ الْمَخَابِئِ قَدْ ضَاقَتْ عَلَيْهِ الْأَرْضُ بِرُحْبِهَا لاَ يَجِدُ حِيْلَةً وَ لاَ مَنْجًى وَ لاَ مَأْوًى وَ أَنَا فِيْ أَمْنٍ وَ طُمَأْنِيْنَةٍ وَ عَافِيَةٍ مِنْ ذَلِكَ Ilahi, banyak dari hamba yang menjalani hari-harinya dalam ketakutan yang menggelisahkan (senantiasa terjaga) dalam berharap yang menakutkan, yang tak punya, yang dihindari dan mundur ke lubang-lubang sempit dan tersembunyi dari tempat persembunyian, telah menyempit bumi baginya dengan keluasannya, tiada menemukan penyelesaian, tiada tempat berlindung dan tempat tinggal, sedang aku dalam keamanan, ketenangan dan selamat dari semua itu, كُلِّهِ فَلَكَ الْحَمْدُ يَا رَبِّ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ، maka bagi-Mu segala puji, wahai Pengayomku terhadap kekuatan yang tidak terkalahkan, Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkanlah kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima kasih dan terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang seanantiasa ingat, إِلَهِيْ وَ سَيِّدِيْ وَ كَمْ مِنْ عَبْدٍ أَمْسَى وَ أَصْبَحَ مَغْلُوْلاً مُكَبَّلاً فِي الْحَدِيْدِ بِأَيدِي الْعُدَاةِ لاَ يَرْحَمُوْنَهُ فَقِيْدًا مِنْ أَهْلِهِ وَ وَلَدِهِ مُنْقَطِعًا عَنْ إِخْوَانِهِ و بَلَدِهِ يَتَوَقَّعُ كُلَّ سَاعَةٍ بِأَيِّ قِتْلَةٍ يُقْتَلُ وَ بِأَيِّ مُثْلَةٍ يُمَثَّلُ بِهِ وَ أَنَا فِيْ عَافِيَةٍ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ Ilahi dan Tuanku! Banyak dari hamba yang menjalani hari-harinya dalam keadaan kalah dan terikat dengan besi oleh tangan musuh yang tiada mengasihinya, dalam keadaan hampa dari sanak keluarga dan anak-anaknya dan terputus dari saudara dan tanah airnya, ia menunggu setiap saat dengan rupa pembunuhan yang akan dikenakan (kepadanya) dan rupa siksaan yang akan diperlakukan kepadanya, sedang aku dalam keselamatan dari semua itu, فَلَكَ الْحَمْدُ يَا رَبِّ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ، maka bagi-Mu segala puji wahai Pengayomku terhadap kekuatan yang tidak terkalahkan, Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkan kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima-kasih dan terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat, إِلَهِيْ وَ كَمْ مِنْ عَبْدٍ أَمْسَى وَ أَصْبَحَ يُقَاسِي الْحَرْبَ وَ مُبَاشَرَةَ الْقِتَالِ بِنَفْسِهِ قَدْ غَشِيَتْهُ الْأَعْدَاءُ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ بِالسُّيُوْفِ وَ الرِّمَاحِ وَ آلَةِ الْحَرْبِ يَتَقَعْقَعُ فِي الْحَدِيْدِ قَدْ بَلَغَ مَجْهُوْدَهُ لاَ يَعْرِفُ حِيْلَةً وَ لاَ يَجِدُ مَهْرَبًا قَدْ أُدْنِفَ بِالْجِرَاحَاتِ أَوْ مُتَشَحِّطًا بِدَمِهِ تَحْتَ السَّنَابِكِ وَ الْأَرْجُلِ يَتَمَنَّى شَرْبَةً مِنْ مَاءٍ أَوْ نَظْرَةً إِلَى أَهْلِهِ وَ وَلَدِهِ (وَ) لا يَقْدِرُ عَلَيْهَا وَ أَنَا فِيْ عَافِيَةٍ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ Ilahi, banyak dari hamba yang menjalani hari-harinya dalam kekerasan perang dan dengan jiwanya melangsungkan peperangan, musuh mengepungnya dari segala penjuru dengan pedang, panah dan alat peperangan yang bergeming dalam pautan besi, telah memuncak perjuangannya yang tak mengenal kemampuan (lelah) dan tak didapatinya tempat pelarian, ia dilemahkan oleh luka-luka atau dilumuri oleh darahnya di bawah sepatu kuda dan kaki-kaki, dalam keadaan mengharap minum air atau memandang kepada keluarga dan anaknya, namun ia tidak berkuasa atasnya sedang aku dalam keselamatan dari semua itu, فَلَكَ الْحَمْدُ يَا رَبِّ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلّ علَىَ مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ، maka segala puji bagi-Mu, wahai Pengayomku, terhadap kekuatan yang tidak terkalahkan, Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkan kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima kasih, dan terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat, إِلَهِيْ وَ كَمْ مِنْ عَبْدٍ أَمْسَى وَ أَصْبَحَ فِي ظُلُمَاتِ الْبِحَارِ وَ عَوَاصِفِ الرِّيَاحِ وَ الْأَهْوَالِ وَ الْأَمْوَاجِ يَتَوَقَّعُ الْغَرَقَ وَ الْهَلاَكَ لاَ يَقْدِرُ عَلَى حِيْلَةٍ أَوْ مُبْتَلًى بِصَاعِقَةٍ أَوْ هَدْمٍ أَوْ حَرْقٍ أَوْ شَرْقٍ أَوْ خَسْفٍ أَوْ مَسْخٍ أَوْ قَذْفٍ وَ أَنَا فِيْ عَافِيَةٍ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ Ilahi, banyak dari hamba yang menjalani hari-harinya dalam kegelapan lautan dan dalam hempasan angin, topan dan ombak sembari menunggu tenggelam dan kebinasaan, tanpa berkuasa atas peleraian atau tertimpa petir, runtuhan, terbakar, terpecah, terjatuh, terubah memburuk atau tertuduh sedang aku dalam keselamatan dari semua itu, فَلَكَ الْحَمْدُ يَا رَبِّ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ، maka bagi-Mu segala puji, wahai Pengayomku terhadap kekuatan yang tidak terkalahkan, Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkan kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima kasih dan terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat, إِلَهِيْ وَ كَمْ مِنْ عَبْدٍ أَمْسَى وَ أَصْبَحَ مُسَافِرًا شَاخِصًا عَنْ أَهْلِهِ وَ وَلَدِهِ مُتَحَيِّرًا فِي الْمَفَاوِزِ تَائِها مَعَ الْوُحُوْشِ وَ الْبَهَائِمِ وَ الْهَوَامِّ وَحِيْدًا فَرِيْدًا لاَ يَعْرِفُ حِيْلَةً وَ لاَ يَهْتَدِيْ سَبِيْلاً أَوْ (وَ) مُتَأَذِّيًا بِبَرْدٍ أَوْ حَرٍّ أَوْ جُوْعٍ أَوْ عُرْيٍ أَوْ غَيْرِهِ مِنَ الشَّدَائِدِ مِمَّا أَنَا مِنْهُ خِلْوٌ فِيْ عَافِيَةٍ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ Ilahi, banyak dari hamba yang menjalani hari-harinya dalam keadaan bepergian, dalam kesendirian jauh dari keluarga dan anaknya, dalam keadaan tertinggal di padang jalan, tergiring bersama binatang buas dan hewan-hewan liar dalam kesendirian, seorang diri tanpa mengetahui cara pelepasan dan tanpa tertunjuki jalan atau dalam keadaan tersiksa oleh kedinginan atau kepanasan atau kelaparan, ketelanjangan atau selain itu dari berbagai timpaan kesulitan, yang aku terbebas darinya, aku dalam keselamatan dari semua itu, فَلَكَ الْحَمْدُ يَا رَبِّ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ، maka bagi-Mu segala puji wahai Pengayomku terhadap kekuatan yang tidak terkalahkan, Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkanlah kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima kasih dan terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat, إِلَهِيْ وَ سَيِّدِيْ وَ كَمْ مِنْ عَبْدٍ أَمْسَى وَ أَصْبَحَ فَقِيْرًا عَائِلاً عَارِيًا مُمْلِقًا مُخْفِقًا مَهْجُوْرًا (خَائِفًا) جَائِعًا ظَمْآنَ يَنْتَظِرُ مَنْ يَعُوْدُ عَلَيْهِ بِفَضْلٍ أَوْ عَبْدٍ وَجِيْهٍ عِنْدَكَ هُوَ أَوْجَهُ مِنِّيْ عِنْدَكَ وَ أَشَدُّ عِبَادَةً لَكَ مَغْلُوْلاً مَقْهُوْرًا قَدْ حُمِّلَ ثِقْلاً مِنْ تَعَبِ الْعَنَاءِ وَ شِدَّةِ الْعُبُوْدِيَّةِ وَ كُلْفَةِ الرِّقِّ وَ ثِقْلِ الضَّرِيْبَةِ أَوْ مُبْتَلًى بِبَلاَءٍ شَدِيْدٍ لاَ قِبَلَ لَهُ (بِهِ‏) إِلاَّ بِمَنِّكَ عَلَيْهِ وَ أَنَا الْمَخْدُوْمُ الْمُنَعَّمُ الْمُعَافَى الْمُكَرَّمُ فِيْ عَافِيَةٍ مِمَّا هُوَ فِيْهِ Ilahi, Tuanku, banyak hamba yang menjalani hari-harinya dalam keadaan fakir berkeluarga, tak berpakaian, tak memiliki apa pun, dalam keadaan sedih yang menekan (menakutkan), dalam kelaparan, kehausan, sedang ia menunggu orang yang datang kepadanya dengan (membawa) karunia, atau banyak hamba yang berair muka (mulia) di sisi-Mu yang lebih dariku (derajatnya) di sisi-Mu dan lebih banyak mengabdi pada-Mu dalam keadaan menyerah, terkalah, ia telah memikul beban kepenatan yang berat dan peribadatan yang banyak dan telah menebal (menghitam) kulit lembut (nya) dan berat timbangan ganjarannya, atau tertimpa bencana besar yang tak dapat dihadapi olehnya, kecuali dengan pertolongan-Mu atasnya sedang aku diayomi, diberi karunia, dimaafkan, dimuliakan dan dalam keselamatan dari apa yang ia sedang berada di dalamnya, فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى ذَلِكَ كُلِّهِ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ، maka bagi-Mu segala puji atas semua itu, terhadap kekuatan yang tidak terkalahkan, Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkanlah kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima kasih dan terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat, إِلَهِيْ وَ سَيِّدِيْ وَ كَمْ مِنْ عَبْدٍ أَمْسَى وَ أَصْبَحَ عَلِيْلاً مَرِيْضًا سَقِيْمًا مُدْنِفًا عَلَى فُرُشِ الْعِلَّةِ وَ فِيْ لِبَاسِهَا يَتَقَلَّبُ يَمِيْنًا وَ شِمَالاً لاَ يَعْرِفُ شَيْئًا مِنْ لَذَّةِ الطَّعَامِ وَ لاَ مِنْ لَذَّةِ الشَّرَابِ يَنْظُرُ إِلَى نَفْسِهِ حَسْرَةً لاَ يَسْتَطِيعُ لَهَا ضَرًّا وَ لاَ نَفْعًا وَ أَنَا خِلْوٌ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ بِجُوْدِكَ وَ كَرَمِكَ Ilahi, Tuanku, banyak hamba yang menjalani hari-harinya dalam keadaan lumpuh, sakit, nyeri, tergeletak di atas pembaringan pesakitan dan dalam keadaan berbolak-balik, ke kanan dan ke kekiri dalam (selimut) pakaiannya tanpa dapat mengetahui sesuatu dari kelezatan makanan dan minuman, ia melihat kepada dirinya dalam keadaan penuh hasrat, tanpa dapat membahayakan dan memberi manfaat terhadapnya, sedang aku terbebas dari itu semua berkat anugerah dan kedermawanan-Mu فَلاَ إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لَكَ مِنَ الْعَابِدِيْنَ وَ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ وَ ارْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِين maka tiada Tuhan kecuali Engkau, Mahasuci Engkau yang berkekuatan tak terkalahkan, Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkanlah kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku untuk-Mu dari kalangan orang yang beribadat dan terhadap karunia-karunia-Mu dari orang-orang yang berterima kasih dan terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat, sayangilah aku dengan kasih-sayang-Mu, wahai Yang Mahakasih dari para pengasih مَوْلايَ وَ سَيِّدِيْ وَ كَمْ مِنْ عَبْدٍ أَمْسَى وَ أَصْبَحَ وَ قَدْ دَنَا يَوْمُهُ مِنْ حَتْفِهِ وَ أَحْدَقَ بِهِ مَلَكُ الْمَوْتِ فِيْ أَعْوَانِهِ يُعَالِجُ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَ حِيَاضَهُ تَدُوْرُ عَيْنَاهُ يَمِينا وَ شِمَالاَ يَنْظُرُ إِلَى أَحِبَّائِهِ وَ أَوِدَّائِهِ وَ أَخِلاَّئِهِ قَدْ مُنِعَ مِنَ الْكَلاَمِ وَ حُجِبَ عَنِ الْخِطَابِ يَنْظُرُ إِلَى نَفْسِهِ حَسْرَةً لاَ يَسْتَطِيعُ لَهَا ضَرًّا وَ لاَ نَفْعًا وَ أَنَا خِلْوٌ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ بِجُوْدِكَ وَ كَرَمِكَ (wahai) Pemilikku, Tuanku! Banyak hamba yang mejalani hari-harinya di kedekatan hari kematiannya, Malakul Maut meliputinya di kala dalam (dekapan) para penolongnya yang mengobati sakarat dan penyakitnya, matanya mengitari ke kanan dan ke kiri, menatap kepada kecintaan, kasih dan dambaan-dambaannya, telah tercegah ia dari berkata-kata dan terhalang dari berbicara, ia memandang dirinya dengan penuh hasrat, tanpa dapat membahayakan dan memberi manfaat terhadapnya sedang aku terbebas dari semua itu berkat anugerah da kedermawanan-Mu, فَلاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ وَ ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ maka tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau Yang berkekuatan tak terkalahkan, Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkanlah kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima kasih, terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat dan kasihanilah aku dengan kasih sayang-Mu wahai Yang Mahakasih dari para pengasih مَوْلايَ وَ سَيِّدِي وَ كَمْ مِنْ عَبْدٍ أَمْسَى وَ أَصْبَحَ فِي مَضَايِقِ الْحُبُوْسِ وَ السُّجُوْنِ وَ كُرَبِهَا وَ ذُلِّهَا وَ حَدِيْدِهَا يَتَدَاوَلُهُ أَعْوَانُهَا وَ زَبَانِيَتُهَا فَلاَ يَدْرِيْ أَيُّ حَالٍ يُفْعَلُ بِهِ وَ أَيُّ مُثْلَةٍ يُمَثَّلُ بِهِ فَهُوَ فِيْ ضُرٍّ مِنَ الْعَيْشِ وَ ضَنْكٍ مِنَ الْحَيَاةِ يَنْظُرُ إِلَى نَفْسِهِ حَسْرَةً لاَ يَسْتَطِيْعُ لَهَا ضَرًّا وَ لاَ نَفْعًا وَ أَنَا خِلْوٌ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ بِجُوْدِكَ وَ كَرَمِكَ (wahai) Pengayomku, Tuanku! Banyak hamba yang menjalani hari-harinya dalam kesempitan sel dan penjara disertai derita, hinaan dan borgol besinya, berganti-gantian para penjaga dan pengganasnya, sehingga ia tidak mengetahui keadaan apa yang akan dilakukan terhadapnya dan penganiayaan apa yang akan dikenakan kepadanya, maka dia dalam kesulitan dan kesempitan hidup, ia memandang dirinya dengan penuh hasrat tanpa dapat membahayaka dan memberi manfaat terhadapnya sedang aku terbebas dari semua itu berkat anugrah dan kedermawanan-Mu, فَلاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِي لَكَ مِنَ الْعَابِدِيْنَ وَ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ وَ ارْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، maka tiada Tuhan kecuali Engkau, Maha Suci Engkau Yang berkekuatan takterkalahkan, Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkan kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku untuk-Mu dari kalangan orang yang beribadah dan terhadap karunia-karunia-Mu dari orang yang berterima-kasih, dan terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat, sayangilah aku denga kasih-sayang-Mu سَيِّدِي وَ مَوْلايَ وَ كَمْ مِنْ عَبْدٍ أَمْسَى وَ أَصْبَحَ قَدِ اسْتَمَرَّ عَلَيْهِ الْقَضَاءُ وَ أَحْدَقَ بِهِ الْبَلاَءُ وَ فَارَقَ أَوِدَّاءَهُ وَ أَحِبَّاءَهُ وَ أَخِلاَّءَهُ وَ أَمْسَى أَسِيْرًا حَقِيْرًا ذَلِيْلاً فِيْ أَيْدِي الْكُفَّارِ وَ الْأَعْدَاءِ يَتَدَاوَلُوْنَهُ يَمِيْنًا وَ شِمَالاً قَدْ حُصِرَ فِي الْمَطَامِيْرِ وَ ثُقِّلَ بِالْحَدِيْدِ لاَ يَرَى شَيْئًا مِنْ ضِيَاءِ الدُّنْيَا وَ لاَ مِنْ رَوْحِهَا يَنْظُرُ إِلَى نَفْسِهِ حَسْرَةً لاَ يَسْتَطِيْعُ لَهَا ضَرًّا وَ لاَ نَفْعًا وَ أَنَا خِلْوٌ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ بِجُوْدِكَ وَ كَرَمِكَ (wahai) Tuanku, Pemilikku!, banyak darihamba yang menjalani hari-harinya dalam keadaan tertimpa mushibah yang bertubi-tubi, bencana meliputinya, bercerai-berai para kekasih, kecintaan serta dambaannya danmenjadi tawanan, dimaki, dihina dalam tangan orang-orang kafir dan musuh sambil bergantian kekanan dan kekiri, terperangkap dalam lubang gelapdan terbebankan dengan besi, tidak terlihat olehnya secercah-cahaya dunia, dan hampa dari hembusan anginnya, ia memandang dirinya dengan penuh hasrat tanpa dapat memberinya ahaya dan tidak kemanfaatan, sedang aku terbebas dari semua itu berkat anugrah dan kedermawanan-Mu, فَلاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ مِنْ مُقْتَدِرٍ لاَ يُغْلَبُ وَ ذِيْ أَنَاةٍ لاَ يَعْجَلُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لَكَ مِنَ الْعَابِدِيْنَ وَ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ وَ ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ maka tiada Tuhan kecuali Engkau, Mahasuci Engkau Yang berkekuatan tak terkalahkan,Pemilik ketangguhan yang tidak tergesa-gesa, curahkanlah kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku untuk-Mu dari kalangan orang yang beribadat dan terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima-kasih, terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat, sayangilah aku dengan kasih sayang-Mu, wahai Yang Mahakasih dari para pengasih, وَ عِزَّتِكَ يَا كَرِيمُ لَأَطْلُبَنَّ مِمَّا لَدَيْكَ وَ لَأُلِحَّنَّ عَلَيْكَ (لَأُلِجَّنَّ إِلَيْكَ‏) وَ لَأَمُدَّنَّ يَدِيْ نَحْوَكَ مَعَ جُرْمِهَا إِلَيْكَ يَا رَبِّ فَبِمَنْ أَعُوْذُ وَ بِمَنْ أَلُوْذُ لاَ أَحَدَ لِيْ إِلاَّ أَنْتَ أَفَتَرُدُّنِيْ وَ أَنْتَ مُعَوَّلِيْ وَ عَلَيْكَ مُتَّكَلِيْ، أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ الَّذِيْ وَضَعْتَهُعَلَى السَّمَاءِ فَاسْتَقَلَّتْ وَ عَلَى الْأَرْضِ فَاسْتَقَرَّتْ وَ عَلَى الْجِبَالِ فَرَسَتْ وَ عَلَى اللَّيْلِ فَأَظْلَمَ وَ عَلَى النَّهَارِ فَاسْتَنَارَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ تَقْضِيَ لِي حَوَائِجِيْ كُلَّهَا وَ تَغْفِرَ لِيْ ذُنُوْبِيْكُلَّهَا صَغِيْرَهَا وَ كَبِيْرَهَا وَ تُوَسِّعَ عَلَيَّ مِنَ الرِّزْقِ مَا تُبَلِّغُنِيْ بِهِ شَرَفَ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ يَا أَرْحَمَالرَّاحِمِيْنَ، demi keagungan-Mu wahai Yang Maha Dermawan, aku pasti meminta apa yang ada di sisi-Mu, sungguh aku akan memohon kepada-Mu, sungguh aku akan mengulurkan tanganku ke arah-Mu, berbarengan dengan perlakuan dosanya terhadap-Mu, wahai Pengayomku! dengan siapa aku akan berlindung dan dengan siapa aku bernaung, tiada seorang pun bagiku kecuali Engkau, adakah Engkau akan menolakku sedang Engkau tumpuan harapanku dan Engkau tempat sandaranku, aku meminta kepada-Mu dengan nama-Mu yang Engkau meletakannya di atas langit sehingga ia menjadi kokoh dan di atas bumi maka ia menjadi tetap dan di atas gunung-gunung sehingga ia menjadi tegak dan di atas malam maka ia menjadi gelap dan di atas siang maka ia menjadi terang, (demi nama itu) Engkau sejahterakan Muhammad dan keluarga Muhammad, dan Engkau selesaikan seluruh kebutuhanku, Engkau ampunkan dosa-dosaku seluruhnya, yang kecil dan yang besar, Engkau luaskan atasku bagian dari rezeki yang Engkau menyampaikan aku karenanya kepada kemuliaan dunia dan akhirat, مَوْلاَيَ بِكَ اسْتَعَنْتُ فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَعِنِّيْ وَ بِكَ اسْتَجَرْتُ فَأَجِرْنِيْ وَ أَغْنِنِيْ بِطَاعَتِكَ عَنْ طَاعَةِ عِبَادِكَ وَ بِمَسْأَلَتِكَ عَنْ مَسْأَلَةِ خَلْقِكَ وَ انْقُلْنِيْ مِنْ ذُلِّ الْفَقْرِ إِلَى عِزِّ الْغِنَى وَ مِنْ ذُلِّ الْمَعَاصِيْ إِلَى عِزِّ الطَّاعَةِ، فَقَدْ فَضَّلْتَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِنْ خَلْقِكَ جُوْدًا مِنْكَ وَ كَرَمًا لاَ بِاسْتِحْقَاقٍ مِنِّيْ، wahai Yang Maha Pengasih dari para pengasih, Pemilikku kepada Engkau, aku meminta bantuan, maka anugerahkan kesejahteraan atas Muhamad dan keluarga Muhammad, dan bantulah aku, kepada Engkau, aku meminta ganjaran, maka ganjarilah aku dan cukupkanlah aku dengan menaati-Mu dari menaati hamba-hamba-Mu dan (cukupkan aku) dengan meminta kepada-Mu dari meminta kepada ciptaan-Mu, pindahkanlah aku dari kehinaan kefakiran kepada kemuliaan kecukupan dan dari kehinaan bermaksiat kepada kemuliaan ketaatan, maka Engkau telah melebihutamakan aku atas kebanyakan dari ciptaan-Mu sebagai karunia dan kedermawanan dari-Mu bukan karena kelayakan dariku, إِلَهِيْ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى ذَلِكَ كُلِّهِ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ لِنَعْمَائِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَ لِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ (وَ ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ‏) Ilahi!, maka bagi-Mu segala puji atas itu semua, curahkan kesejahteraan atas Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku terhadap karunia-karunia-Mu dari kalangan orang yang berterima kasih, terhadap seluruh karunia-Mu sebagai orang yang senantiasa ingat (sayangilah daku dengan kasih-sayang-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari para pengasih). Kemudian, sujudlah sambil mengucapkan: سَجَدَ وَجْهِيَ الذَّلِيْلُ لِوَجْهِكَ الْعَزِيْزِ الْجَلِيْلِ، سَجَدَ وَجْهِيَ الْبَالِيْ الْفَانِيْ لِوَجْهِكَ الدَّائِمِ الْبَاقِيْ، سَجَدَ وَجْهِيَ الْفَقِيْرُ لِوَجْهِكَ الْغَنِيِّ الْكَبِيْرِ، سَجَدَ وَجْهِيْ وَ سَمْعِيْ وَ بَصَرِيْ وَ لَحْمِيْ وَ دَمِيْ وَ جِلْدِيْ وَ عَظْمِيْ وَ مَا أَقَلَّتِ الْأَرْضُ مِنِّيْ لِلَّهِ رِبِّ الْعَالَمِيْنَ، Bersujud wajahku yang hina karena wajah-Mu Yang Mulia, Yang Agung, bersujud wajahku yang telah rapuh, yang akan sirna karena wajah-Mu Yang Kekal, Yang Abadi, bersujud wajahku yang fakir karena wajah-Mu Yang Kaya, Yang Agung, merunduk wajahku, pendengaranku, penglihatanku, dagingku, darahku, kulitku, tulangku dan apa yang diangkut oleh bumi dariku, semua diperuntukkan kepada Tuhan, Pemelihara sekalian alam اَللَّهُمَّ عُدْ عَلَى جَهْلِيْ بِحِلْمِكَ وَ عَلَى فَقْرِيْ بِغِنَاكَ وَ عَلَى ذُلِّيْ بِعِزِّكَ وَ سُلْطَانِكَ وَ عَلَى ضَعْفِيْ بِقُوَّتِكَ وَ عَلَى خَوْفِيْ بِأَمْنِكَ وَ عَلَى ذُنُوْبِيْ وَ خَطَايَايَ بِعَفْوِكَ وَ رَحْمَتِكَ يَا رَحْمَانُ يَا رَحِيْمُ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَدْرَأُ بِكَ فِيْ نَحْرِ (فُلاَنِ بْنِ فُلاَنٍ‏) وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ فَاكْفِنِيْهِ بِمَا كَفَيْتَ بِهِ أَنْبِيَاءَكَ وَ أَوْلِيَاءَكَ مِنْ خَلْقِكَ وَ صَالِحِيْ عِبَادِكَ مِنْ فَرَاعِنَةِ خَلْقِكَ وَ طُغَاةِ عُدَاتِكَ وَ شَرِّ جَمِيْعِ خَلْقِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ وَ حَسْبُنَا اللَّهُ وَ نِعْمَ الْوَكِيْلُ Wahai Sembahanku, kembalikanlah kedunguanku kepada kesabaran-Mu, kefakiranku kepada kekayaan-Mu dan kehinaanku kepada keagungan dan kekuasaan-Mu, kelemahanku kepada kekuatan-Mu, ketakutanku kepada keamanan-Mu, dosa dan kesalahanku kepada pengampunan dan kasih-sayang-Mu, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Yang Maha Penyayang, Wahai Sembahanku! Sungguh aku mengadakan pembelaan dengan Engkau dalam menghadapi (fulan bin fulan ) dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya, maka belalah aku terhadapnya, dengan pembelaan-Mu yang Engkau telah lakukan untuk para nabi, awliya'-Mu dan orang-orang baik di kalangan hamba ciptaan-Mu terhadap kejahatan makhluk dan pembangkangan musuh-musuh-Mu dan kejahatan seluruh ciptaan-Mu, dengan kasih-sayang-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari para pengasih, sesungguhnya Engkau Maha Berkemampuan atas segala sesuatu, cukuplah Allah bagi kita dan (Dialah) paling baiknya pengayom. [1] Dzu’âf adalah racun dan kematian yang cepat merenggut (seseorang). Dzu’âq dengan diakhiri Qaf juga betul. Dâ`u dzu’âq berarti penyakit yang mematikan.

i. Doa Jausyan Kabîr

Doa ini disebutkan dalam Kitab al-Balad al-Amîn dan al-Mishbâh, karya Kaf'ami. Doa ini diriwayatkan dari Imam Zainul Abidin, dari ayah beliau, dari kakek beliau, Rasulullah saw. Malaikat Jibril membawa doa ini ketika beliau sedang dalam peperangan. Pada waktu itu, beliau memakai sebuah baju besi (jausyan) mahal yang karena beratnya sehingga membuat badan beliau kesakitan. Kemudian Malaikat Jibril berkata, "Wahai Muhammad, Tuhanmu mengirimkan salam kepadamu. Ia berfirman, "Lepaslah baju besi itu dan bacalah doa ini. Karena ia adalah pengaman bagimu dan umatmu". Setelah itu, Kaf'ami menyebutkan keutamaan-keutamaan yang dimiliki oleh doa ini yang pada kesempatan ini tidak mungkin untuk disebutkan semua. Di antara keutamaan-keutamaannya adalah: Sesiapa menuliskannya di atas kafannya, maka Allah merasa malu untuk menyiksanya dengan api neraka. Sesiapa membacanya di awal bulan Ramadhan dengan niat yang tulus, Allah akan menganugerahkan kepadanya (kesempatan mendapatkan) lailatul qadr dan menciptakan tujuh puluh ribu malaikat baginya yang tugas mereka adalah bertasbih dan menyucikan (Allah), lalu pahalanya disimpan untuknya. Sesiapa membacanya pada bulan Ramadhan sebanyak tiga kali, Allah akan mengharamkan jasadnya atas api neraka, mewajibkan surga baginya, memerintahkan dua malaikat untuk selalu menjaganya dari maksiat, dan ia akan selalu berada dalam lindungan Allah selama hidupnya. Di akhir hadis, Imam Husain as berkata, "Ayahku, Ali bin Abi Thalib berwasiat agar aku menjaga doa ini, menuliskannya di atas kafannya, mengajarkannya kepada keluargaku, dan menyuruh mereka untuk membacanya. Dan doa ini (berisi) seribu asma dan di antaranya adalah asma yang teragung (al-ism al-a'zham). Menurut pendapatku, dari hadis tersebut, dapat disimpulkan dua hal: Pertama, disunnahkan untuk menuliskannya di atas kafan. Dalam kitab ad-Durrah, Allamah Bahrul Ulum (semoga Allah mengharumkan kuburnya) berkata (dalam sebuah syair), Sunnah dituliskan di atas kafan, kesaksian Islam dan iman, pun jua al-Qur’an dan Jausyan, sebagai perisai dari api siksaan. Kedua, sunnah untuk membacanya di awal bulan Ramadhan. Adapun (kesunnahan) membacanya khusus di malam lailatul qadr, tidak ada hadis yang menyebutkan hal itu. Akan tetapi, Allamah Majlisi (semoga Allah menyucikan ruhnya) dalam kitab Zâd al-Ma'âd ketika beliau menyebutkan amalan-amalam malam lailatul qadr berkata, "Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa doa Jausyan Kabir hendaknya dibaca pada salah satu dari tiga malam (lailatul qadr) tersebut." Dalam hal ini, cukuplah kesaksian beliau itu bagi kita. Semoga Allah menempatkannya di dalam surga. Ala kulli hâl, doa ini terdiri dari seratus pasal, dan setiap pasalnya meliput sepuluh asma Ilahiî. Di akhir setiap pasal, kita harus membaca, سُبْحَانَكَ يَا لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، الْغَوْثَ الْغَوْثَ ، خَلِّصْنَا مِنَ النَّارِ يَا رَبِّ Mahasuci Engkau, wahai (Yang) tiada Tuhan selain Engkau, curahkanlah pertolongan-Mu, curahkanlah pertolongan-Mu, bebaskanlah kami dari neraka ya Tuhanku. Dalam kitab al-Balad al-Amîn disebutkan bahwa di awal setiap pasal kita membaca Bismillâh, dan di akhirnya membaca, سُبْحَانَكَ يَا لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، الْغَوْثَ الْغَوْثَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَ خَلِّصْنَا مِنَ النَّارِ يَا رَبِّ، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ Mahasuci Engkau, wahai (Yang) tiada Tuhan selain Engkau, curahkanlah pertolongan-Mu, curahkanlah pertolongan-Mu, dan limpahkanlah shalawat-Mu atas Muhammad dan keluarganya, bebaskanlah kami dari (jeratan) api neraka ya Tuhanku, wahai Pemilik keagungan dan anugerah, wahai Yang lebih Pengasih dari mereka yang pengasih. Doa itu adalah sebagai berikut: (١) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا اللَّهُ، يَا رَحْمَانُ، يَا رَحِيْمُ، يَا كَرِيْمُ، يَا مُقِيْمُ، يَا عَظِيْمُ، يَا قَدِيْمُ، يَا عَلِيْمُ، يَا حَلِيْمُ، يَا حَكِيْمُ،﴿سُبْحَانَكَ يَا لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، اَلْغَوْثَ الْغَوْثَ، خَلِّصْنَا مِنَ النَّارِ يَا رَبِّ﴾ (1) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, ya Allah, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Yang Maha Dermawan, wahai Yang Maha Menegakkan, wahai Yang Mahaagung, wahai Yang Maha Dahulu, wahai Yang Maha Mengetahui, wahai Yang Maha Penyabar, wahai Yang Mahabijaksana, Mahasuci Engkau wahai yang tiada Tuhan selain Engkau; curahkanlah pertolongan-Mu, curahkanlah pertolongan-Mu, bebaskanlah kami dari (jeratan) api neraka wahai Tuhanku; (٢) يَا سَيِّدَ السَّادَاتِ، يَا مُجِيْبَ الدَّعَوَاتِ، يَا رَافِعَ الدَّرَجَاتِ، يَا وَلِيَّ الْحَسَنَاتِ، يَا غَافِرَ الْخَطِيْئَاتِ، يَا مُعْطِيَ الْمَسْأَلاَتِ، يَا قَابِلَ التَّوْبَاتِ، يَا سَامِعَ اْلأَصْوَاتِ، يَا عَالِمَ الْخَفِيْاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ، (2) WahaiPemimpin dari segala pemimpin, wahai Pengabul semua doa, wahai Pengangkat derajat, wahai Pemilik segala kebaikan, wahai Pengampun segala kesalahan, Wahai Pemberi segala permohonan, wahai Penerima semua taubat, wahai Pendengar semua suara (rintihan), wahai Yang Mengetahui hal-hal yang tersembunyi, wahai Penolak segala bencana, (٣) يَا خَيْرَ الْغَافِرِيْنَ، يَا خَيْرَ الْفَاتِحِيْنَ، يَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ، يَا خَيْرَ الْحَاكِمِيْنَ، يَا خَيْرَ الرَّازِقِيْنَ، يَا خَيْرَ الْوَارِثِيْنَ، يَا خَيْرَ الْحَامِدِيْنَ، يَا خَيْرَ الذَّاكِرِيْنَ، يَا خَيْرَ الْمُنْزِلِيْنَ، يَا خَيْرَ الْمُحْسِنِيْنَ، (3)Wahai sebaik-baik Pengampun, wahai Sebaik-baik Pembuka, wahai Sebaik-baik Penolong, wahai Sebaik-baik Penguasa, wahai Sebaik-baik Pemberi Rezeki, wahai Sebaik-baik Pewaris, wahai Sebaik-baik Pemuji, wahai Sebaik-baik Penyebut, wahai Sebaik-baik Penurun (rahmat), wahai Sebaik-baik Yang Berbuat kebaikan, (٤) يَا مَنْ لَهُ الْعِزَّةُ وَ الْجَمَالُ، يَا مَنْ لَهُ الْقُدْرَةُ وَ الْكَمَالُ، يَا مَنْ لَهُ الْمُلْكُ وَ الْجَلاَلُ، يَا مَنْ هُوَ الْكَبِيْرُ الْمُتَعَالِ، يَا مُنْشِئَ السَّحَابِ الثِّقَالِ، يَا مَنْ هُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِ، يَا مَنْ هُوَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ، يَا مَنْ هُوَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ، يَا مَنْ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ يَا مَنْ عِنْدَهُ أَمُّ الْكِتَابِ، (4) Wahai Yang bagi-Nya kemuliaan dan keindahan, wahai Yang bagi-Nya kekuasaan dan kesempurnaan, wahai Yang bagi-Nya kerajaan dan keagungan, wahai Yang Mahabesar dan Mahatinggi, wahai Pembentuk awan yang tebal, wahai Yang Mahakeras balasan-Nya, wahai Yang Mahacepat perhitungan-Nya, wahai Yang Mahakeras siksa-Nya, wahai Yang di sisi-Nya segala balasan baik, wahai Yang di sisi-Nya induk segala catatan, (٥) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا حَنَّانُ يَا مَنَّانُ، يَا دَيَّانُ يَا بُرْهَانُ، يَا سُلْطَانُ يَا رِضْوَانُ، يَا غُفْرَانُ يَا سُبْحَانُ، يَا مُسْتَعَانُ يَا ذَا الْمَنِّ وَ الْبَيَانِ، (5)Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang Maha Penyayang, wahai Yang Maha Dermawan, wahai Yang Maha Pembalas, wahai Yang Petunjuk (orang-orang yang sesat), wahai Raja Diraja, wahai Yang Maha Meridhai, wahai Yang Maha Pengampun, wahai Tempat Memohon pertolonga, wahai Pemilik Karunia dan Penjelasan, (۶) يَا مَنْ تَوَاضَعَ كُلُّ شَيْئٍ لِعَظَمَتِهِ، يَا مَنِ اسْتَسْلَمَ كُلُّ شَيْئٍ لِقُدْرَتِهِ، يَا مَنْ ذَلَّ كُلُّ شَيْئٍ لِعِزَّتِهِ، يَا مَنْ خَضَعَ كُلُّ شَيْئٍ لِهَيْبَتِهِ، يَا مَنِ انْقَادَ كُلُّ شَيْئٍ مِنْ خَشْيَتِهِ، يَا مَنْ تَشَقَّقَتِ الْجِبَالُ مِنْ مَخَافَتِهِ، يَا مَنْ قَامَتِ السَّمَاوَاتُ بِأَمْرِهِ، يَا مَنِ اسْتَقَرَّتِ اْلأَرَضُوْنَ بِإِذْنِهِ، يَا مَنْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ، يَا مَنْ لاَ يَعْتَدِيْ عَلَى أَهْلِ مَمْلَكَتِهِ، (6) Wahai Yang segala sesuatu merendah karena keagungan-Nya, wahai Yang segala sesuatu menyerah karena kekuasaan-Nya, wahai Yang segala sesuatu hina karena kemuliaan-Nya, wahai Yang segala sesuatu tunduk karena kewibaan-Nya, wahai Yang segala sesuatu taat karena takut kepada-Nya, wahai Yang gunung-gunung terbelah karena takut kepada-Nya, wahai Yang langit tegak berdiri karena perintah-Nya, wahai Yang bumi ajek karena izin-Nya, wahai Yang kilat bertasbih memuji-Nya, wahai Yang tidak pernah menindas para penghuni kerajaan-Nya, (۷) يَا غَافِرَ الْخَطَايَا، يَا كَاشِفَ الْبَلاَيَا، يَا مُنْتَهَى الرَّجَايَا، يَا مُجْزِلَ الْعَطَايَا، يَا وَاهِبَ الْهَدَايَا، يَا رَازِقَ الْبَرَايَا، يَا قَاضِيَ الْمَنَايَا، يَا سَامِعَ الشَّكَايَا، يَا بَاعِثَ الْبَرَايَا، يَا مُطْلِقَ اْلأُسَارَى، (7) wahai Pengampun segala kesalahan, wahai Penolak segala bencana, wahai Puncak segala harapan, wahai Penganugerah segala karunia, wahai Pemberi segala hadiah, wahai Pemberi rezeki manusia, wahai Pemenuh cita-cita, wahai Pendengar segala keluhan, wahai Pembangkit manusia, wahai Pembebas para tawanan, (۸) يَا ذَا الْحَمْدِ وَ الثَّنَاءِ، يَا ذَا الْفَخْرِ وَ الْبَهَاءِ، يَا ذَا الْمَجْدِ وَ السَّنَاءِ، يَا ذَا الْعَهْدِ وَ الْوَفَاءِ، يَا ذَا الْعَفْوِ وَ الرِّضَاءِ، يَا ذَا الْمَنِّ وَ الْعَطَاءِ، يَا ذَا الْفَصْلِ وَ الْقَضَاءِ، يَا ذَا الْعِزِّ وَ الْبَقَاءِ، يَا ذَا الْجُوْدِ وَ السَّخَاءِ، يَا ذَا اْلآلاَءِ وَ النَّعْمَاءِ، (8) wahai Pemilik pujian dan sanjungan, wahai Pemilik keagungan dan kehebatan, wahai Pemilik kemuliaan dan kebesaran, wahai Yang memilik janji dan kesetiaan, wahai Pemilik maaf dan ridha, wahai Pemilik karunia dan pemberian, wahai Pemilik keputusan dan ketentuan, wahai Pemilik kemuliaan dan kekekalan, wahai Pemilik kedermawanan dan kemurahan, wahai Pemilik karunia dan kekaruniaan, (۹) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ يَا مَانِعُ يَا دَافِعُ، يَا رَافِعُ يَا صَانِعُ، يَا نَافِعُ يَا سَامِعُ، يَا جَامِعُ يَا شَافِعُ، يَا وَاسِعُ يَا مُوْسِعُ، (9) ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang Maha Pencegah, wahai Yang Maha Penolak, wahai Yang Maha Pengangkat, wahai Yang Maha Pembuat, wahai Yang Maha Pemberi Manfaat, wahai Yang Maha Mendengar, wahai Yang Maha Pengumpul, wahai Yang Maha Pemberi Syafaat, wahai Yang Mahaluas, wahai Yang Maha Melapangkan, (۱۰) يَا صَانِعَ كُلِّ مَصْنُوْعٍ، يَا خَالِقَ كُلِّ مَخْلُوْقٍ، يَا رَازِقَ كُلِّ مَرْزُوْقٍ، يَا مَالِكَ كُلِّ مَمْلُوْكٍ، يَا كَاشِفَ كُلِّ مَكْرُوْبٍ، يَا فَارِجَ كُلِّ مَهْمُوْمٍ، يَا رَاحِمَ كُلِّ مَرْحُوْمٍ، يَا نَاصِرَ كُلِّ مَخْذُوْلٍ، يَا سَاتِرَ كُلِّ مَعْيُوْبٍ، يَا مَلْجَأَ كُلِّ مَطْرُوْدٍ، (10) Wahai Pembuat setiap ciptaan, wahai Pencipta setiap makhluk, wahai Pemberi rezeki setiap makhluk, wahai Pemilik setiap hamba, wahai Penyingkap kesusahan, wahai Penghilang setiap kesedihan, wahai Pengasih setiap yang dikasihi, wahai Penolong setiap yang dicampakkan, wahai Penutup setiap cela, wahai Tempat Berlindung setiap yang terusir, (۱۱) يَا عُدَّتِيْ عِنْدَ شِدَّتِيْ، يَا رَجَائِيْ عِنْدَ مُصِيْبَتِيْ، يَا مُوْنِسِيْ عِنْدَ وَحْشَتِيْ، يَا صَاحِبِيْ عِنْدَ غُرْبَتِيْ، يَا وَلِيِّيْ عِنْدَ نِعْمَتِيْ، يَا غِيَاثِيْ عِنْدَ كُرْبَتِيْ، يَا دَلِيْلِيْ عِنْدَ حَيْرَتِيْ، يَا غَنَائِيْ عِنْدَ افْتِقَارِيْ، يَا مَلْجَإِيْ عِنْدَ اضْطِرَارِيْ، يَا مُعِيْنِيْ عِنْدَ مَفْزَعِيْ، (11) Wahai Bekalku di saat kesulitanku, wahai Harapanku di saat cobaanku, wahai Penghiburku di saat kesusahanku, wahai Teman Setiaku di saat keterasinganku, wahai Pemilikku dalam karuniaku, wahai Penolongku dalam kegelisahanku, wahai Penunjuk (jalan)ku di saat kebingunganku, wahai Pencukupku di saat kebutuhanku, wahai Tempat Berlindungku di masa sulitku, wahai Penolongku dalam kecemasanku, (۱۲) يَا عَلاَّمَ الْغُيُوْبِ، يَا غَفَّارَ الذُّنُوْبِ، يَا سَتَّارَ الْعُيُوْبِ، يَا كَاشِفَ الْكُرُوْبِ، يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، يَا طَبِيْبَ الْقُلُوْبِ، يَا مُنَوِّرَ الْقُلُوْبِ، يَا أَنِيْسَ الْقُلُوْبِ، يَا مُفَرِّجَ الْهُمُوْمِ، يَا مُنَفِّسَ الْغُمُوْمِ، (12) Wahai Yang mengetahui hal-hal yang gaaib, wahai Pengampun segala dosa, wahai Penutup segala cela, wahai Penyirna segala kesusahan, wahai Yang membolikbalikkan hati, wahai Penenang hati, wahai Penerang hati, wahai Penghibur hati, wahai Penyingkap segala kesedihan, wahai Penghilang segala duka, (۱۳) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا جَلِيْلُ يَا جَمِيْلُ، يَا وَكِيْلُ يَا كَفِيْلُ، يَا دَلِيْلُ يَا قَبِيْلُ، يَا مُدِيْلُ يَا مُنِيْلُ، يَا مُقِيْلُ يَا مُحِيْلُ، (13) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang Mahaagung, wahai Yang Mahaindah, wahai Yang Maha Penjaga, wahai Yang Penjamin, wahai Pemberi petunjuk, wahai Penjamin, wahai Pemenang, wahai Pemberi, wahai Pemaaf, wahai Pengubah, (۱۴) يَا دَلِيْلَ الْمُتَحَيِّرِيْنَ، يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ، يَا صَرِيْخَ الْمُسْتَصْرِخِيْنَ، يَا جَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ، يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ، يَا عَوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ، يَا رَاحِمَ الْمَسَاكِيْنِ، يَا مَلْجَأَ الْعَاصِيْنَ، يَا غَافِرَ الْمُذْنِبِيْنَ، يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ، (14) Wahai Petunjuk orang-orang yang kebingungan, wahai Penolong orang-orang yang memohon pertolongan, wahai Yang mendengar jeritan orang-orang yang menjerit, wahai Pelindung orang-orang yang memohon perlindungan, wahai Pengaman orang-orang yang ketakutan, wahai Penolong mukminin, wahai Pengasih orang-orang miskin, wahai Tempat pelarian orang-orang yang bermaksiat, wahai Pengampun orang-orang yang berlumuran dosa, wahai Pengabul doa orang-orang yang ditimpa kesulitan, (۱۵) يَا ذَا الْجُوْدِ وَ اْلإِحْسَانِ، يَا ذَا الْفَضْلِ وَ اْلإمْتِنَانِ، يَا ذَا اْلأَمْنِ وَ اْلأَمَانِ، يَا ذَا الْقُدْسِ وَ السُّبْحَانِ، يَا ذَا الْحِكْمَةِ وَ الْبَيَانِ، يَا ذَا الرَّحْمَةِ وَ الرِّضْوَانِ، يَا ذَا الْحُجَّةِ وَ الْبُرْهَانِ، يَا ذَا الْعَظَمَةِ وَ السُّلْطَانِ، يَا ذَا الرَّأْفَةِ وَ الْمُسْتَعَانِ، يَا ذَا الْعَفْوِ وَ الْغُفْرَانِ، (15) Wahai Pemilik kemurahan dan kebaikan, wahai Pemilik karunia dan pemberian, wahai Pemilik rasa aman dan ketentraman, wahai Pemilik kemurnian dan kesucian, wahai Pemilik hikmah dan penjelasan, wahai Pemilik rahmat dan keridhaan, wahai Pemilik hujjah dan dalil, wahai Pemilik keagungan dan kerajaan, wahai Pemilik kasih sayang dan tempat memohon pertolongan, wahai Pemilik masa dan ampunan, (۱۶) يَا مَنْ هُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْئٍ، يَا مَنْ هُوَ إِلَهُ كُلِّ شَيْئ يَا مَنْ هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْئٍ، يَا مَنْ هُوَ صَانِعُ كُلِّ شَيْئٍ، يَا مَنْ هُوَ قَبْلَ كُلِّ شَيْئٍ، يَا مَنْ هُوَ بَعْدَ كُلِّ شَيْئٍ، يَا مَنْ هُوَ فَوْقَ كُلِّ شَيْئٍ، يَا مَنْ هُوَ عَالِمٌ بِكُلِّ شَيْئٍ، يَا مَنْ هُوَ قَادِرٌ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ، يَا مَنْ هُوَ يَبْقَى وَ يَفْنَى كُلُّ شَيْئٍ، Wahai Tuhan Yang mengatur segala sesuatu, wahai Tuhan segala sesuatu, wahai Tuhan Pencipta segala sesuatu, wahai Tuhan Pembuat segala sesuatu, wahai Tuhan yang telah ada sebelum segala sesuatu, wahai Tuhan yang akan tetap ada setelah segala sesuatu, wahai Yang ada di atas segala sesuatu, wahai Yang Mengetahui segala sesuatu, wahai Tuhan yang mampu atas segala sesuatu, wahai Tuhan yang akan tetap kekal dan akan sirna segala sesuatu, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا مُؤْمِنُ يَا مُهَيْمِنُ، يَا مُكَوِّنُ يَا مُلَقِّنُ، يَا مُبَيِّنُ يَا مُهَوِّنُ، يَا مُمَكِّنُ يَا مُزَيِّنُ، يَا مُعْلِنُ يَا مُقَسِّمُ، (17) ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Pemberi keamanan, wahai Penguasa (jagad), wahai Yang Membentuk, wahai Yang Membimbing, wahai Yang Menjelaskan, wahai Yang Memudahkan, wahai Yang Menguatkan, wahai Yang Memperindah, wahai Yang Menampakkan, wahai Yang Membagi, (۱۸) يَا مَنْ هُوَ فِيْ مُلْكِهِ مُقِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ سُلْطَانِهِ قَدِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ جَلاَلِهِ عَظِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ عَلَى عِبَادِهِ رَحِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ بِمَنْ عَصَاهُ حَلِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ بِمَنْ رَجَاهُ كَرِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ صُنْعِهِ حَكِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ حِكْمَتِهِ لَطِيْفٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ لُطْفِهِ قَدِيْمٌ، (18) Wahai Yang Kekal dalam kerajaan-Nya, wahai Yang Mahadahulu dalam kekuasaan-Nya, wahai Yang Mahaagung dalam kebesaran-Nya, wahai Yang Maha Pengasih atas hamba-hamba-Nya, wahai Yang Mengetahui segala sesuatu, wahai Yang Mahasabar atas hamba yang menentang-Nya, wahai Yang Maha Dermawan kepada hamba yang mengharapkan-Nya, wahai Yang Mahabijaksana dalam ciptaan-Mya, wahai Yang Mahalembut dalam kebijaksaan-Nya, wahai Yang Mahadahulu dalam kelembutan-Nya, (۱۹) يَا مَنْ لاَ يُرْجَى إِلاَّ فَضْلُهُ، يَا مَنْ لاَ يُسْأَلُ إِلاَّ عَفْوُهُ، يَا مَنْ لاَ يُنْظَرُ إِلاَّ بِرُّهُ، يَا مَنْ لاَ يُخَافُ إِلاَّ عَدْلُهُ، يَا مَنْ لاَ يَدُوْمُ إِلاَّ مُلْكُهُ، يَا مَنْ لاَ سُلْطَانَ إِلاَّ سُلْطَانُهُ، يَا مَنْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْئٍ رَحْمَتُهُ، يَا مَنْ سَبَقَتْ رَحْمَتُهُ غَضَبَهُ، يَا مَنْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْئٍ عِلْمُهُ، يَا مَنْ لَيْسَ أَحَدٌ مِثْلُهُ، (19) Wahai Zat yang tidak diharapkan kecuali karunia-Nya, wahai Zat yang tidak dimohon kecuali maaf-Nya, wahai Zat yang tidak dilihat kecuali kebaikan-Nya, wahai Zat yang tidak ditakuti kecuali keadilan-Nya, wahai Zat yang tidak akan sirna kerajaan-Nya, wahai Zat yang tidak ada kerajaan kecuali kerajaan-Nya, wahai Zat yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, wahai Zat yang rahmat-Nya mengalahkan amarah-Nya, wahai Zat yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, wahai Zat yang tak seorang pun setara dengan-Nya, (۲۰) يَا فَارِجَ الْهَمِّ، يَا كَاشِفَ الْغَمِّ، يَا غَافِرَ الذَّنْبِ، يَا قَابِلَ التَّوْبِ، يَا خَالِقَ الْخَلْقِ، يَا صَادِقَ الْوَعْدِ، يَا مُوْفِيَ الْعَهْدِ، يَا عَالِمَ السِّرِّ، يَا فَالِقَ الْحَبِّ، يَا رَازِقَ اْلأَنَامِ، (20) Wahai Penyirna kesedihan, wahai Penyingkap kesusahan, wahai Pengampun dosa, wahai Penerima taubat, wahai Pencipta makhluk, wahai Yang benar janji-Nya, wahai Yang menepati janji, wahai Yang Mengetahui segala rahasia, wahai Pembelah biji-bijian, wahai Yang Mengaruniakan rezeki kepada manusia, (۲۱) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا عَلِيُّ يَا وَفِيُّ، يَا غَنِيُّ يَا مَلِيُّ، يَا حَفِيُّ يَا رَضِيُّ، يَا زَكِيُّ يَا بَدِيُّ، يَا قَوِيُّ يَا وَلِيُّ، (21) Ya Allah, aku meohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang Mahatinggi, wahai Yang Maha Menepati janji, wahai Yang Mahakaya, wahai Yang Mahakuat, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Yang Meridhai, wahai Yang Suci, wahai Pencipta, wahai Yang Mahakuat, wahai Yang Mencintai, (۲۲) يَا مَنْ أَظْهَرَ الْجَمِيْلَ، يَا مَنْ سَتَرَ الْقَبِيْحَ، يَا مَنْ لَمْ يُؤَاخِذْ بِالْجَرِيْرَةِ، يَا مَنْ لَمْ يَهْتِكِ السِّتْرَ، يَا عَظِيْمَ الْعَفْوِ، يَا حَسَنَ التَّجَاوُزِ، يَا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ، يَا بَاسِطَ الْيَدَيْنِ بِالرَّحْمَةِ، يَا صَاحِبَ كُلِّ نَجْوَى، يَا مُنْتَهَى كُلِّ شَكْوَى، (22) Wahai Zat yang menampakkan yang indah, wahai Zat yang menutupi yang jelek, wahai Zat yang tidak segera menyiksa karena suatu kesalahan, wahai Zat yang tidak menyingkap tabir (dosa-dosa), wahai Yang agung maaf-Nya, wahai Yang Mahabaik maaf-Nya, wahai Yang Mahaluas ampunan-Nya, wahai Yang terbuka kedua tangan-Nya dengan rahmat, wahai Yang Mendengar (۲۳) يَا ذَا النِّعْمَةِ السَّابِغَةِ، يَا ذَا الرَّحْمَةِ الْوَاسِعَةِ، يَا ذَا الْمِنَّةِ السَّابِقَةِ، يَا ذَا الْحِكْمَةِ الْبَالِغَةِ، يَا ذَا الْقُدْرَةِ الْكَامِلَةِ، يَا ذَا الْحُجَّةِ الْقَاطِعَةِ، يَا ذَا الْكَرَامَةِ الظَّاهِرَةِ، يَا ذَا الْعِزَّةِ الدَّائِمَةِ، يَا ذَا الْقُوَّةِ الْمَتِيْنَةِ، يَا ذَا الْعَظَمَةِ الْمَنِيْعَةِ، (23) Wahai Pemilik karunia yang melimpah, wahai Pemilik rahmat yang luas, wahai Pemilik anugerah yang terdahulu (dari keberadaan), wahai Pemilik hikmah tertinggi, wahai Pemilik kekuasaan yang sempurna, wahai Pemilik hujjah yang tak terbantah, wahai Pemilik kedermawanan yang nampak, wahai Pemilik kemuliaan yang abadi, wahai Pemilik kekuatan yang kokoh, wahai Pemilik keagungan yang tegar (۲۴) يَا بَدِيْعَ السَّمَاوَاتِ، يَا جَاعِلَ الظُّلُمَاتِ، يَا رَاحِمَ الْعَبَرَاتِ، يَا مُقِيْلَ الْعَثَرَاتِ، يَا سَاتِرَ الْعَوْرَاتِ، يَا مُحْيِيَ اْلأَمْوَاتِ، يَا مُنْزِلَ اْلآيَاتِ، يَا مُضَعِّفَ الْحَسَنَاتِ، يَا مَاحِيَ السَّيِّئَاتِ، يَا شَدِيْدَ النَّقِمَاتِ، (24) Wahai Pencipta langit, wahai Pembuat kegelapan, wahai Pengasih air mata (yang menetes), wahai Pengampun kesalahan, wahai Penutup cela dan aib, wahai Penghidup orang-orang telah mati, wahai Penurun ayat-ayat, wahai Yang melipatgandakan (pahala) kebaikan, wahai Penyirna segala kejelekan, wahai Yang dahsyat siksa-Nya, (۲۵) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا مُصَوِّرُ يَا مُقَدِّرُ، يَا مُدَبِّرُ يَا مُطَهِّرُ، يَا مُنَوِّرُ يَا مُيَسِّرُ، يَا مُبَشِّرُ يَا مُنْذِرُ، يَا مُقَدِّمُ يَا مُؤَخِّرُ، (25) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Pembentuk, wahai Penentu, wahai Pengatur, wahai Penyuci, wahai Penerang, wahai Pemudah (segala urusan), wahai Pemberi berita gembira, wahai Pengancam, wahai Yang mendahulukan, wahai Yang mengakhirkan (۲۶)يَا رَبَّ الْبَيْتِ الْحَرَامِ، يَا رَبَّ الشَّهْرِ الْحَرَامِ، يَا رَبَّ الْبَلَدِ الْحَرَامِ، يَا رَبَّ الرُّكْنِ وَ الْمَقَامِ، يَا رَبَّ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ، يَا رَبَّ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، يَا رَبَّ الْحِلِّ وَ الْحَرَامِ، يَا رَبَّ النُّوْرِ وَ الظَّلاَمِ، يَا رَبَّ التَّحِيَّةِ وَ السَّلاَمِ، يَا رَبَّ الْقُدْرَةِ فِيْ اْلأَنَامِ، (26) Wahai Tuhan Ka’bah yang suci, wahai Pemelihara bulan yang suci, wahai Penjaga negeri yang suci, wahai Tuhan Rukn (sisi-sisi Ka’bah) dan Maqam[1], wahai Tuhan Masy’aril Haram (Muzdalifah), wahai Tuhan Masjidil Haram, wahai Tuhan halal dan haram, wahai Tuhan cahaya dan kegelapan, wahai Tuhan penghormatan dan salam, wahai Tuhan Yang Berkuasa atas seluruh manusia, (۲۷) يَا أَحْكَمَ الْحَاكِمِيْنَ، يَا أَعْدَلَ الْعَادِلِيْنَ، يَا أَصْدَقَ الصَّادِقِيْنَ، يَا أَطْهَرَ الطَّاهِرِيْنَ، يَا أَحْسَنَ الْخَالِقِيْنَ، يَا أَسْرَعَ الْحَاسِبِيْنَ، يَا أَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ، يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ، يَا أَشْفَعَ الشَّافِعِيْنَ، يَا أَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ، (27) Wahai Yang lebih bijaksana dari mereka yang bijaksana, wahai Yang lebih adil dari mereka yang adil, wahai Yang benar dari mereka yang berkata benar, wahai Yang paling suci dari mereka yang suci, wahai Yang paling baik dari mereka yang menciptakan, wahai Yang paling cepat hisab-Nya, wahai Yang paling mendengar dari mereka yang dapat mendengar, wahai Yang paling melihat dari mereka yang dapat melihat, wahai Yang Maha Pensyafaat dari mereka yang dapat memberi syafaat, wahai Yang paling mulia dari mereka yang mulia, (۲۸) يَا عِمَادَ مَنْ لاَ عِمَادَ لَهُ، يَا سَنَدَ مَنْ لاَ سَنَدَ لَهُ، يَا ذُخْرَ مَنْ لاَ ذُخْرَ لَهُ، يَا حِرْزَ مَنْ لاَ حِرْزَ لَهُ، يَا غِيَاثَ مَنْ لاَ غِيَاثَ لَهُ، يَا فَخْرَ مَنْ لاَ فَخْرَ لَهُ، يَا عِزَّ مَنْ لاَ عِزَّ لَهُ، يَا مُعِيْنَ مَنْ لاَ مُعِيْنَ لَهُ، يَا أَنِيْسَ مَنْ لاَ أَنِيْسَ لَهُ، يَا أَمَانَ مَنْ لاَ أَمَانَ لَهُ، (28) Wahai Sandaran bagi yang tidak memiliki sandaran, wahai Tumpuan bagi yang tidak memiliki tumpuan, wahai Simpanan bagi yang tidak memiliki simpanan, wahai Penjaga bagi yang tidak memiliki penjaga, wahai Pelindung bagi yang tidak memiliki pelindung, wahai Kebanggaan bagi yang tidak memiliki kebanggaan, wahai Kemuliaan bagi yang tidak memiliki kemuliaan, wahai Penolong bagi yang tidak memiliki penolong, wahai Pujaan bagi yang tidak memiliki pujaan, wahai Pengaman bagi yang tidak memiliki pengaman, (۲۹) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا عَاصِمُ يَا قَائِمُ، يَا دَائِمُ يَا رَاحِمُ، يَا سَالِمُ يَا حَاكِمُ، يَا عَالِمُ يَا قَاسِمُ، َا قَابِضُ يَا بَاسِطُ، (29) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang Maha Penjaga, wahai Yang Berdiri Sendiri, wahai Yang Mahakekal, wahai Yang Maha Penyayang, wahai Yang terselamatkan (dari segala kekurangan), wahai Yang Maha Berkuasa, wahai Yang Maha Mengetahui, wahai Yang Maha Membagi, wahai Yang Maha Menahan, wahai Yang Maha Melimpahkan, ي (۳۰) يَا عَاصِمَ مَنِ اسْتَعْصَمَهُ، يَا رَاحِمَ مَنِ اسْتَرْحَمَهُ، يَا غَافِرَ مَنِ اسْتَغْفَرَهُ، يَا نَاصِرَ مَنِ اسْتَنْصَرَهُ، يَا حَافِظَ مَنِ اسْتَحْفَظَهُ، يَا مُكْرِمَ مَنِ اسْتَكْرَمَهُ، يَا مُرْشِدَ مَنِ اسْتَرْشَدَهُ، يَا صَرِيْخَ مَنِ اسْتَصْرَخَهُ، يَا مُعِيْنَ مَنِ اسْتَعَانَهُ، يَا مُغِيْثَ مَنِ اسْتَغَاثَهُ، (30) wahai Pelindung bagi yang memohon perlindungan kepada-Nya, wahai Penyayang kepada yang meminta kasih sayang-Nya, wahai Pengampun bagi yang meminta ampunan kepada-Nya, wahai Penolong bagi yang meminta pertolongan-Nya, wahai Penjaga bagi yang meminta penjagaan dari-Nya, wahai Yang Memuliakan orang yang meminta kemuliaan dari-Nya, wahai Pembimbing bagi yang meminta bimbingan kepada-Nya, wahai Yang Mendengar jeritan orang yang memohon bantuan kepada-Nya, wahai Penolong bagi yang meminta pertolongan kepada-Nya, wahai Pelindung bagi orang yang meminta perlindungan-Nya, (۳۱) يَا عَزِيْزًا لاَ يُضَامُ، يَا لَطِيْفًا لاَ يُرَامُ، يَا قَيُّوْمًا لاَ يَنَامُ، يَا دَائِمًا لاَ يَفُوْتُ، يَا حَيًّا لاَ يَمُوْتُ، يَا مَلِكًا لاَ يَزُوْلُ، يَا بَاقِيًا لاَ يَفْنَى، يَا عَالِمًا لاَ يَجْهَلُ، يَا صَمَدًا لاَ يُطْعَمُ، يَا قَوِيًّا لاَ يَضْعُفُ، (31) wahai Mahaperkasa yang tak ‘kan teraniaya, wahai Mahalembut yang tak ‘kan tergapai (hakikat-Nya), wahai Mahategar yang tak ‘kan pernah tidur, wahai Mahaabadi yang tak ‘kan pernah sirna, wahai Mahahidup yang tak ‘kan pernah mati, wahai Raja Diraja yang tak ‘kan terjatuhkan, wahai Mahakekal yang tak ‘kan pernah musnah, wahai Maha Mengetahui yang tak ‘kan pernah bodoh, wahai Tempat Bergantung yang tak pernah butuh bantuan, wahai Mahakuat yang tak ‘kan pernah lemah, (۳۲) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا أَحَدُ يَا وَاحِدُ، يَا شَاهِدُ يَا مَاجِدُ، يَا حَامِدُ يَا رَاشِدُ، يَا بَاعِثُ يَا وَارِثُ، يَا ضَارُّ يَا نَافِعُ، (32) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang Mahatunggal, wahai Yang Maha Esa, wahai Yang Maha Menyaksikan, wahai Yang Mahamulia, wahai Yang Maha Memuji, wahai Maha Pemberi petunjuk, wahai Maha Pembangkit, wahai Maha Pewaris, wahai Yang Memberikan bahaya, wahai Yang Memberikan manfaat, (۳۳) يَا أَعْظَمَ مِنْ كُلِّ عَظِيْمٍ، يَا أَكْرَمَ مِنْ كُلِّ كَرِيْمٍ، يَا أَرْحَمَ مِنْ كُلِّ رَحِيْمٍ، يَا أَعْلَمَ مِنْ كُلِّ عَلِيْمٍ، يَا أَحْكَمَ مِنْ كُلِّ حَكِيْمٍ، يَا أَقْدَمَ مِنْ كُلِّ قَدِيْمٍ، يَا أَكْبَرَ مِنْ كُلِّ كَبِيْرٍ، يَا أَلْطَفَ مِنْ كُلِّ لَطِيْفٍ، يَا أَجَلَّ مِنْ كُلِّ جَلِيْلٍ، يَا أَعَزَّ مِنْ كُلِّ عَزِيْزٍ، (33) Wahai Yang lebih agung dari setiap yang agung, wahai Yang lebih Dermawan dari setiap yang dermawan, wahai Yang lebih pengasih dari setiap pengasih, wahai Yang lebih mengetahui dari setiap yang mengetahui, wahai Yang lebih bijaksana dari setiap yang bijaksana, wahai Yang lebih dahulu dari setiap yang dahulu, wahai Yang lebih besar dari setiap yang besar, wahai Yang lebih lembut dari setiap yang lembut, wahai Yang lebih perkasa dari setiap yang perkasa, wahai Yang lebih mulia dari setiap yang mulia, (۳۴) يَا كَرِيْمَ الصَّفْحِ، يَا عَظِيْمَ الْمَنِّ، يَا كَثِيْرَ الْخَيْرِ، يَا قَدِيْمَ الْفَضْلِ، يَا دَائِمَ اللُّطْفِ، يَا لَطِيفَ الصُّنْعِ، يَا مُنَفِّسَ الْكَرْبِ، يَا كَاشِفَ الضُّرِّ، يَا مَالِكَ الْمُلْكِ، يَا قَاضِيَ الْحَقِّ، (34) Wahai Yang Mahamulia maaf-Nya, wahai Yang Mahabesar pemberian-Nya, wahai Yang banyak kebaikan-Nya, wahai Yang Mahadahulu karunia-Nya, wahai Yang selalu abadi kemurahan-Nya, wahai Yang lembut ciptaan-nya, wahai Pembasmi kegundahan, wahai Penyingkap kesusahan, wahai Pemilik segala kerajaan, wahai Penegak kebenaran (۳۵) يَا مَنْ هُوَ فِيْ عَهْدِهِ وَفِيٌّ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ وَفَائِهِ قَوِيٌّ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ قُوَّتِهِ عَلِيٌّ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ عُلُوِّهِ قَرِيْبٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ قُرْبِهِ لَطِيْفٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ لُطْفِهِ شَرِيْفٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ شَرَفِهِ عَزِيْزٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ عِزِّهِ عَظِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ عَظَمَتِهِ مَجِيْدٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ مَجْدِهِ حَمِيْدٌ، (35) Wahai Yang selalu menepati janji-Nya, wahai Yang Mahakuat dalam kesetiaan-Nya, wahai Yang Mahatinggi dalam kekuatan-Nya, wahai Yang Mahadekat dalam kemahatinggian-Nya, wahai Yang Mahalembut dalam kedekatan-Nya, wahai Yang Mahamulia dalam kelembutan-Nya, wahai Yang Mahakuat dalam kemuliaan-Nya, wahai Yang Mahaagung dalam kekuatan-Nya, wahai Yang Mahaperkasa dalam keagungan-Nya, wahai Yang Maha Terpuji dalam keperkasaan-Nya, (۳۶)اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا كَافِيْ يَا شَافِيْ، يَا وَافِيْ يَا مُعَافِيْ، يَا هَادِيْ يَا دَاعِيْ، يَا قَاضِيْ يَا رَاضِيْ، يَا عَالِيْ يَا بَاقِيْ، (36) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang Maha Mencukupi, wahai Yang Maha Menyembuhkan, wahai Yang Maha Menunaikan janji, wahai Yang Maha Menyembuhkan, wahai Pemberi petunjuk, wahai Yang selalu menyeru, wahai Pemutus (perkara), wahaiYang selalu meridhai, wahai Yang Mahatinggi, wahai Yang Mahakekal (۳۷) يَا مَنْ كُلُّ شَيْئٍ خَاضِعٌ لَهُ، يَا مَنْ كُلُّ شَيْئٍ خَاشِعٌ لَهُ، يَا مَنْ كُلُّ شَيْئٍ كَائِنٌ لَهُ، يَا مَنْ كُلُّ شَيْئٍ مَوْجُوْدٌ بِهِ، يَا مَنْ كُلُّ شَيْئٍ مُنِيْبٌ إِلَيْهِ، يَا مَنْ كُلُّ شَيْئٍ خَائِفٌ مِنْهُ، يَا مَنْ كُلُّ شَيْئٍ قَائِمٌ بِهِ، يَا مَنْ كُلُّ شَيْئٍ صَائِرٌ إِلَيْهِ، يَا مَنْ كُلُّ شَيْئٍ يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ، يَا مَنْ كُلُّ شَيْئٍ هَالِكٌ إِلاَّ وَجْهَهُ، (37) wahai Zat yang segala sesuatu tunduk kepada-Nya, wahai Zat yang segala sesuatu menjadi khusyuk di hadapan-Nya, wahai Zat yang segala sesuatu menjadi ada karena-Nya, wahai Zat yang segala berada karena-Nya, wahai Zat yang segala sesuatu kembali kepada-Nya, wahai Zat yang segala sesuatu takut kepada-Nya, wahai Zat yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya, wahai Zat yang segala sesuatu akan pergi menjumpai-Nya, wahai Zat yang segala sesuatu bertasbih dengan memuji-Nya, wahai Zat yang segala sesuatu akan sirna kecuali Zat-Nya, (۳۸) يَا مَنْ لاَ مَفَرَّ إِلاَّ إِلَيْهِ، يَا مَنْ لاَ مَفْزَعَ إِلاَّ إِلَيْهِ، يَا مَنْ لاَ مَقْصَدَ إِلاَّ إِلَيْهِ، يَا مَنْ لاَ مَنْجَى مِنْهُ إِلاَّ إِلَيْهِ، يَا مَنْ لاَ يُرْغَبُ إِلاَّ إِلَيْهِ، يَا مَنْ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِهِ، يَا مَنْ لاَ يُسْتَعَانُ إِلاَّ بِهِ، يَا مَنْ لاَ يُتَوَكَّلُ إِلاَّ عَلَيْهِ، يَا مَنْ لاَ يُرْجَى إِلاَّ هُوَ، يَا مَنْ لاَ يُعْبَدُ إِلاَّ هُوَ، (38) wahai Yang tiada tempat pelarian kecuali kepada-Nya, wahai Yang tiada tempat bernaung kecuali pada-Nya, wahai Yang tiada tujuan kecuali kepada-Nya, wahai Yang tiada tempat menyelamatkan diri kecuali kepada-Nya, wahai Yang tiada didambakan kecuali Ia, wahai Yang tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan)-Nya, wahai Yang tiada dapat dimintai pertolongan kecuali Ia, wahai Yang tiada dapat dipasrahkan kecuali kepada-Nya, wahai Yang tiada dapat diharapkan kecuali Ia, wahai Yang tiada layak disembah kecuali Ia (۳۹)يَا خَيْرَ الْمَرْهُوبِيْنَ، يَا خَيْرَ الْمَرْغُوبِيْنَ، يَا خَيْرَ الْمَطْلُوبِيْنَ، يَا خَيْرَ الْمَسْؤُوْلِيْنَ، يَا خَيْرَ الْمَقْصُوْدِيْنَ، يَا خَيْرَ الْمَذْكُوْرِيْنَ، يَا خَيْرَ الْمَشْكُوْرِيْنَ، يَا خَيْرَ الْمَحْبُوْبِيْنَ، يَا خَيْرَ الْمَدْعُوِّيْنَ، يَا خَيْرَ الْمُسْتَأْنِسِيْنَ، (39) Wahai Sebaik-baik yang dapat ditakuti, wahai Sebaik-baik yang dapat didambakan, wahai Sebaik-baik yang dapat diminta, wahai Sebaik-baik yang dapat dimohon, wahai Sebaik-baik yang dapat dituju, wahai Sebaik-baik yang dapat disebut, wahai Sebaik-baik yang dapat disyukuri, wahai Sebaik-baik yang dapat dicintai, wahai Sebaik-baik yang dapat diseru, wahai Sebaik-baik yang dapat memberi ketenangan (۴۰) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا غَافِرُ يَا سَاتِرُ، يَا قَادِرُ يَا قَاهِرُ، يَا فَاطِرُ يَا كَاسِرُ، يَا جَابِرُ يَا ذَاكِرُ، يَا نَاظِرُ يَا نَاصِرُ، (40) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang Maha Pengampun, wahai Yang Maha Menutupi (aib), wahai Yang Mahamampu, wahai Yang Mahaperkasa, wahai Yang Maha Pencipta, wahai Yang Maha Penghancur (tulang-belulang), wahai Yang Maha Menambal (tulang-belulang yang telah hancur), wahai Yang Maha Pengingat, wahai Yang Maha Mengawasi, wahai Yang Maha Penolong (۴۱) يَا مَنْ خَلَقَ فَسَوَّى، يَا مَنْ قَدَّرَ فَهَدَى، يَا مَنْ يَكْشِفُ الْبَلْوَى، يَا مَنْ يَسْمَعُ النَّجْوَى، يَا مَنْ يُنْقِذُ الْغَرْقَى، يَا مَنْ يُنْجِي الْهَلْكَى، يَا مَنْ يَشْفِيْ الْمَرْضَى، يَا مَنْ أَضْحَكَ وَ أَبْكَى، يَا مَنْ أَمَاتَ وَ أَحْيَى، يَا مَنْ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَ اْلأُنْثَى، (41) Wahai Yang menciptakan lalu menyempurnakan, wahai Yang menentukan lalu memberi petunjuk, wahai Yang menghilangkan petaka, wahai Yang mendengar rintihan, wahai Yang menyelamatkan mereka yang tenggelam, wahai Yang menyelamatkan mereka yang celaka, wahai Yang menyembuhkan mereka yang sakit, wahai Yang membuat orang tertawa dan menangis, wahai Yang mematikan dan menghidupkan, wahai Yang menciptakan satu pasangan, lelaki dan wanita (۴۲) يَا مَنْ فِيْ الْبَرِّ وَ الْبَحْرِ سَبِيْلُهُ، يَا مَنْ فِيْ اْلآفَاقِ آيَاتُهُ، يَا مَنْ فِيْ اْلآيَاتِ بُرْهَانُهُ، يَا مَنْ فِيْ الْمَمَاتِ قُدْرَتُهُ، يَا مَنْ فِيْ الْقُبُوْرِ عِبْرَتُهُ، يَا مَنْ فِيْ الْقِيَامَةِ مُلْكُهُ، يَا مَنْ فِيْ الْحِسَابِ هَيْبَتُهُ، يَا مَنْ فِيْ الْمِيْزَانِ قَضَاؤُهُ، يَا مَنْ فِيْ الْجَنَّةِ ثَوَابُهُ، يَا مَنْ فِيْ النَّارِ عِقَابُهُ، (42) Wahai Yang di daratan dan lautan jalan (menuju)-Nya, wahai Yang di alam semesta tanda-tanda (kebesaran)-Nya, wahai Yang di dalam tanda-tanda (kebesaran)-Nya petunjuk-Nya, wahai Yang dalam dalam kematian (tampak) kekuasaan-Nya, wahai Yang di dalam kubur pelajaran (berharga bagi makhluk)-Nya, wahai Yang di Hari Kiamat kerajaan-Nya, wahai Yang di Hari Hisab kewibawaan-Nya, wahai Yang di hari Timbangan (amal tampak) keputusan-Nya, wahai Yang di dalam surga pahala-Nya, wahai Yang di dalam neraka siksa-Nya (۴۳) يَا مَنْ إِلَيْهِ يَهْرُبُ الْخَائِفُوْنَ، يَا مَنْ إِلَيْهِ يَفْزَعُ الْمُذْنِبُوْنَ، يَا مَنْ إِلَيْهِ يَقْصِدُ الْمُنِيْبُوْنَ، يَا مَنْ إِلَيْهِ يَرْغَبُ الزَّاهِدُوْنَ، يَا مَنْ إِلَيْهِ يَلْجَأُ الْمُتَحَيِّرُوْنَ، يَا مَنْ بِهِ يَسْتَأْنِسُ الْمُرِيْدُوْنَ، يَا مَنْ بِهِ يَفْتَخِرُ الْمُحِبُّوْنَ، يَا مَنْ فِيْ عَفْوِهِ يَطْمَعُ الْخَاطِئُوْنَ، يَا مَنْ إِلَيْهِ يَسْكُنُ الْمُوْقِنُوْنَ، يَا مَنْ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُوْنَ، (43) Wahai Yang ke haribaan-Nya berlari orang-orang yang takut, wahai Yang kepada-Nya merasa takut orang-orang yang berdosa, wahai Yang kepada-Nya menuju orang-orang yang bertaubat, wahai Yang kepada-Nya mendamba orang-orang yang zuhud, wahai Yang kepada-Nya berlindung orang-orang yang kebingungan, wahai Yang dengan-Nya merasa tenteram orang-orang yang rindu, wahai Yang dengan-Nya berbangga orang-orang yang mencintai(-Nya), wahai Yang maaf-Nya diharapkan oleh orang-orang yang bersalah, wahai Yang dengan-Nya orang-orang yang yakin merasa tenteram, wahai Yang kepada-Nya orang-orang bertawakal berpasrah diri (۴۴) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا حَبِيْبُ يَا طَبِيْبُ، يَا قَرِيْبُ يَا رَقِيْبُ، يَا حَسِيْبُ يَا مَهِيْبُ (مُهِيبُ)، يَا مُثِيْبُ يَا مُجِيْبُ، يَا خَبِيْرُ يَا بَصِيْرُ، (44) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Kekasih, wahai Penyembuh, wahai Yang Dekat, wahai Yang Mengawasi, wahai Yang Menghitung, wahai Yang Berwibawa, wahai Yang memberi pahala, wahai Pengabul (doa), wahai Yang Maha Mengetahui, wahai Yang Maha Melihat (۴۵) يَا أَقْرَبَ مِنْ كُلِّ قَرِيْبٍ، يَا أَحَبَّ مِنْ كُلِّ حَبِيْبٍ، يَا أَبْصَرَ مِنْ كُلِّ بَصِيْرٍ، يَا أَخْبَرَ مِنْ كُلِّ خَبِيْرٍ، يَا أَشْرَفَ مِنْ كُلِّ شَرِيْفٍ، يَا أَرْفَعَ مِنْ كُلِّ رَفِيْعٍ يَا أَقْوَى مِنْ كُلِّ قَوِيٍّ، يَا أَغْنَى مِنْ كُلِّ غَنِيٍّ، يَا أَجْوَدَ مِنْ كُلِّ جَوَادٍ، يَا أَرْأَفَ مِنْ كُلِّ رَؤُوْفٍ، (45) Wahai Yang lebih dekat dari setiap yang dekat, wahai Yang lebih pengasih dari setiap pengasih, wahai Yang lebih melihat dari setiap yang melihat, wahai Yang lebih tahu dari yang mengetahui, wahai Yang lebih mulia dari setiap yang mulia, wahai Yang lebih tinggi dari setiap yang tinggi, wahai Yang lebih kuat dari setiap yang kuat, wahai Yang lebih kaya dari setiap yang kaya, wahai Yang lebih dermawan dari setiap yang dermawan, wahai Yang lebih penyayang dari setiap penyayang (۴۶) يَا غَالِبًا غَيْرَ مَغْلُوْبٍ، يَا صَانِعًا غَيْرَ مَصْنُوْعٍ، يَا خَالِقًا غَيْرَ مَخْلُوْقٍ، يَا مَالِكًا غَيْرَ مَمْلُوْكٍ، يَا قَاهِرًا غَيْرَ مَقْهُوْرٍ، يَا رَافِعًا غَيْرَ مَرْفُوْعٍ، يَا حَافِظًا غَيْرَ مَحْفُوْظٍ، يَا نَاصِرًا غَيْرَ مَنْصُوْرٍ، يَا شَاهِدًا غَيْرَ غَائِبٍ، يَا قَرِيْبًا غَيْرَ بَعِيْدٍ، (46) Wahai Yang selalu menang tak terkalahkan, wahai Yang membuat tak terbuat, wahai Yang menciptakan tak terciptakan, wahai Yang memiliki tak termiliki, wahai Yang menguasai tak terkuasai, wahai Yang Mahatinggi tak ada yang melebihi, wahai Yang menjaga tak memerlukan penjagaan, wahai Yang menolong tak perlu pertolongan, wahai Yang nyata tidak gaib, wahai Yang dekat tidak jauh (۴۷) يَا نُوْرَ النُّوْرِ، يَا مُنَوِّرَ النُّوْرِ، يَا خَالِقَ النُّوْرِ، يَا مُدَبِّرَ النُّوْرِ، يَا مُقَدِّرَ النُّوْرِ، يَا نُوْرَ كُلِّ نُوْرٍ، يَا نُوْرًا قَبْلَ كُلِّ نُوْرٍ، يَا نُوْرًا بَعْدَ كُلِّ نُوْرٍ، يَا نُوْرًا فَوْقَ كُلِّ نُوْرٍ، يَا نُوْرًا لَيْسَ كَمِثْلِهِ نُوْرٌ، (47) Wahai Cahaya bagi segala cahaya, wahai Pemberi cahaya bagi segala cahaya, wahai Pencipta segala cahaya, wahai Pengatur segala cahaya, wahai Penentu segala cahaya, wahai Cahaya bagi setiap cahaya, wahai Cahaya sebelum setiap cahaya, wahai Cahaya setelah setiap cahaya, wahai Cahaya di atas setiap cahaya, wahai Cahaya yang tidak diserupai oleh cahaya mana pun, (۴۸) يَا مَنْ عَطَاؤُهُ شَرِيْفٌ، يَا مَنْ فِعْلُهُ لَطِيْفٌ، يَا مَنْ لُطْفُهُ مُقِيْمٌ، يَا مَنْ إِحْسَانُهُ قَدِيْمٌ، يَا مَنْ قَوْلُهُ حَقٌّ، يَا مَنْ وَعْدُهُ صِدْقٌ، يَا مَنْ عَفْوُهُ فَضْلٌ، يَا مَنْ عَذَابُهُ عَدْلٌ، يَا مَنْ ذِكْرُهُ حُلْوٌ، يَا مَنْ فَضْلُهُ عَمِيْمٌ، (48) Wahai Yang pemberian-Nya mulia, wahai Yang perbuatan-Nya lembut, wahai Yang kelembutan-Nya tak ‘kan berubah, wahai Yang kebaikan-Nya terdahulu, wahai Yang firman-Nya benar, wahai Yang janji-Nya selalu tepat, wahai Yang maaf-Nya keutamaan, wahai Yang siksa-Nya keadilan, wahai Yang menyebut-Nya menyenangkan, wahai Yang karunia-Nya menyeluruh (۴۹) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا مُسَهِّلُ يَا مُفَصِّلُ، يَا مُبَدِّلُ يَا مُذَلِّلُ، يَا مُنَزِّلُ يَا مُنَوِّلُ، يَا مُفْضِلُ يَا مُجْزِلُ، يَا مُمْهِلُ يَا مُجْمِلُ، (49) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang memudahkan (setiap perkara), wahai Yang merinci, wahai Yang mengganti, wahai Yang menghinakan, wahai Yang menurunkan, wahai Yang melimpahkan (anugerah), wahai Yang Maha Dermawan, wahai Yang mencurahkan (rahmat), wahai Yang memberi kesempatan, wahai Yang memberi keindahan (۵۰) يَا مَنْ يَرَى وَ لاَ يُرَى، يَا مَنْ يَخْلُقُ وَ لاَ يُخْلَقُ، يَا مَنْ يَهْدِيْ وَ لاَ يُهْدَى، يَا مَنْ يُحْيِيْ وَ لاَ يُحْيَى، يَا مَنْ يَسْأَلُ وَ لاَ يُسْأَلُ، يَا مَنْ يُطْعِمُ وَ لاَ يُطْعَمُ، يَا مَنْ يُجِيْرُ وَ لاَ يُجَارُ عَلَيْهِ، يَا مَنْ يَقْضِيْ وَ لاَ يُقْضَى عَلَيْهِ، يَا مَنْ يَحْكُمُ وَ لاَ يُحْكَمُ عَلَيْهِ، يَا مَنْ لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُولَدْ وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، 50) Wahai Yang melihat dan tak dilihat, wahai Yang menciptakan dan tak dicipta, wahai Yang memberi petunjuk dan tidak diberi petunjuk, wahai Yang menghidupkan dan tidak dihidupkan, wahai Yang menanyai dan tidak ditanyakan, wahai Yang memberi makan dan tidak diberi makan, wahai Yang memberi perlindungan dan tidak diberi perlindungan, wahai Yang menentukan dan tidak ditentukan, wahai yang memutuskan dan tidak diputuskan, wahai Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan serta tidak seorang pun yang menyamai-nya, (۵۱) يَا نِعْمَ الْحَسِيْبُ، يَا نِعْمَ الطَّبِيْبُ، يَا نِعْمَ الرَّقِيْبُ، يَا نِعْمَ الْقَرِيْبُ، يَا نِعْمَ الْمُجِيْبُ، يَا نِعْمَ الْحَبِيْبُ، يَا نِعْمَ الْكَفِيْلُ، يَا نِعْمَ الْوَكِيْلُ، يَا نِعْمَ الْمَوْلَى، يَا نِعْمَ النَّصِيْرُ، (51) Wahai Sebaik-baik penghitung (amalan), wahai Sebaik-baik penyembuh, wahai Sebaik-baik pengawas, wahai Sebaik-baik yang dekat, wahai Sebaik-baik pengabul (doa), wahai Sebaik-baik kekasih, wahai Sebaik-baik penjamin, wahai Sebaik-baik penanggung, wahai Sebaik-baik pemimpin, wahai Sebaik-baik penolong (۵۲) يَا سُرُوْرَ الْعَارِفِيْنَ، يَا مُنَى الْمُحِبِّيْنَ، يَا أَنِيْسَ الْمُرِيْدِيْنَ، يَا حَبِيْبَ التَّوَّابِيْنَ، يَا رَازِقَ الْمُقِلِّيْنَ، يَا رَجَاءَ الْمُذْنِبِيْنَ، يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْعَابِدِيْنَ، يَا مُنَفِّسَ عَنِ الْمَكْرُوْبِيْنَ، يَا مُفَرِّجَ عَنِ الْمَغْمُوْمِيْنَ، يَا إِلَهَ اْلأَوَّلِيْنَ وَ اْلآخِرِيْنَ، (52) Wahai Hiburan para arif, wahai Harapan para pecinta, wahai Pujaan para pencari, wahai Kekasih para ahli taubat, wahai Pemberi rezeki orang fakir, wahai Harapan para pendosa, wahai Permata hati para ahli ibadah, wahai Pelepas derita orang-orang yang dilanda derita, wahai Penyirna kesusahan orang-orang yang dilanda kesusahan, wahai Tuhan orang-orang dahulu dan kemudian, (۵۳) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا رَبَّنَا يَا إِلَهَنَا، يَا سَيِّدَنَا يَا مَوْلانَا، يَا نَاصِرَنَا يَا حَافِظَنَا، يَا دَلِيْلَنَا يَا مُعِيْنَنَا، يَا حَبِيْبَنَا يَا طَبِيْبَنَا، (53) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Tuhan kami, wahai Sembahan kami, wahai Tuan kami, wahai Junjungan kami, wahai Penolong kami, wahai Penjaga kami, wahai Penunjuk jalan kami, wahai Yang membantu kami, wahai Kekasih kami, wahai Penyembuh kami, (۵۴) يَا رَبَّ النَّبِيِّيْنَ وَ اْلأَبْرَارِ، يَا رَبَّ الصِّدِّيْقِيْنَ وَ اْلأَخْيَارِ، يَا رَبَّ الْجَنَّةِ وَ النَّارِ، يَا رَبَّ الصِّغَارِ وَ الْكِبَارِ، يَا رَبَّ الْحُبُوْبِ وَ الثِّمَارِ، يَا رَبَّ اْلأَنْهَارِ وَ اْلأَشْجَارِ، يَا رَبَّ الصَّحَارِيْ وَ الْقِفَارِ، يَا رَبَّ الْبَرَارِيْ وَ الْبِحَارِ، يَا رَبَّ اللَّيْلِ وَ النَّهَارِ، يَا رَبَّ اْلأَعْلاَنِ وَ اْلأَسْرَارِ، (54) Wahai Tuhan para nabi dan orang-orang bijak, wahai Tuhan orang-orang yang benar dan orang-orang yang terpilih, wahai Tuhan surga dan neraka, wahai Tuhan bagi anak kecil dan orang dewasa, wahai Tuhan bebijian dan buah-buahan, wahai Tuhan (Pencipta) sungai dan pepohonan, wahai Tuhan tanah lapang dan gurun, wahai Tuhan (Pemilik) daratan dan lautan, wahai Tuhan (Pencipta) malam dan siang, wahai Tuhan segala yang tampak dan tersembunyi, (۵۵) يَا مَنْ نَفَذَ فِيْ كُلِّ شَيْئٍ أَمْرُهُ، يَا مَنْ لَحِقَ بِكُلِّ شَيْئٍ عِلْمُهُ، يَا مَنْ بَلَغَتْ إِلَى كُلِّ شَيْئٍ قُدْرَتُهُ، يَا مَنْ لاَ تُحْصِي الْعِبَادُ نِعَمَهُ، يَا مَنْ لاَ تَبْلُغُ الْخَلاَئِقُ شُكْرَهُ، يَا مَنْ لاَ تُدْرِكُ اْلأَفْهَامُ جَلاَلَهُ، يَا مَنْ لاَ تَنَالُ اْلأَوْهَامُ كُنْهَهُ، يَا مَنِ الْعَظَمَةُ وَ الْكِبْرِيَاءُ رِدَاؤُهُ، يَا مَنْ لاَ تَرُدُّ الْعِبَادُ قَضَاءَهُ، يَا مَنْ لاَ مُلْكَ إِلاَّ مُلْكُهُ، يَا مَنْ لاَ عَطَاءَ إِلاَّ عَطَاؤُهُ، (55) Wahai Yang seluruh perintah-Nya selalu terlaksana dalam segala sesuatu, wahai Yang ilmu-Nya selalu meliputi segala sesuatu, wahai Yang kekuasaan-Nya meliputi segala sesuatu, wahai Yang para hamba tak mampu menghitung karunia-karunia-Nya, wahai Yang para makhluk tidak mampu mensyukuri-Nya, wahai Yang semua pemahaman tidak mampu menjangkau keagungan-Nya, wahai Yang semua khayalan tidak mampu mencapai hakikat-Nya, wahai Yang keagungan dan kebesaran adalah pakaian-Nya, wahai Yang para hamba tidak mampu menolak ketentuan-Nya, wahai Yang tiada kerajaan kecuali kerajaan-Nya, wahai Yang tiada anugerah kecuali anugerah-Nya, (۵۶) يَا مَنْ لَهُ الْمَثَلُ اْلأَعْلَى، يَا مَنْ لَهُ الصِّفَاتُ الْعُلْيَا، يَا مَنْ لَهُ اْلآخِرَةُ وَ اْلأُوْلَى، يَا مَنْ لَهُ الْجَنَّةُ الْمَأْوَى، يَا مَنْ لَهُ اْلآيَاتُ الْكُبْرَى، يَا مَنْ لَهُ اْلأَسْمَاءُ الْحُسْنَى، يَا مَنْ لَهُ الْحُكْمُ وَ الْقَضَاءُ، يَا مَنْ لَهُ الْهَوَاءُ وَ الْفَضَاءُ، يَا مَنْ لَهُ الْعَرْشُ وَ الثَّرَى، يَا مَنْ لَهُ السَّمَاوَاتُ الْعُلَى، (56) Wahai Yang bagi-Nya seluruh perumpamaan yang paling sempurna, wahai Yang bagi-Nya seluruh sifat yang paling agung, wahai Yang bagi-Nya alam akhirat dan dunia, wahai Yang bagi-Nya surga tempat kembali (yang abadi), wahai Yang bagi-Nya seluruh ayat yang maha besar, wahai Yang bagi-Nya asma yang baik, wahai Yang bagi-Nya hukum dan ketentuan, wahai Yang bagi-Nya seluruh udara dan ruang (dunia tak berbatas ini), wahai Yang bagi-Nya Arasy dan bumi, wahai Yang bagi-Nya seluruh langit yang (menjulang) tinggi (۵۷) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا عَفُوُّ يَا غَفُوْرُ، يَا صَبُوْرُ يَا شَكُوْرُ، يَا رَؤُوْفُ يَا عَطُوْفُ، يَا مَسْؤُوْلُ يَا وَدُوْدُ، يَا سُبُّوْحُ يَا قُدُّوْسُ، (57) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang Maha Pemaaf, wahai Yang Maha Pengampun, wahai Yang Mahasabar, wahai Yang Maha Bersyukur, wahai Yang Maha Menyayangi, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Yang layak diminta, wahai Yang Mahakasih, wahai Yang MahasSuci, wahai Yang Mahakudus (۵۸) يَا مَنْ فِيْ السَّمَاءِ عَظَمَتُهُ، يَا مَنْ فِيْ اْلأَرْضِ آيَاتُهُ، يَا مَنْ فِيْ كُلِّ شَيْئٍ دَلاَئِلُهُ، يَا مَنْ فِيْ الْبِحَارِ عَجَائِبُهُ، يَا مَنْ فِيْ الْجِبَالِ خَزَائِنُهُ، يَا مَنْ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهُ، يَا مَنْ إِلَيْهِ يَرْجِعُ اْلأَمْرُ كُلُّهُ، يَا مَنْ أَظْهَرَ فِيْ كُلِّ شَيْئٍ لُطْفَهُ، يَا مَنْ أَحْسَنَ كُلَّ شَيْئٍ خَلَقَهُ، يَا مَنْ تَصَرَّفَ فِيْ الْخَلاَئِقِ قُدْرَتُهُ، (58) Wahai Yang di langit keagungan-Nya, wahai Yang di bumi tanda-tanda (kekuasaan)-Nya, wahai Yang di dalam segala sesuatu bukti-bukti (keberadaan)-Nya, wahai Yang di lautan segala keajaiban-Nya, wahai Yang di gunung-gunung simpanan-Nya, wahai Yang memulai (penciptaan) makhluk dan mengembalikannya, wahai Yang kepada-Nya seluruh urusan akan kembali, wahai Yang di dalam segala sesuatu menampakkan kelembutan-Nya, wahai Yang telah memperindah penciptaan segala sesuatu, wahai Yang kekuasaan-Nya meliputi semua makhluk (۵۹) يَا حَبِيْبَ مَنْ لاَ حَبِيْبَ لَهُ، يَا طَبِيْبَ مَنْ لاَ طَبِيبَ لَهُ، يَا مُجِيْبَ مَنْ لاَ مُجِيْبَ لَهُ، يَا شَفِيْقَ مَنْ لاَ شَفِيْقَ لَهُ، يَا رَفِيْقَ مَنْ لاَ رَفِيْقَ لَهُ، يَا مُغِيْثَ مَنْ لاَ مُغِيْثَ لَهُ، يَا دَلِيْلَ مَنْ لاَ دَلِيْلَ لَهُ، يَا أَنِيْسَ مَنْ لاَ أَنِيْسَ لَهُ، يَا رَاحِمَ مَنْ لاَ رَاحِمَ لَهُ، يَا صَاحِبَ مَنْ لاَ صَاحِبَ لَهُ، (59) Wahai Kekasih bagi yang tidak memiliki kekasih, wahai Penyembuh bagi yang tidak memiliki penyembuh, wahai Pengabul (doa) bagi yang tidak memiliki pengabul (doa), wahai Penyayang bagi yang tidak memiliki penyayang, wahai Teman Sejati bagi yang tidak memiliki teman sejati, wahai Penolong bagi yang tidak memiliki penolong, wahai Pemberi (petunjuk) bagi yang tidak memiliki pemberi (petunjuk), wahai Pemberi ketenteraman bagi yang tidak memiliki pemberi ketentraman, wahai Pengasih bagi yang tidak memiliki pengasih, wahai Sahabat bagi yang tidak memiliki sahabat, (۶۰) يَا كَافِيَ مَنِ اسْتَكْفَاهُ، يَا هَادِيَ مَنِ اسْتَهْدَاهُ، يَا كَالِيَ مَنِ اسْتَكْلاَهُ، يَا رَاعِيَ مَنِ اسْتَرْعَاهُ، يَا شَافِيَ مَنِ اسْتَشْفَاهُ، يَا قَاضِيَ مَنِ اسْتَقْضَاهُ، يَا مُغْنِيَ مَنِ اسْتَغْنَاهُ، يَا مُوفِيَ مَنِ اسْتَوْفَاهُ، يَا مُقَوِّيَ مَنِ اسْتَقْوَاهُ، يَا وَلِيَّ مَنِ اسْتَوْلاهُ، (60) wahai Pemberi kecukupan bagi yang meminta kecukupan dari-Nya, wahai Pemberi petunjuk bagi yang meminta petunjuk-Nya, wahai Penjaga bagi yang meminta penjagaan-Nya, wahai Pemelihara bagi yang meminta pemeliharaan-Nya, wahai Penyembuh bagi yang meminta kesembuhan dari-Nya, wahai Penentu keputusan bagi yang membutuhkan keputusan-Nya, wahai Pemberi kekayaan bagi yang meminta kekayaan dari-Nya, wahai Penepat janji bagi yang menuntut-Nya, wahai Penganugerah kekuatan bagi yang meminta kekuatan dari-Nya, wahai Pemimpin bagi yang meminta kepemimpinan dari-Nya (۶۱) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا خَالِقُ يَا رَازِقُ، يَا نَاطِقُ يَا صَادِقُ، يَا فَالِقُ يَا فَارِقُ، يَا فَاتِقُ يَا رَاتِقُ، يَا سَابِقُ (فَائِقُ) يَا سَامِقُ، (61) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Pencipta, wahai Pemberi rezeki, wahai Yang Maha Berbicara, wahai Yang Mahabenar, wahai Pembelah (biji-bijian), wahai Pemisah, wahai Pembuka (pintu-pintu tertutup), wahai Yang memperbaiki, wahai Yang Mahatinggi, (۶۲) يَا مَنْ يُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَ النَّهَارَ، يَا مَنْ جَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَ اْلأَنْوَارَ، يَا مَنْ خَلَقَ الظِّلَّ وَ الْحَرُوْرَ، يَا مَنْ سَخَّرَ الشَّمْسَ وَ الْقَمَرَ، يَا مَنْ قَدَّرَ الْخَيْرَ وَ الشَّرَّ، يَا مَنْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَ الْحَيَاةَ، يَا مَنْ لَهُ الْخَلْقُ وَ اْلأَمْرُ، يَا مَنْ لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَ لاَ وَلَدًا، يَا مَنْ لَيْسَ لَهُ شَرِيْكٌ فِي الْمُلْكِ، يَا مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ، (62) wahai Yang mengubah siang dan malam, wahai Yang menjadikan kegelapan dan cahaya, wahai Yang menciptakan naungan dan terik panas, wahai Yang menundukkan matahari dan bulan, wahai Yang menentukan kebaikan dan kejelekan, wahai Yang menciptakan kematian dan kehidupan, wahai Yang bagi-Nya penciptaan dan segala urusan, wahai Yang tidak memiliki pasangan dan keturunan, wahai Yang tidak memiliki sekutu dalam kerajaan-Nya, wahai Yang tidak memiliki penolong (untuk menyelamatkan-Nya) dari kehinaan (۶۳) يَا مَنْ يَعْلَمُ مُرَادَ الْمُرِيْدِيْنَ، يَا مَنْ يَعْلَمُ ضَمِيْرَ الصَّامِتِيْنَ، يَا مَنْ يَسْمَعُ أَنِيْنَ الْوَاهِنِيْنَ، يَا مَنْ يَرَى بُكَاءَ الْخَائِفِيْنَ، يَا مَنْ يَمْلِكُ حَوَائِجَ السَّائِلِيْنَ، يَا مَنْ يَقْبَلُ عُذْرَ التَّائِبِيْنَ، يَا مَنْ لاَ يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِيْنَ، يَا مَنْ لاَ يُضِيْعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ، يَا مَنْ لاَ يَبْعُدُ عَنْ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ، يَا أَجْوَدَ اْلأَجْوَدِيْنَ، (63) Wahai Yang mengetahui kehendak semua orang yang berkehendak, wahai Yang mengetahui (isi) hati orang-orang yang diam, wahai Yang mendengar rintihan orang-orang yang lemah, wahai Yang melihat tangisan orang-orang yang takut, wahai Yang menjamin kebutuhan orang-orang yang meminta, wahai Yang menerima alasan orang-orang yang bertaubat, wahai Yang memperbaiki tindakan orang-orang yang membuat kerusakan, wahai Yang tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan, wahai Yang tidak jauh dari kalbu para arif (‘ârif), wahai Yang lebih dermawan dari mereka yang dermawan, (۶۴) يَا دَائِمَ الْبَقَاءِ، يَا سَامِعَ الدُّعَاءِ، يَا وَاسِعَ الْعَطَاءِ، يَا غَافِرَ الْخَطَإِ، يَا بَدِيْعَ السَّمَاءِ، يَا حَسَنَ الْبَلاَءِ، يَا جَمِيْلَ الثَّنَاءِ، يَا قَدِيْمَ السَّنَاءِ، يَا كَثِيْرَ الْوَفَاءِ، يَا شَرِيْفَ الْجَزَاءِ، (64) Wahai Yang keabadian-Nya kekal, wahai Yang mendengarkan setiap doa, wahai Yang luas pemberian-Nya, wahai Yang mengampuni setiap kesalahan, wahai Yang menciptakan langit, wahai Yang setiap cobaan-Nya baik, wahai Yang pujian-Nya indah, wahai Yang keagungan-Nya terdahulu, wahai Yang memenuhi janji, wahai Yang mulia balasan-Nya, (۶۵) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا سَتَّارُ يَا غَفَّارُ، يَا قَهَّارُ يَا جَبَّارُ، يَا صَبَّارُ يَا بَارُّ، يَا مُخْتَارُ يَا فَتَّاحُ، يَا نَفَّاحُ يَا مُرْتَاحُ، (65) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Penutup (aib), wahai Pengampun (dosa), wahai Yang Mahaperkasa, wahai Yang Mahakuasa, wahai Yang Mahasabar, wahai Yang selalu berbuat baik, wahai Yang Maha Memilih, wahai Yang Maha Pembuka, wahai Pemberi karunia, wahai Yang Maha Penghibur (۶۶) يَا مَنْ خَلَقَنِيْ وَ سَوَّانِيْ، يَا مَنْ رَزَقَنِيْ وَ رَبَّانِيْ، يَا مَنْ أَطْعَمَنِيْ وَ سَقَانِيْ، يَا مَنْ قَرَّبَنِيْ وَ أَدْنَانِيْ، يَا مَنْ عَصَمَنِيْ وَ كَفَانِيْ، يَا مَنْ حَفِظَنِيْ وَ كَلاَنِي، يَا مَنْ أَعَزَّنِيْ وَ أَغْنَانِيْ، يَا مَنْ وَفَّقَنِيْ وَ هَدَانِيْ، يَا مَنْ آنَسَنِيْ وَ آوَانِيْ، يَا مَنْ أَمَاتَنِيْ وَ أَحْيَانِيْ، (66) Wahai Yang telah menciptakan dan menyempurnakanku, wahai Yang telah memberiku rezeki dan mendidikku, wahai Yang telah memberiku makan dan minum, wahai Yang telah mendekatkan diriku dan menghampiriku, wahai Yang telah melindungi dan mencukupiku, wahai Yang telah memelihara dan menanggungku, wahai Yang telah memuliakan dan memberiku kekayaan, wahai Yang telah memberiku taufik dan petunjuk, wahai Yang telah menenteramkan dan melindungiku, wahai Yang telah mematikan dan menghidupkanku (۶۷) يَا مَنْ يُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ، يَا مَنْ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ، يَا مَنْ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَ قَلْبِهِ، يَا مَنْ لاَ تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَا مَنْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهِ، يَا مَنْ لاَ مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِ، يَا مَنْ لاَ رَادَّ لِقَضَائِهِ، يَا مَنِ انْقَادَ كُلُّ شَيْئٍ ِلأَمْرِهِ، يَا مَنِ السَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِيْنِهِ، يَا مَنْ يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ، (67) Wahai Yang menetapkan kebenaran dengan kalimat-kalimat-Nya, wahai Yang menerima taubat para hamba-Nya, wahai Yang menjembatani antara manusia dan hatinya, wahai Yang syafaat tidak diberikan kecuali dengan seizin-Nya, wahai Yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya, wahai Yang tak seorang pun mampu menunda hukum (baca: keputusan)-Nya, wahai Yang tak seorang pun mampu menolak ketentuan-Nya, wahai Yang segala sesuatu tunduk kepada perintah-Nya, wahai Yang seluruh langit tergabungkan karena kekuasaan-Nya, wahai Yang meniupkan angin sebagai kabar gembira atas rahmat-Nya (۶۸) يَا مَنْ جَعَلَ اْلأَرْضَ مِهَادًا، يَا مَنْ جَعَلَ الْجِبَالَ أَوْتَادًا، يَا مَنْ جَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا، يَا مَنْ جَعَلَ الْقَمَرَ نُوْرًا، يَا مَنْ جَعَلَ اللَّيْلَ لِبَاسًا، يَا مَنْ جَعَلَ النَّهَارَ مَعَاشًا، يَا مَنْ جَعَلَ النَّوْمَ سُبَاتًا، يَا مَنْ جَعَلَ السَّمَاءَ بِنَاءً، يَا مَنْ جَعَلَ اْلأَشْيَاءَ أَزْوَاجًا، يَا مَنْ جَعَلَ النَّارَ مِرْصَادًا، (68) Wahai Yang menjadikan bumi terhampar luas, wahai Yang menjadikan gunung sebagai tiang (penonggak bumi), wahai Yang menjadikan matahari sebagai penerang, wahai Yang menjadikan bulan sebagai cahaya, wahai Yang menjadikan malam sebagai pakaian, wahai Yang menjadikan siang sebagai waktu mencari penghidupan, wahai Yang menjadikan tidur sebagai istirahat, wahai Yang menjadikan langit sebagai bangunan (megah), wahai Yang menjadikan segala sesuatu berpasang-pasangan, wahai Yang menjadikan api (neraka) menunggu (kedatangan orang-orang kafir), (۶۹) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا سَمِيْعُ يَا شَفِيْعُ، يَا رَفِيْعُ يَا مَنِيْعُ، يَا سَرِيْعُ يَا بَدِيْعُ، يَا كَبِيْرُ يَا قَدِيْرُ، يَا خَبِيْرُ (مُنِيْرُ) يَا مُجِيْرُ، (69) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-mu, wahai Yang Maha Mendengar, wahai Pemberi syafaat, wahai Yang Mahatinggi, wahai Yang Mahategar, wahai Yang Mahacepat, wahai Yang Maha Pencipta, wahai Yang Mahabesar wahai Yang Mahakuasa, wahai Yang Maha Mengetahui, wahai Yang Maha melindungi (۷۰) يَا حَيًّا قَبْلَ كُلِّ حَيٍّ، يَا حَيًّا بَعْدَ كُلِّ حَيٍّ، يَا حَيُّ الَّذِيْ لَيْسَ كَمِثْلِهِ حَيٌّ، يَا حَيُّ الَّذِيْ لاَ يُشَارِكُهُ حَيٌّ، يَا حَيُّ الَّذِيْ لاَ يَحْتَاجُ إِلَى حَيٍّ، يَا حَيُّ الَّذِيْ يُمِيْتُ كُلَّ حَيٍّ، يَا حَيُّ الَّذِيْ يَرْزُقُ كُلَّ حَيٍّ، يَا حَيًّا لَمْ يَرِثِ الْحَيَاةَ مِنْ حَيٍّ، يَا حَيُّ الَّذِيْ يُحْيِي الْمَوْتَى، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَ لاَ نَوْمٌ، (70) Wahai Yang Mahahidup sebelum segala yang hidup, wahai Yang Mahahidup setelah segala yang hidup, wahai Mahahidup yang tiada (makhluk) hidup (mana pun) yang menyerupai-Nya, wahai Mahahidup yang tiada (makhluk) hidup (mana pun) yang mampu menyekutui-Nya, wahai Mahahidup yang tidak butuh kepada makhluk (selain-Nya), wahai Mahahidup yang mematikan setiap yang hidup, wahai Mahahidup yang memberikan rezeki kepada setiap yang hidup, wahai Mahahidup yang tidak mewarisi kehidupan dari makhluk hidup (selain-Nya), wahai Mahahidup yang menghidupkan semua orang yang sudah mati, wahai Yang Mahahidup, wahai Yang Berdiri Sendiri (yang) tak pernah mengantuk dan tertidur (۷۱) يَا مَنْ لَهُ ذِكْرٌ لاَ يُنْسَى، يَا مَنْ لَهُ نُوْرٌ لاَ يُطْفَى، يَا مَنْ لَهُ نِعَمٌ لاَ تُعَدُّ، يَا مَنْ لَهُ مُلْكٌ لا يَزُوْلُ، يَا مَنْ لَهُ ثَنَاءٌ لاَ يُحْصَى، يَا مَنْ لَهُ جَلاَلٌ لاَ يُكَيَّفُ، يَا مَنْ لَهُ كَمَالٌ لاَ يُدْرَكُ، يَا مَنْ لَهُ قَضَاءٌ لاَ يُرَدُّ، يَا مَنْ لَهُ صِفَاتٌ لاَ تُبَدَّلُ، يَا مَنْ لَهُ نُعُوْتٌ لاَ تُغَيَّرُ، (71) Wahai Yang bagi-Nya sebutan tak terlupakan, wahai Yang bagi-Nya cahaya tak terpadamkan, wahai Yang bagi-Nya kekaruniaan tak terhitung, wahai Yang bagi-Nya kerajaan tak 'kan pernah runtuh, wahai Yang bagi-Nya pujian tak terhingga, wahai Yang bagi-Nya keagungan tak tersifati, wahai Yang bagi-Nya kesempurnaan tak terjangkau, wahai Yang bagi-Nya ketentuan tak tertolak, wahai Yang bagi-Nya sifat-sifat tak terganti, wahai Yang bagi-Nya sifat-sifat tak berubah, (۷۲) يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، يَا مَالِكَ يَوْمِ الدِّيْنِ، يَا غَايَةَ الطَّالِبِيْنَ، يَا ظَهْرَ اللاَّجِيْنَ، يَا مُدْرِكَ الْهَارِبِيْنَ، يَا مَنْ يُحِبُّ الصَّابِرِيْنَ، يَا مَنْ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ، يَا مَنْ يُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، يَا مَنْ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ، يَا مَنْ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ، (72) Wahai Tuhan semesta alam, wahai Pemilik Hari Kiamat, wahai Tujuan para pemohon, wahai Tumpuan orang-orang yang berlindung, wahai Penjemput orang-orang yang lari, wahai Yang mencintai orang-orang yang sabar, wahai Yang mencintai orang-orang yang bertaubat, wahai Yang mencintai orang-orang yang bersuci, wahai Yang mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan, wahai Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapatkan petunjuk, (۷۳) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا شَفِيْقُ يَا رَفِيْقُ، يَا حَفِيْظُ يَا مُحِيْطُ، يَا مُقِيْتُ يَا مُغِيْثُ، يَا مُعِزُّ يَا مُذِلُّ، يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ، (73) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang Maha Penyayang, wahai Sahabat Sejati, wahai Yang Maha Memelihara, wahai Yang Meliputi (seluk-beluk jagad), wahai Yang Memberi rezeki, wahai Penolong, wahai Yang memuliakan, wahai Yang menghinakan, wahai Yang Memulai (penciptaan), wahai Yang Mengembalikan(nya), (۷۴) يَا مَنْ هُوَ أَحَدٌ بِلاَ ضِدٍّ، يَا مَنْ هُوَ فَرْدٌ بِلاَ نِدٍّ، يَا مَنْ هُوَ صَمَدٌ بِلاَ عَيْبٍ، يَا مَنْ هُوَ وِتْرٌ بِلاَ كَيْفٍ، يَا مَنْ هُوَ قَاضٍ بِلاَ حَيْفٍ، يَا مَنْ هُوَ رَبٌّ بِلاَ وَزِيْرٍ، يَا مَنْ هُوَ عَزِيْزٌ بِلاَ ذُلٍّ، يَا مَنْ هُوَ غَنِيٌّ بِلاَ فَقْرٍ، يَا مَنْ هُوَ مَلِكٌ بِلاَ عَزْلٍ، يَا مَنْ هُوَ مَوْصُوْفٌ بِلاَ شَبِيْهٍ، (74) Wahai Zat Yang Maha Esa tanpa saingan, wahai Zat Yang Mahatunggal tanpa tandingan, wahai Tempat Bersandar tanpa cela, wahai Zat Yang Mahasatu tanpa bentuk, wahai Zat Yang Maha Penentu tanpa aniaya, wahai Tuhan Pemelihara tanpa pembantu, wahai Zat Yang Mahamulia tanpa kehinaan, wahai Yang Mahakaya tanpa kemiskinan, wahai Zat Raja Diraja tak pernah dijatuhkan, wahai Zat yang menyandang sifat tanpa tandingan, (۷۵) يَا مَنْ ذِكْرُهُ شَرَفٌ لِلذَّاكِرِيْنَ، يَا مَنْ شُكْرُهُ فَوْزٌ لِلشَّاكِرِيْنَ، يَا مَنْ حَمْدُهُ عِزٌّ لِلْحَامِدِيْنَ، يَا مَنْ طَاعَتُهُ نَجَاةٌ لِلْمُطِيْعِيْنَ، يَا مَنْ بَابُهُ مَفْتُوْحٌ لِلطَّالِبِيْنَ، يَا مَنْ سَبِيْلُهُ وَاضِحٌ لِلْمُنِيْبِيْنَ، يَا مَنْ آيَاتُهُ بُرْهَانٌ لِلنَّاظِرِيْنَ، يَا مَنْ كِتَابُهُ تَذْكِرَةٌ لِلْمُتَّقِيْنَ، يَا مَنْ رِزْقُهُ عُمُوْمٌ لِلطَّائِعِيْنَ وَ الْعَاصِيْنَ، يَا مَنْ رَحْمَتُهُ قَرِيْبٌ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ، (75) Wahai Yang sebutan-Nya adalah kemuliaan bagi para penyebut-Nya, wahai Yang syukur-Nya adalah kemenangan bagi orang-orang yang bersyukur, wahai Yang memuji-Nya adalah kemuliaan bagi orang-orang yang memuji, wahai Yang ketaatan-Nya adalah keselamatan bagi orang-orang yang taat, wahai Yang pintu-Nya (selalu) terbuka bagi orang-orang yang meminta, wahai Yang jalan-Nya adalah jelas bagi orang-orang yang kembali (kepada-Nya), wahai Yang tanda-tanda (kekuasaan)-Nya adalah bukti jelas bagi orang-orang yang merenung, wahai Yang kitab-Nya adalah peringatan bagi orang-orang yang bertakwa, wahai Yang rezeki-Nya mencakup orang-orang yang taat dan membangkang, wahai Yang rahmat-Nya dekat kepada orang-orang yang berbuat kebajikan (۷۶) يَا مَنْ تَبَارَكَ اسْمُهُ، يَا مَنْ تَعَالَى جَدُّهُ، يَا مَنْ لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ، يَا مَنْ جَلَّ ثَنَاؤُهُ، يَا مَنْ تَقَدَّسَتْ أَسْمَاؤُهُ، يَا مَنْ يَدُوْمُ بَقَاؤُهُ، يَا مَنِ الْعَظَمَةُ بَهَاؤُهُ، يَا مَنِ الْكِبْرِيَاءُ رِدَاؤُهُ، يَا مَنْ لاَ تُحْصَى آلاَؤُهُ، يَا مَنْ لاَ تُعَدُّ نَعْمَاؤُهُ، (76) Wahai Yang Mahasuci asma-Nya, wahai Yang Mahatinggi kedudukan-Nya, wahai Yang tiada Tuhan selain-Nya, wahai Yang agung pujian-Nya, wahai Yang Mahakudus asma-Nya, wahai Yang kekal keberadaan-Nya, wahai Yang keagungan sebagai keindahan-Nya, wahai Yang kebesaran sebagai pakaian-Nya, wahai Yang pemberian-Nya tak terhingga, wahai Yang kekaruniaan-Nya tak terhitung (۷۷) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا مُعِيْنُ يَا أَمِيْنُ، يَا مُبِيْنُ يَا مَتِيْنُ، يَا مَكِيْنُ يَا رَشِيْدُ، يَا حَمِيْدُ يَا مَجِيْدُ، يَا شَدِيْدُ يَا شَهِيْدُ، (77) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang Maha Penolong, wahai Yang Maha Terpercaya, wahai Yang Maha Menjelaskan, wahai Yang Mahakokoh, wahai Yang Mahateguh, wahai Yang Maha Memberi petunjuk, wahai Yang Maha Terpuji, wahai Yang Mahamulia, wahai Yang Mahategas, wahai Yang Maha Menyaksikan, (۷۸) يَا ذَا الْعَرْشِ الْمَجِيْدِ، يَا ذَا الْقَوْلِ السَّدِيْدِ، يَا ذَا الْفِعْلِ الرَّشِيْدِ، يَا ذَا الْبَطْشِ الشَّدِيْدِ، يَا ذَا الْوَعْدِ وَ الْوَعِيْدِ، يَا مَنْ هُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ، يَا مَنْ هُوَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيْدُ، يَا مَنْ هُوَ قَرِيْبٌ غَيْرُ بَعِيْدٍ، يَا مَنْ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ شَهِيْدٌ، يَا مَنْ هُوَ لَيْسَ بِظَلاَّمٍ لِلْعَبِيْدِ، (78) Wahai Pemilik ‘Arsy yang mulia, wahai Pemilik firman yang benar, wahai Pemilik perilaku yang baik, wahai Pemilik kemurkaan yang keras, wahai Pemilik janji dan ancaman, wahai Pemimpin yang terpuji, wahai yang akan melakukan segala yang dikehendaki, wahai Yang Mahadekat tidak jauh, wahai Yang menyaksikan segala sesuatu, wahai Yang tidak pernah berlaku lalim kepada hamba-hamba-Nya, (۷۹) يَا مَنْ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ لاَ وَزِيْرَ، يَا مَنْ لاَ شَبِيهَ (شِبْهَ) لَهُ وَ لاَ نَظِيْرَ، يَا خَالِقَ الشَّمْسِ وَ الْقَمَرِ الْمُنِيْرِ، يَا مُغْنِيَ الْبَائِسِ الْفَقِيْرِ، يَا رَازِقَ الطِّفْلِ الصَّغِيْرِ، يَا رَاحِمَ الشَّيْخِ الْكَبِيْرِ، يَا جَابِرَ الْعَظْمِ الْكَسِيْرِ، يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِ الْمُسْتَجِيْرِ، يَا مَنْ هُوَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرٌ بَصِيْرٌ، يَا مَنْ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، (79) Wahai Yang tiada sekutu dan pembantu bagi-Nya, wahai Yang tak seorang pun menyerupai dan menandingi-Nya, wahai Pencipta matahari dan bulan yang terang-benderang, wahai Yang mencukupi orang sengsara yang fakir, wahai Pemberi rezeki anak-anak kecil, wahai Pengasih tua renta, wahai Yang menambal tulang yang patah, wahai Pelindung orang yang ketakutan yang meminta perlindungan, wahai Yang memperhatikan dan mengawasi semua hamba-Nya, wahai Yang Mahakuasa atas segala sesuatu, (۸۰) يَا ذَا الْجُوْدِ وَ النِّعَمِ، يَا ذَا الْفَضْلِ وَ الْكَرَمِ، يَا خَالِقَ اللَّوْحِ وَ الْقَلَمِ، يَا بَارِئَ الذَّرِّ وَ النَّسَمِ، يَا ذَا الْبَأْسِ وَ النِّقَمِ، يَا مُلْهِمَ الْعَرَبِ وَ الْعَجَمِ، يَا كَاشِفَ الضُّرِّ وَ اْلأَلَمِ، يَا عَالِمَ السِّرِّ وَ الْهِمَمِ، يَا رَبَّ الْبَيْتِ وَ الْحَرَمِ، يَا مَنْ خَلَقَ اْلأَشْيَاءَ مِنَ الْعَدَمِ، (80) wahai Pemilik kemurahan dan kekaruniaan, wahai Pemilik keutamaan dan kemuliaan, wahai Pencipta Lauhul Mahfûzh dan Qalam (pena), wahai Pencipta biji-bijian dan manusia, wahai Pemberi ilham bangsa Arab dan Ajam (non-Arab), wahai Pembasmi kesusahan dan rasa sakit, wahai Yang mengetahui rahasia dan segala keinginan (hati), wahai Tuhan Ka’bah dan Makkah, wahai Yang telah menciptakan segala dari ketiadaan, (۸۱) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا فَاعِلُ يَا جَاعِلُ، يَا قَابِلُ يَا كَامِلُ، يَا فَاصِلُ يَا وَاصِلُ، يَا عَادِلُ يَا غَالِبُ، يَا طَالِبُ يَا وَاهِبُ، (81) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang mengerjakan, wahai Yang Membuat, wahai Yang Menerima, wahai Yang Sempurna, wahai Yang memisahkan, wahai Yang Menyambung, wahai Yang bertindak adil, wahai Yang menang, wahai Yang menuntut, wahai Yang memberi, (۸۲) يَا مَنْ أَنْعَمَ بِطَوْلِهِ، يَا مَنْ أَكْرَمَ بِجُوْدِهِ، يَا مَنْ جَادَ بِلُطْفِهِ، يَا مَنْ تَعَزَّزَ بِقُدْرَتِهِ، يَا مَنْ قَدَّرَ بِحِكْمَتِهِ، يَا مَنْ حَكَمَ بِتَدْبِيْرِهِ، يَا مَنْ دَبَّرَ بِعِلْمِهِ، يَا مَنْ تَجَاوَزَ بِحِلْمِهِ، يَا مَنْ دَنَا فِيْ عُلُوِّهِ، يَا مَنْ عَلاَ فِيْ دُنُوِّهِ، (82) Wahai Yang menebarkan kekaruniaan dengan karunia-Nya, wahai Yang berderma dengan kemurahan-Nya, wahai Yang berbuat baik dengan kelembutan-Nya, wahai Yang perkasa dengan kekuasaan-Nya, wahai Yang menentukan dengan hikmah-Nya, wahai Yang menentukan hukum dengan aturan-Nya, wahai Yang mengatur dengan ilmu-Nya, wahai Yang memaafkan dengan kesabaran-Nya, wahai Yang dekat dengan ketinggian-Nya, wahai Yang tinggi dengan kedekatan-nya, (۸۳) يَا مَنْ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ، يَا مَنْ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ، يَا مَنْ يَهْدِيْ مَنْ يَشَاءُ، يَا مَنْ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ، يَا مَنْ يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ، يَا مَنْ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ، يَا مَنْ يُعِزُّ مَنْ يَشَاءُ، يَا مَنْ يُذِلُّ مَنْ يَشَاءُ، يَا مَنْ يُصَوِّرُ فِيْ اْلأَرْحَامِ مَا يَشَاءُ، يَا مَنْ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ، (83) Wahai Yang menciptakan apa yang dikehendaki, wahai Yang melakukan apa yang dikehendaki, wahai Yang memberikan petunjuk kepada yang dikehendaki, wahai Yang menyesatkan siapa yang dikehendaki, wahai Yang menyiksa siapa yang dikehendaki, wahai Yang mengampuni siapa yang dikehendaki, wahai Yang memuliakan siapa yang dikehendaki, wahai Yang menghinakan siapa yang dikehendaki, wahai Yang membentuk di rahim apa yang dikehendaki, wahai Yang mengkhususkan rahmat-Nya kepada siapa yang dikehendaki, (۸۴) يَا مَنْ لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَ لاَ وَلَدًا، يَا مَنْ جَعَلَ لِكُلِّ شَيْئٍ قَدْرًا، يَا مَنْ لاَ يُشْرِكُ فِيْ حُكْمِهِ أَحَدًا، يَا مَنْ جَعَلَ (مِنَ الْمَلاَئِكَةِ) الْمَلاَئِكَةَ رُسُلاً، يَا مَنْ جَعَلَ فِيْ السَّمَاءِ بُرُوْجًا، يَا مَنْ جَعَلَ اْلأَرْضَ قَرَارًا، يَا مَنْ خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا، يَا مَنْ جَعَلَ لِكُلِّ شَيْئٍ أَمَدًا، يَا مَنْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْئٍ عِلْمًا، يَا مَنْ أَحْصَى كُلَّ شَيْئٍ عَدَدًا، (84) Wahai Yang tidak memiliki pasangan dan keturunan, wahai Yang menentukan ukuran (tertentu) bagi segala sesuatu, wahai Yang tidak mengikutsertakan siapa pun dalam (menentukan) hukum (dan ketentuan), wahai Yang menjadikan para malaikat sebagai utusan, wahai Yang menciptakan gugusan (bintang-gemintang) di langit, wahai Yang menjadikan bumi tempat tinggal yang tenang, wahai Yang menciptakan manusia dari air, wahai Yang menentukan masa (tertentu) bagi segala sesuatu, wahai Yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu wahai Yang menghitung segala sesuatu dengan bilangan, (۸۵) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا أَوَّلُ يَا آخِرُ، يَا ظَاهِرُ يَا بَاطِنُ، يَا بَرُّ يَا حَقُّ، يَا فَرْدُ يَا وِتْرُ، يَا صَمَدُ يَا سَرْمَدُ، (85) Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang Mahaawal, wahai Yang Mahaakhir, wahai Yang Mahazahir, wahai Yang Mahabatin, wahai Yang Mahabenar, wahai Yang Mahabenar, wahai Yang Mahatunggal, wahai Yang Satu, wahai Tempat Bergantung, wahai Yang Mahaabadi, (۸۶) يَا خَيْرَ مَعْرُوْفٍ عُرِفَ، يَا أَفْضَلَ مَعْبُوْدٍ عُبِدَ، يَا أَجَلَّ مَشْكُوْرٍ شُكِرَ، يَا أَعَزَّ مَذْكُوْرٍ ذُكِرَ، يَا أَعْلَى مَحْمُوْدٍ حُمِدَ، يَا أَقْدَمَ مَوْجُوْدٍ طُلِبَ، يَا أَرْفَعَ مَوْصُوْفٍ وُصِفَ، يَا أَكْبَرَ مَقْصُوْدٍ قُصِدَ، يَا أَكْرَمَ مَسْؤُوْلٍ سُئِلَ، يَا أَشْرَفَ مَحْبُوْبٍ عُلِمَ، (86) Wahai Sebaik-baik Zat yang layak dikenal, wahai Seutama-utama Zat yang layak disembah, wahai Seagung-agung Zat yang layak disyukuri, wahai Semulia-mulia Zat yang layak disebut, wahai Setinggi-tinggi Zat yang layak dipuji, wahai Zat paling dahulu yang layak dicari, wahai Setinggi-tinggi Zat yang layak disifati, wahai Sebesar-besar Zat yang layak dituju, wahai Semulia-mulia Zat yang layak dimohon, wahai Semulia-mulia Kekasih yang layak diketahui, (۸۷) يَا حَبِيْبَ الْبَاكِيْنَ، يَا سَيِّدَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ، يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ، يَا وَلِيَّ الْمُؤْمِنِيْنَ، يَا أَنِيْسَ الذَّاكِرِيْنَ، يَا مَفْزَعَ الْمَلْهُوْفِيْنَ، يَا مُنْجِيَ الصَّادِقِيْنَ، يَا أَقْدَرَ الْقَادِرِيْنَ، يَا أَعْلَمَ الْعَالِمِيْنَ، يَا إِلَهَ الْخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ، (87) Wahai Kekasih orang-orang yang (merintih) menangis, wahai Tuan orang-orang yang pasrah diri, wahai Pemberi petunjuk orang-orang yang sesat, wahai Pemimpin mukminin, wahai Pemberi ketenteraman pada orang-orang yang mengingat(-Nya), wahai Tempat Berlindung orang-orang yang teraniaya, wahai Penyelamat orang-orang yang benar, wahai Yang lebih kuasa dari mereka yang berkuasa, wahai Yang lebih mengetahui dari mereka yang mengetahui, wahai Tuhan seluruh makhluk, (۸۸) يَا مَنْ عَلاَ فَقَهَرَ، يَا مَنْ مَلَكَ فَقَدَرَ، يَا مَنْ بَطَنَ فَخَبَرَ، يَا مَنْ عُبِدَ فَشَكَرَ، يَا مَنْ عُصِيَ فَغَفَرَ، يَا مَنْ لاَ تَحْوِيْهِ الْفِكَرُ، يَا مَنْ لاَ يُدْرِكُهُ بَصَرٌ، يَا مَنْ لاَ يَخْفَى عَلَيْهِ أَثَرٌ، يَا رَازِقَ الْبَشَرِ، يَا مُقَدِّرَ كُلِّ قَدَرٍ، (88) Wahai Yang tinggi lalu menundukkan, wahai Yang memiliki lalu menguasai, wahai Yang tersembunyi lalu mengetahui, wahai Yang disembah lalu bersyukur, wahai Yang dilanggar lalu mengampuni, wahai Yang tak terjangkau oleh pikiran, wahai Yang tak terjangkau oleh indra mata, wahai Yang segala sesuatu tak tersembunyi bagi-Nya, wahai Pemberi rezeki pada manusia, wahai Penentu setiap ketentuan, (۸۹) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا حَافِظُ يَا بَارِئُ، يَا ذَارِئُ يَا بَاذِخُ، يَا فَارِجُ يَا فَاتِحُ، يَا كَاشِفُ يَا ضَامِنُ، يَا آمِرُ يَا نَاهِيْ، (89) ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Pemelihara, wahai Pencipta, wahai Pewujud, wahai Yang Agung, wahai Penghilang (kesengsaraan), wahai Pembuka, wahai Pengurai (tali kesusahan), wahai Penjamin, wahai Yang memerintah, wahai Yang melarang, (۹۰) يَا مَنْ لاَ يَعْلَمُ الْغَيْبَ إِلاَّ هُوَ، يَا مَنْ لاَ يَصْرِفُ السُّوْءَ إِلاَّ هُوَ، يَا مَنْ لاَ يَخْلُقُ الْخَلْقَ إِلاَّ هُوَ، يَا مَنْ لاَ يَغْفِرُ الذَّنْبَ إِلاَّ هُوَ، يَا مَنْ لاَ يُتِمُّ النِّعْمَةَ إِلاَّ هُوَ، يَا مَنْ لاَ يُقَلِّبُ الْقُلُوْبَ إِلاَّ هُوَ، يَا مَنْ لاَ يُدَبِّرُ اْلأَمْرَ إِلاَّ هُوَ، يَا مَنْ لاَ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ إِلاَّ هُوَ، يَا مَنْ لاَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ إِلاَّ هُوَ، يَا مَنْ لاَ يُحْيِي الْمَوْتَى إِلاَّ هُوَ، (90) wahai Yang tiada mengetahui alam gaib kecuali Ia, wahai Yang tiada menyingkirkan keburukan kecuali Ia, wahai Yang tidak menciptakan makhluk kecuali Ia, wahai Yang tidak megampuni dosa kecuali Ia, wahai yang tidak menyempurnakan karunia kecuali Ia, wahai Yang tidak membolakbalikkan hati kecuali Ia, wahai Yang tidak mengatur segala urusan kecuali Ia, wahai Yang tidak menurunkan hujan kecuali Ia, wahai Yang tidak melapangkan rezeki kecuali Ia, wahai Yang tidak menghidupkan orang-orang yang sudah mati kecuali Ia, (۹۱) يَا مُعِيْنَ الضُّعَفَاءِ، يَا صَاحِبَ الْغُرَبَاءِ، يَا نَاصِرَ اْلأَوْلِيَاءِ، يَا قَاهِرَ اْلأَعْدَاءِ، يَا رَافِعَ السَّمَاءِ، يَا أَنِيْسَ اْلأَصْفِيْاءِ، يَا حَبِيْبَ اْلأَتْقِيَاءِ، يَا كَنْزَ الْفُقَرَاءِ، يَا إِلَهَ اْلأَغْنِيَاءِ، يَا أَكْرَمَ الْكُرَمَاءِ، (91) wahai Penolong mereka yang lemah, wahai Sahabat mereka yang asing, wahai Penolong para wali, wahai Penakluk para musuh, wahai Penegak langit, wahai Pujaan orang-orang suci, wahai Kekasih orang-orang yang bertakwa, wahai Harta Simpanan orang-orang fakir, wahai Tuhan orang-orang kaya, wahai Yang lebih Dermawan dari mereka yang dermawan (۹۲) يَا كَافِيًا مِنْ كُلِّ شَيْئٍ، يَا قَائِمًا عَلَى كُلِّ شَيْئٍ، يَا مَنْ لاَ يُشْبِهُهُ شَيْئٍ، يَا مَنْ لاَ يَزِيْدُ فِيْ مُلْكِهِ شَيْئٍ، يَا مَنْ لاَ يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْئٍ، يَا مَنْ لاَ يَنْقُصُ مِنْ خَزَائِنِهِ شَيْئٍ، يَا مَنْ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْئٍ، يَا مَنْ لاَ يَعْزُبُ عَنْ عِلْمِهِ شَيْئٍ، يَا مَنْ هُوَ خَبِيْرٌ بِكُلِّ شَيْئٍ، يَا مَنْ وَسِعَتْ رَحْمَتُهُ كُلَّ شَيْئٍ، (92) wahai Yang serba cukup dari segala sesuatu, wahai Yang mengawasi segala sesuatu, wahai Yang tidak dapat diserupai oleh suatu apa pun, wahai Yang segala sesuatu tidak dapat menambah (keagungan) kerajaan-Nya, wahai Yang segala sesuatu tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, wahai Yang segala sesuatu tidak dapat mengurangi simpanan (kekayaan)-Nya, wahai Yang tidak ada satu pun yang sepadan dengan-Nya, wahai Yang tidak ada satu pun yang luput dari ilmu-Nya, Wahai Yang Mengetahui segala sesuatu, wahai Yang rahmat-Nya mencakup segala sesuatu, (۹۳) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا مُكْرِمُ يَا مُطْعِمُ، يَا مُنْعِمُ يَا مُعْطِيْ، يَا مُغْنِيْ يَا مُقْنِيْ، يَا مُفْنِيْ يَا مُحْيِيْ، يَا مُرْضِيْ يَا مُنْجِيْ، (93) ya Allh, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang memuliakan, wahai Yang memberi makan, wahai Yang memberi karunia, wahai Yang Maha Pemberi, wahai Yang memberi kekayaan, wahai Yang memberi kecukupan, wahai Yang membinasakan, wahai Yang menghidupkan, wahai Yang meridhakan, wahai Yang menyelamatkan, (۹۴) يَا أَوَّلَ كُلِّ شَيْئٍ وَ آخِرَهُ، يَا إِلَهَ كُلِّ شَيْئٍ وَ مَلِيْكَهُ، يَا رَبَّ كُلِّ شَيْئٍ وَ صَانِعَهُ، يَا بَارِئَ كُلِّ شَيْئٍ وَ خَالِقَهُ، يَا قَابِضَ كُلِّ شَيْئٍ وَ بَاسِطَهُ، يَا مُبْدِئَ كُلِّ شَيْئٍ وَ مُعِيْدَهُ، يَا مُنْشِئَ كُلِّ شَيْئٍ وَ مُقَدِّرَهُ، يَا مُكَوِّنَ كُلِّ شَيْئٍ وَ مُحَوِّلَهُ، يَا مُحْيِيَ كُلِّ شَيْئٍ وَ مُمِيْتَهُ، يَا خَالِقَ كُلِّ شَيْئٍ وَ وَارِثَهُ، (94) wahai Awal dan Akhir segala sesuatu, wahai Tuhan dan Pemilik segala seuatu, wahai Pemelihara dan Pembuat segala sesuatu, wahai Pewujud dan Pencipta segala sesuatu, wahai Yang Menahan dan melepaskan segala sesuatu, wahai Yang Memulai penciptaan segala sesuatu dan mengembalikannya, wahai Pengada dan Penentu segala sesuatu, wahai Pembentuk dan Pengubah segala sesuatu, wahai yang Menghidupkan dan Mematikan segala sesuatu, wahai Pencipta dan Pewaris segala sesuatu, (۹۵) يَا خَيْرَ ذَاكِرٍ وَ مَذْكُوْرٍ، يَا خَيْرَ شَاكِرٍ وَ مَشْكُوْرٍ، يَا خَيْرَ حَامِدٍ وَ مَحْمُوْدٍ، يَا خَيْرَ شَاهِدٍ وَ مَشْهُوْدٍ، يَا خَيْرَ دَاعٍ وَ مَدْعُوٍّ، يَا خَيْرَ مُجِيْبٍ وَ مُجَابٍ، يَا خَيْرَ مُوْنِسٍ وَ أَنِيْسٍ، يَا خَيْرَ صَاحِبٍ وَ جَلِيْسٍ، يَا خَيْرَ مَقْصُوْدٍ وَ مَطْلُوْبٍ، يَا خَيْرَ حَبِيْبٍ وَ مَحْبُوْبٍ، (95) wahai Sebaik-baik Yang mengingat dan Yang diingat, wahai Sebaik-baik Yang bersyukur dan Yang disyukuri, wahai Sebaik-baik Yang memuji dan Yang dipuji, wahai Sebaik-baik Yang menyaksikan dan Yang disaksikan, wahai Sebaik-baik Yang memanggil dan Yang dipanggil, wahai Sebaik-baik Yang mengabulkan dan Yang menerima, wahai Sebaik-baik Yang menenteramkan dan sahabat karib, wahai Sebaik-baik Sahabat dan Teman, wahai Sebaik-baik Yang dituju dan Yang dicari, wahai Sebaik-baik Kekasih dan Yang dicintai, (۹۶) يَا مَنْ هُوَ لِمَنْ دَعَاهُ مُجِيْبٌ، يَا مَنْ هُوَ لِمَنْ أَطَاعَهُ حَبِيْبٌ، يَا مَنْ هُوَ إِلَى مَنْ أَحَبَّهُ قَرِيْبٌ، يَا مَنْ هُوَ بِمَنِ اسْتَحْفَظَهُ رَقِيْبٌ، يَا مَنْ هُوَ بِمَنْ رَجَاهُ كَرِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ بِمَنْ عَصَاهُ حَلِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ عَظَمَتِهِ رَحِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ حِكْمَتِهِ عَظِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ فِيْ إِحْسَانِهِ قَدِيْمٌ، يَا مَنْ هُوَ بِمَنْ أَرَادَهُ عَلِيْمٌ، (96) wahai Yang mengabulkan (doa) orang yang berdoa kepada-Nya, wahai Kekasih orang yang taat kepada-Nya, wahai Yang dekat kepada orang yang mencintai-Nya, wahai Yang mengawasi orang yang meminta perlindungan-Nya, wahai Yang dermawan terhadap orang yang mengharapkan-Nya, wahai Yang sabar terhadap orang yang membangkang kepada-Nya, wahai Yang Maha Penyayang dalam keagungan-Nya, wahai Yang Mahaagung dalam kebijaksanaan-Nya, wahai Yang Mahadahulu dalam kebaikan-Nya, wahai Yang Maha Mengetahui atas orang yang menginginkan-Nya, (۹۷) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، يَا مُسَبِّبُ يَا مُرَغِّبُ، يَا مُقَلِّبُ يَا مُعَقِّبُ، يَا مُرَتِّبُ يَا مُخَوِّفُ، يَا مُحَذِّرُ يَا مُذَكِّرُ، يَا مُسَخِّرُ يَا مُغَيِّرُ، (97) ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan (perantara) asma-Mu, wahai Yang Menyediakan segala sebab, wahai Yang Menganjurkan, wahai Yang Mengubah, wahai Yang Mengakhirkan, wahai Yang Mengatur, wahai Yang Memberikan rasa takut, wahai Yang Mengancam, wahai Yang Mengingatkan, wahai Yang Menundukkan, wahai Yang Mengubah, (۹۸) يَا مَنْ عِلْمُهُ سَابِقٌ، يَا مَنْ وَعْدُهُ صَادِقٌ، يَا مَنْ لُطْفُهُ ظَاهِرٌ، يَا مَنْ أَمْرُهُ غَالِبٌ، يَا مَنْ كِتَابُهُ مُحْكَمٌ، يَا مَنْ قَضَاؤُهُ كَائِنٌ، يَا مَنْ قُرْآنُهُ مَجِيْدٌ، يَا مَنْ مُلْكُهُ قَدِيْمٌ، يَا مَنْ فَضْلُهُ عَمِيْمٌ، يَا مَنْ عَرْشُهُ عَظِيمٌ، (98) wahai Yang ilmu-Nya dahulu, wahai Yang janji-Nya benar, wahai Yang kelembutan-Nya nyata, wahai Yang perintah-Nya menang, wahai yang Kitab-Nya kokoh, wahai Yang ketentuan-Nya pasti, wahai Yang al-Quran-Nya mulia, wahai Yang kerajaan-Nya terdahulu, wahai Yang karunia-Nya menyeluruh, wahai Yang ‘Arasy-Nya agung, (۹۹) يَا مَنْ لاَ يَشْغَلُهُ سَمْعٌ عَنْ سَمْعٍ، يَا مَنْ لاَ يَمْنَعُهُ فِعْلٌ عَنْ فِعْلٍ، يَا مَنْ لاَ يُلْهِيْهِ قَوْلٌ عَنْ قَوْلٍ، يَا مَنْ لاَ يُغَلِّطُهُ سُؤَالٌ عَنْ سُؤَالٍ، يَا مَنْ لاَ يَحْجُبُهُ شَيْئٍ عَنْ شَيْئٍ، يَا مَنْ لاَ يُبْرِمُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّيْنَ، يَا مَنْ هُوَ غَايَةُ مُرَادِ الْمُرِيْدِيْنَ، يَا مَنْ هُوَ مُنْتَهَى هِمَمِ الْعَارِفِيْنَ، يَا مَنْ هُوَ مُنْتَهَى طَلَبِ الطَّالِبِيْنَ، يَا مَنْ لاَ يَخْفَى عَلَيْهِ ذَرَّةٌ فِيْ الْعَالَمِيْنَ، (99) wahai Yang tidak disibukkan oleh satu suara untuk mendengarkan (suara yang lain), wahai Yang tidak dicegah oleh satu perbuatan untuk (melakukan) perbuatan (yang lain), wahai Yang tidak dilalaikan oleh satu perkatan untuk (mendengarkan) perkataan (yang lain), wahai Yang tidak pernah menangkap satu permintaan karena (adanya) permintaan (yang lain), wahai Yang tak tertutupi oleh sesuatu untuk (melihat) sesuatu (yang lain), wahai Yang tidak pernah dibosankan oleh rintihan orang-orang yang merintih, wahai Puncak tujuan para pencari(-Nya), wahai Puncak keinginan para ‘ârif, wahai Puncak pencarian para pencari(-Nya), wahai Yang tak tersembunyi bagi-Nya satu atom pun di jagad ini, (۱۰۰) يَا حَلِيْمًا لاَ يَعْجَلُ، يَا جَوَادًا لاَ يَبْخَلُ، يَا صَادِقًا لاَ يُخْلِفُ، يَا وَهَّابًا لاَ يَمَلُّ، يَا قَاهِرًا لاَ يُغْلَبُ، يَا عَظِيْمًا لاَ يُوْصَفُ، يَا عَدْلاً لاَ يَحِيْفُ، يَا غَنِيًّا لاَ يَفْتَقِرُ، يَا كَبِيْرًا لاَ يَصْغُرُ، يَا حَافِظًا لاَ يَغْفُلُ،﴿سُبْحَانَكَ يَا لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، الْغَوْثَ الْغَوْثَ، خَلِّصْنَا مِنَ النَّارِ يَا رَبِ‏﴾ (100) wahai Maha Penyabar yang tak tergesa-gesa, wahai Maha Dermawan yang tak pernah kikir, wahai Mahajujur yang tak pernah ingkar (janji), wahai Pemberi Anugerah yang tak pernah jemu, wahai Mahaperkasa yang tak pernah terkalahkan, wahai Mahaagung yang tak tersifati, wahai Mahaadil yang tak pernah berbuat lalim, wahai Mahakaya yang tak pernah membutuhkan, wahai Mahabesar yang tak pernah merasa kecil, wahai Pemelihara yang tak pernah lupa; Mahasuci Engkau wahai yang tiada Tuhan selain Engkau; curahkanlah pertolongan-Mu, curahkanlah pertolongan-Mu, bebaskanlah kami dari (jeratan) api neraka wahai Tuhanku. [1] Maqâm adalah tempat Nabi Ibrahim as melaksanakan shalat di situ. Tempat ini terletak di depan Hajar Aswad. (Penerj.)