Total Tayangan Halaman

Rabu, 07 November 2012

MANFAAT PENGENDALIAN DAN PENGATURAN NAFAS

Bernapas adalah hal rutin yang biasa kita lakukan setiap hari . Napas adalah tanda dan bukti dari kehidupan kita , tidak ada kehidupan tanpa bernapas. Manusia bernapas secara otomatis .  Umumnya manusia bernapas dengan tarikan napas pendek-pendek sekitar 16 -20 kali permenit.
Dalam kondisi biasa manusia hanya mempergunakan kurang lebih 20-30% dari kapasitas paru parunya untuk bernapas. Sebagian besar kapasitas paru paru dibiarkan menganggur tidak digunakan. Bagian paru paru yang tidak digunakan lama kelamaan bisa menjadi rusak dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Agar paru paru tidak cepat menjadi rusak maka diperlukan latihan untuk merawat bagian yang sering tidak dipakai tersebut dengan olah raga dan senam pernapasan.
Setiap saat ditubuh kita ada sel yang mati dan sel yang baru untuk menggantikan sel yang mati tersebut. Pembentukan sel baru membutuhkan oxigen yang cukup yang diambil dari paru paru. Sel yang mati dibuang melalui air seni, keringat dan kotoran lainnya. Sel yang baru tidak akan berfungsi dengan baik jika oxigen yang diperlukan tidak terpenuhi dengan cukup.
Orang yang tidak terlatih umumnya bernapas pendek –pendek sekitar 16-20 kali permenit. Mereka hanya menggunakan sekitar 20-30 % paru parunya untuk bernapas. Sedangkan orang yang terlatih dengan baik umumnya bernapas panjang sekitar 4-6 kali permenit. Mereka menggunakan seluruh kapasitas paru parunya secara maksimal, sehingga suplai oxigen keseluruh tubuhnya dapat dipenuhi dengan baik.

Seni pernapasan
Bernapas merupakan seni tersendiri yang perlu dilatih dan dipelajari dengan sungguh sungguh. Sebagian orang menganggap bernapas sebagai masalah rutin yang tidak perlu dipelajari atau dilatih. Bernapas merupakan fitrah manusia yang dilakukan secara otomatis jadi tidak perlu dilatih atau dipelajari. Pada kenyataannya banyak manusia yang melakukan kekeliruan dalam bernapas , sehingga paru parunya tidak berfungsi secara maksimal. Mereka baru menyadari ini ketika tubuh mulai sering didera berbagai penyakit, napas sesak, cepat letih dan lelah.
Saudara saudara kita dari China dan India sangat peduli dengan masalah pernapasan ini. Mereka melatih pernapasan mereka dengan latihan Yoga, Thai Chi , Chikung dan lain sebagainya. Orang baratpun saat inisudah banyak yang tertarik mempelajari seni pernapasan dari China dan India ini. Ilmu pernapasan yang mereka ajarkan ternyata dapat menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh serta mampu mengatasi berbagai penyakit degeretatif yang banyak menjangkiti masyarakat perkotaan dewasa ini.
Berbagai cabang olah raga yang ada sebenarnya juga mempunyai tehnik pengolahan napas sendiri. Perhatikan cara bernapas pelari cepat dengan pelari marathon pasti tidak sama. Perenang gaya bebas dengan gaya kupu kupu memiliki tehnik pernapasan yang berbeda. Para pesilat juga memiliki tehnik pernapasan masing masing seperti Karate, Taekwondo, Merpati putih, Perisai Diri dan lain sebagainya. Masing masing cabang olah raga memiliki tehnik pengolahan napas sendiri. Mereka tidak mungkin menguasai cabang olah raga yang diminatinya dengan baik jika tidak menguasai tehnik pengolahan napas yang diajarkan.
Para penyanyi dan pemain theatre juga mengikuti latihan olah vokal dan olah napas. Demikian pula para Qori pembaca Qur’an. Mereka tidak akan bisa menyanyi atau membaca Qur’an dengan baik jika tidak menguasai tehnik olah napas dengan baik. Menyanyi dan membaca Qur’an membutuhkan napas yang dalam dan panjang.
Bernapas dengan baik merupakan seni tersendiri yang perlu dilatih dan dipelajari. Berbagai latihan seni pernapasan saat ini tumbuh menjamur dikota kota besar. Beberapa tahun yang lalu latihan seni pernapasan Satria Nusantara pernah booming di Nusantara ini. Kalau kita berjalan ke Senayan pada hari Minggu kita bisa melihat ratusan orang yang mengikuti latihan olah napas seperti Thaici, senam tera, wai tankung dan lain sebagainya. Latihan pernapasan seperti Yoga juga tumbuh menjamur dikota kota besar.
Olah napas untuk kesehatan
Pengolahan napas untuk kesehatan pada dasarnya merupakan seni menarik dan menghembuskan napas dengan tepat dan benar sehingga paru paru bekerja secara optimal mensuplai oxigen keseluruh tubuh dengan sempurna. Cara bernapas dilakukan dengan menarik napas secara dalam hingga paru paru penuh sempurna , selanjutnya menghembuskan udara hingga paru paru kosong sempurna. Antara menarik dan menghembuskan napas ada jedah saat menahan napas . jedah antara menarik dan menghembuskan napas disebut jedah penuh. Jedah ketika menghembuskan dan menarik napas disebut saat jedah kosong.
Menarik dan menghembuskan napas bisa dilakukan secara cepat bisa juga secara lambat. Pada latihan Thaici atau yoga umumnya menarik dan menghembuskan napas dilakukan secara perlahan. Pada latihan silat untuk mendapatkan tenaga adakalanya menarik dan menghembuskan napas dilakukan secara cepat. Menarik dan menghembuskan napas secara perlahan atau cepat dilakukan tergantung kebutuhan latihan.
Latihan olah napas yang dilakukan secara rutin dapat memperbaiki pola napas yang selama ini keliru. Pernapasan yang dilakukan dengan tepat dan benar akan meningkatkan suplai oxigen kedalam tubuh sehingga menghasilkan sel tubuh yang sehat dan kuat. Disamping itu pernapasan yang benar juga akan memperbaiki metabolisme tubuh , membersihkan tubuh dari berbagai kotoran dan racun yang mengedap dalam tubuh. Efeknya akan langsung terasa. Badan selalu terasa segar dan bugar, jarang disentuh penyakit ringan seperti flu, pilek , masuk angin, pusing pusing dan lain sebagainya. Dalam jangka panjang juga dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit degeneratif seperti darah tinggi, asam urat, kolesterol, diabetes, stroke, penyempitan pembuluh darah, kanker dan tumor. Dewasa ini penyakit degeneratif merupakan penyakit utama yang banyak menyerang penduduk didaerah perkotaan. Penyakit ini sekarang merupakan pembunuh nomor satu didunia.
Olah napas diam dan bergerak
Olah napas bisa dilakukan sambil bergerak bisa juga dengan diam .Pada Olah napas bergerak menarik , menghembuskan dan menahan napas dilakukan sambil melakukan gerakan tertentu. Olah napas bergerak umum dilakukan pada perguruan silat dan tenaga dalam seperti Karate, taekwondo, Thaichi, Satria Nusantara, Mahatma, Merpati putih dan lain lain. Sebagian besar cabang olah raga seperti sepak bola, lari cepat, maraton, tenis, badminton, futsal, berenang termasuk pada jenis olah napas bergerak .
Pada olah napas diam menarik , menghembuskan dan menahan napas dilakukan dalam keadaan diam. Bisa dalam posisi duduk bersila, berbaring atau berdiri. Olah napas seperti ini biasa dilakukan pada gerakan pernapasan yoga, dan meditasi . Pada perguruan silat olah napas seperti ini juga dilakukan untuk meditasi dan menghimpun energi bathin.
Olah napas diam sangat membantu dalam meningkatkan konsentrasi menyatukan fikiran dan perasaan fokus pada satu hal. Karena itu olah napas diam banyak digunakan dalam latihan meditasi.
Olah napas untuk meningkatkan konsentrasi
Berdzikir dan berdoa adalah salah satu aktifitas yang dianjurkan dalam al Qur’an Dzikir dan doa yang diterima dan dikabulkan adalah doa yang dipanjatkan dengan sungguh sungguh. Banyak orang yang berdoa secara asalan asalan, mulutnya mengucapkan satu atau beberapa kalimat, namun hati dan fikirannya tidak fokus pada kalimat atau kata yang diucapkannya.
Shalat yang dilakukan umat islam merupakan kumpulan dzikir dan doa . Banyak diantara umat islam yang tidak khusuk dalam shalatnya. Hati dan fikirannya tidak fokus pada kalimat yang dibaca dan diucapkan dalam shalat. Mereka shalat dengan tergesa gesa tanpa memahami apa yang meraka baca dan ucapkan dalam shalat. Pengaturan napas yang baik bisa mencegah mereka dari gerakan yang tergesa gesa, dan membantu mereka memfokuskan hati dan fikiran pada bacaan shalat.
Penganturan dan pengendalian napas sangat membantu hati dan fikiran untuk fokus pada kalimat yang diucapkan. Contohnya mudah saja. Coba masukan benang kedalam lubang jarum sambil menahan napas dan tanpa mengendalikan napas pasti hasilnya beda. Ketika membidikkan senapan atau memanah para olahragawan juga melakukan tehnik pengendalaian napas untuk memusatkan arah bidikannya.
Pernapasan segitiga untuk berdzikir
Pola pernapasan segitiga dilakukan dengan menarik –menahan-menghembuskan napas secara perlahan. Lama menarik –menahan dan menghembuskan napas sama waktunya, misalnya masing masing selama 10 hitungan. Pernapasan segitiga ini umum digunakan pada latihan meditasi, karena dapat membantu memusatkan fikiran dan perasaan dengan baik.
Pernapasan segitiga ini sangat membantu dalam memusatkan fikiran ketika berdzikir membaca kalimat toyyibah seperti ya Rahman, ya Rohim dan lain sebagainya. Dengan melakukan pernapasan segitiga fikiran dan perasan betul betul bisa fokus pada dzikir atau doa yang diucapkan. Kebanyakan orang dalam berdzikir atau berdoa hanya mulutnya saja yang membaca kalimat dzikir atau doa. Hati dan fikirannya mengembara tak tentu arah pada hal lain yang tidak ada hubungannya dengan doa yang dibaca. Dzikir dan doa yang dilakukan seperti itu tentu saja hanya akan sia sia saja.
Pada latihan pernapasan segitiga dasar lama menarik- menahan dan menghembuskan napas diakukan dengan jumlah hitungan. Misalnya lima hitungan atau sepuluh hitungan. Pada pelaksanaan dzikir atau doa lama menarik, menahan dan menghembuskan napas dibatasi oleh panjang kalimat doa atau dzikir yang dibaca. Misalnya membaca kalimat ya rahman sebanyak lima atau sepuluh kali.
Berdzikir tanpa dibantu tehnik pernapasan segitiga biasanya akan mengalami rasa bosan, mengantuk, semutan, tergesa gesa dan ingin cepat selesai. Semua kendala itu akan hilang ketika dilakukan dengan menggunakan pernapasan segitiga. Semakin lama berdzikir badan terasa semakin segar, karena oxigen yang diserap tubuh ketika berdzikir meningkat 4 kali biasanya. Insya Allah kegiatan berdzikir menjadi suatu hal yang mengasyikan.
Dengan teknik pernapasan segitiga seluruh kalimat dzikir dan doa yang dibaca diharapkan betul betul meresap kedalam hati dan fikiran. Dengan napas yang teratur dan lambat fikiran jadi fokus pada kalimat dzikir atau doa yang dibaca. Pada tehnik pernapasan segitiga seluruh bacaan dzikir dan doa dibaca didalam hati, dengan mata terpejam atau terbuka.
Anda bisa merasakan perbedaan nyata berdzikir tanpa menggunakan tehnik pengaturan napas dengan berdzikir menggunakan tehnik pernapasan segitiga.
Ketika berdzikir tanpa menggunakan tehnik pengaturan napas biasanya fikiran suka melantur dan tidak fokus, cepat merasa bosan, mengantuk, kaki semutan, sehingga tidak bisa berdzikir dalam waktu yang lama. Hasil yang didapatpun tidak maksimal.
Mereka yang berdzikir dengan tehnik pengaturan napas, fikiran dan perasaannya bisa fokus pada kalimat dzikir yang dibaca didalam hati, makin lama badan terasa semakin segar karena ada peningkatan kadar oxigen dalam darah, sehingga tidak mudah diserang rasa kantuk, bosan atau kaki semutan. Hasil yang didapatpun bisa maksimal

MALAM PERTAMA


Malam Pertama
(ROMANTIS) “MALAM PERTAMA” DALAM ISLAM : RAHASIA & CERITA MALAM PERTAMA PERNIKAHAN | ADAB & TATACARA BERHUBUNGAN INTIM SUAMI ISTERI/CARA BERCINTA & MENGGAULI ISTERI DI “MALAM PENGANTIN MENURUT ISLAM” | DO’A & BACAAN BERSETUBUH MALAM PERTAMA 

Menjadi pasangan pengantin baru merupakan kebahagian tersendiri bagi kedua mempelai. Rasa bahagia itu begitu menyentuh qalbu yang paling dalam, hati seakan tak mampu menampung rasa bahagia yang telah meluap memenuhi relung hati. Namun begitu, kebahagian menjadi pengantin baru akan terasa lebih sempurna tatkala telah melewati kebersamaan dimalam pertama dengan penuh cinta. Malam dimana seseorang bisa menyalurkan hasratnya melalui jalan yang diridhai Allah. Sehingga, dengannya tak sekedar kenikmatan yang diperoleh tapi juga pahala dapat diraih. Nilai pahala akan lebih bertambah seiring bertambahnya rasa kasih dan sayang antara kedua mempelai manakala berhias dengan adab-adab saat menuju peraduan cinta, sebagaimana yang dituntunkan Nabi shallallahu a’laihi wasallam sebagai pembawa syariat Islam yang sempurna.
Diantara adab-adabnya adalah sebagai berikut :
  1. Sebelum bermalam pertama, sangat disukai untuk memperindah diri masing-masing dengan berhias, memakai wewangian, serta bersiwak.
  • Berdasarkan sebuah hadits dari Asma’ binti Yasid radhiyallaahu ‘anha ia menuturkan, “Aku merias Aisyah untuk Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam. Setelah selesai, aku pun memanggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun duduk di sisi Aisyah. Kemudian diberikan kepada beliau segelas susu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminum susu tersebut dan menyerahkannya pada Aisyah. Aisyah menundukkan kepalanya karena malu. Maka segeralah aku menyuruhnya untuk mengambil gelas tersebut dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” [HR Ahmad, sanad hadits ini dikuatkan oleh Al-Allamah Al-Muhadits Al-Albani  dalam Adabul Zifaf]. 
  • Adapun disunnahkannya bersiwak, karena adab yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau selalu bersiwak setiap setiap hendak masuk rumah sebagaimana disebutkan oleh Aisyah radhiyallaahu ‘anha dalam Shahih Muslim. Selain itu akan sangat baik pula jika disertai dengan mempercantik kamar pengantin sehingga menjadi sempurnalah sebab-sebab yang memunculkan kecintaan dan suasana romantis pada saat itu.
  1. Hendaknya suami meletakkan tangannya pada ubun-ubun istrinya seraya mendoakan kebaikan dengan doa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan :
اللّهمَّ Ø¥ِÙ†ِّÙŠ Ø£َسْØ£َÙ„ُÙƒَ Ù…ِÙ†ْ Ø®َÙŠْرِÙ‡َا ÙˆَØ®َÙŠْرِ Ù…َا جَبَÙ„ْتَÙ‡َا عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَØ£َعُÙˆْذُ بِÙƒَ Ù…ِÙ†ْ Ø´َرِّÙ‡َا ÙˆَØ´َرِّ Ù…َا جَبَÙ„ْتَÙ‡َا Ø¹َÙ„َÙŠْÙ‡ِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya (istri) dan kebaikan tabiatnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan tabiatnya.”[HR. Bukhari dari sahabat Abdullah bin Amr bin Al Ash radhiyallaahu 'anhu].
  1. Disunnahkan bagi keduanya untuk melakukan shalat dua rakaat bersama-sama. Syaikh Al Albani dalam Adabuz Zifaf menyebutkan dua atsar yang salah satunya diriwayatkan oleh Abu Bakr Ibnu Abi Syaiban dalam Al-Mushannaf dari sahabat Abu Sa’id, bekat budak sahabat Abu Usaid, beliau mengisahkan bahwa semasa masih menjadi budak ia pernah melangsungkan pernikahan. Ia mengundang beberapa sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzarr, dan Hudzaifah.
Abu Sa’id mengatakan, “Mereka pun membimbingku, mengatakan, ‘Apabila istrimu masuk menemuimu maka shalatlah dua rakaat. Mintalah perlindungan kepada Allah dan berlindunglah kepada-Nya dari kejelekan istrimu. Setelah itu urusannya terserah engkau dan istrimu. “Dalam riwayat Atsar yang lain Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu mengatakan, perintahkan isrtimu shalat dibelakangmu.”
  1. Ketika menjumpai istri, hendaknya seorang suami berprilaku santun kepada istrinya semisal dengan memberikan segelas minuman atau  yang lainnya sebagimana dalam hadits di atas, bisa juga dengan menyerahkan maharnya. Selain itu hendaknya si suami untuk bertutur kata yang lembut yang menggambarkan kebahagiaannya atas pernikahan ini. Sehingga hilanglah perasaan cemas, takut, atau asing yang menghinggapi hati istrinya. Dengan kelembutan dalam ucapan dan perbuatan akan bersemi keakraban da keharmonisan di antara keduanya.
  1. Apabila seorang suami ingin menggauli istrinya, janganlah ia terburu-buru sampai keadaan istrinya benar-benar siap, baik secara fisik, maupun secara psikis, yaitu istri sudah sepenuhnya menerima keberadaan suami sebagai bagian dari dirinya, bukan orang lain. Begitu pula ketika suami telah menyelesaikan hajatnya, jangan pula dirinya terburu-buru meninggalkan istrinya sampai terpenuhi hajat istrinya. Artinya, seorang suami harus memperhatikan keadaan, perasaan, dan keinginan istri. Kebahagian yang hendak ia raih, ia upayakan pula bisa dirasakan oleh istrinya.
  1. Bagi suami yang akan menjima’i istri hanya diperbolehkan ketika istri hanya diperbolehkan ketika istri tidak dalam keadaan haid dan pada tempatnya saja, yaitu kemaluan. Adapun arah dan caranya terserah yang dia sukai. Allah berfirman yang artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, “Haid itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhi (tidak menjima’i) wanita diwaktu haid, dan janganlah kalian mendekati (menjima’i) mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu pada tempat yang diperintahkan Allah kepad kalian (kemaluan saja). Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat itu bagaimana saja kalian kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk diri kalian, bertakwalah kepada Allah, ketahuilah bahwa kalian kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.” [Q.S. Al Baqarah: 222-223].
Ingat, diharamkan melalui dubur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Barang siapa yang menggauli istrinya ketika sedang haid atau melalui duburnya, maka ia telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.” [HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan yang lainnya, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud]. Kata ‘kufur’ dalam hadits ini menunjukkan betapa besarnya dosa orang yang melakukan hal ini. Meskipun, kata para ulama, ‘kufur’ yang dimaksud dalam hadits ini adalah kufur kecil yang belum mengeluarkan pelakunya dari Islam.
  1. Telah kita ketahui bersama bahwa syaitan selalu menyertai, mengintai untuk berusaha menjerumuskan Bani Adam dalam setiap keadaan. Begitu pula saat jima’, kecuali apabila dia senantiasa berdzikir kepada Allah. Maka hendaknya berdo’a sebelum melakukan jima’ agar hal tersebut menjadi sebab kebaikan dan keberkahan. Do’a yang diajarkan adalah:
بِسْÙ…ِ اللهِ اللَّÙ‡ُÙ…َّ جَÙ†ِّبْÙ†َا الشَّÙŠْØ·َانَ ÙˆَجَÙ†ِّبِ الشَّÙŠْØ·َانَ Ù…َا رَزَÙ‚ْتَÙ†َا
“Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaithan dan jauhkanlah syaithan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.”[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallaahu 'anhu]. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa seandainya Allah mengkaruniakan anak, maka syaithan tidak akan bisa memudharati anak tersebut. Al Qadhi menjelaskan maksudnya adalah syaithan tidak akan bias mearsukinya. Sebagaimana dinukilkan dari Al Minhaj.
  1. Diperbolehkan bagi suami dan istri untuk saling melihat aurat satu sama lain. Diperbolehkan pula mandi bersama. Dari Aisyah radhiyallaahu ‘anha berkata, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana dan kami berdua dalam keadaan junub.” [HR. Al Bukhari dan Muslim.]
  1. Diwajibkan bagi suami istri yang telah bersenggama untuk mandi apabila hendak shalat. Waktu mandi boleh ketika sebelum tidur atau setelah tidur. Namun apabila dalam mengakhirkan mandi maka disunnahkan terlebih dahulu wudhu sebelum tidur. Berdasarkan hadits Abdullah bin Qais, ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Aisyah, ‘Apa yang dilakukan Nabi ketika junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur sebelum mandi?’ Aisyah menjawab, ‘Semua itu pernah dilakukan Rasulullah. Terkadang beliau mandi dahulu kemudian tidur dan terkadang pula beliau hanya wudhu kemudian tidur.”[HR. Ahmad dalam Al Musnad]
  1. Tidak boleh menyebarkan rahasia ranjang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya diantara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang mendatangi istrinya dan istrinya memberikan kepuasan kepadanya, kemudian ia menyebarkan rahasianya.” [HR. Muslim dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallaahu 'anhu]
Dari poin-poin yang telah dijelaskan nampaklah betapa agungnya kesempurnaan syariat Islam dalam mengatur semua sisi kehidupan ini. Sehingga pada setiap gerak hamba ada nilai ibadah yang bisa direngkuh pahalanya. Tidak sekedar aktivitas rutin tanpa faedah, tak semua pemenuhan kebutuhan tanpa hikmah. Oleh sebab itu tak ada yang sia-sia dalam mengikuti aturan Ilahi  dan meneladani sunnah Nabi. Semuanya memiliki makna serta mengandung kemaslahatan, karena datangnya dari Allah Dzat Yang Maha Tinggi Ilmu-Nya lagi Maha sempurna Hikmah-Nya. Maka dari itu syariat yang Allah turunkan selaras dengan fitrah hamba-Nya sebagai manusia, sebagimana disyariatkan pernikahan.
Kesempurnaan syariat Islam ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Allah terhadap hamba-Nya melebihi perhatian hamba terhadap dirinya sendiri. Oleh karenanya, hendaklah setiap hamba tetap berada di atas fitrah tersebut di atas agama allah agar dirinya selalu berada di atas jalan yang lurus, “(Tetaplah di atas fitrah) yang Allahtelah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” [QS. Ar Rum: 30]. Allahu a’lam.

KEAJAIBAN AIR


Dari penelitian yang dilakukan seorang ilmuwan Jepang Dr Masaru Emoto yang dipublikasikan melalui bukunya “The True Power of Water” kita baru mengetahui bahwa ternyata air memberikan respon positip atau negatif terhadap fikiran manusia. Dr.Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi.
Hasilnya ternyata air mampu merespon kata-kata, gambar serta musik secara positif ataupun negatif. Jika kita mengatakan pada air kata-kata “cinta dan terima kasih” maka hasil foto kristal airnya sungguh dahsyat yakni membentuk kristal air heksagonal yang indah. Sebaliknya, jika kita mengatakan pada air kalimat “kamu bodoh” atau kalimat negatif lainnya maka air tersebut tidak akan membentuk kristal tapi meresponnya dengan bentuk yang buruk tidak menentu.
Demikian pula musik klasik ternyata mampu merubah air membentuk kristal yang sangat indah sedangkan musik heavy metal justru membentuk air yang tidak baik. Hal yang berkaitan dengan manfaat air sebagai penyembuhan spiritual juga mengagumkan. Foto dibawah  ini telah memperlihatkan kebesaran Allah, dimana air yang telah diberikan doa ternyata mampu membentuk kristal heksagonal yang sangat indah.

Dalam bukunya ”The Hidden Message in Water”, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air memiliki sifat mampu merekam pesan, seperti pita magnetik atau CD. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain.
Temuan ini menjelaskan mengapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan orang yang sakit . Ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit. Tubuh manusia memang 70% terdiri dari air. Otak 74.5%, Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air.
Rasulullah saw, bersabda, “Zam-Zam Limaa Syuriba Lahuu,” Air zam-zam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya. Barang siapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barang siapa minum dengan niat kesembuhan, Insya Allah dia akan sembuh.
Keajaiban air Zam-Zam tidak tertandingi, termasuk air termurni di Kutub Utara dan Selatan sekalipun. Hal ini dibuktikan juga oleh Dr. Masaru Emoto, bahwa tak ada kandungan air di dunia yang menyamai kandungan air Zam-Zam. Dibeberkan bahwa molekul air Zam-Zam merupakan molekul air paling cantik dan indah di antara air lainnya. Tentu saja setiap doa yang terhembus dari setiap jamaah haji dan Umroh selama ini menjadikan air Zam-Zam sebagai air terindah yang akan terus menghapus dahaga rohani setiap tamu Allah di Mekah. Pantaslah air Zamzam begitu berkasiat karena ia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Sayyidina Ibrahim.
Temuan ilmuwan Jepang ini membuktikan bahwa khasiat doa yang ditransfer melalui air merupakan hal yang nyata. Dengan penelitian ini, jelaslah sudah bahwa pengobatan alternatif melalui air yang telah diberi doa atau Rukyah untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang berat bukanlah suatu hal yang mustahil. Jika dulu banyak orang beranggapan penyembuhan penyakit melalui air yang diberi doa adalah musrik maka oleh ilmu pengetahuan telah dibuktikan bahwa doa yang dibacakan pada air mampu merubah air tersebut menjadi air penyembuh. Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa doa yang dibacakan pada air mampu merubah air tersebut menjadi air penyembuh
Sehubungan dengan itu kita harus hati hati , karena ternyata tubuh kita sendiri terdiri dari 70% air. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya bisa menimbulkan berbagai penyakit dan masalah lainnya pada tubuh kita. Sebaliknya jika kita berfikiran positip air ditubuh kita juga akan merespon positip dan memberi kekuatan serta kesehatan pada tubuh kita.
Tidaklah mengherankan jika stres ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit. Dengan penemuan yang brilian ini, kini saatnya bagi kita untuk menjaga agar fikiran kita tetap positip. Pikiran positif akan akan direspon positip oleh air yang ada ditubuh kita yang pada akhirnya akan memberikan kesehatan dan kekuatan pada tubuh kita.
Doa dan dzikir adalah salah satu cara untuk memberikan pengaruh positip pada sel air yang ada didalam tubuh kita. Orang yang setiap hari membaca Qur’an , berdzikir mengingat Allah, mengerjakan shalat dengan khusuk pasti akan memberikan pengaruh positip pada air yang ada ditubuhnya. Yang pada akhirnya juga akan memberikan kekuatan dan kesehatan pada tubuhnya.
Sebaliknya orang yang setiap hari hidup dalam kondisi tertekan, selalu mengeluarkan atau mendengarkan ucapan sumpah serapah , keluhan serta makian dapat dipastikan air yang ada ditubuhnya akan mengeluarkan reaksi negatif pula. Hal mana pada akhirnya akan berpengaruh pada kesehatan dan daya tahan tubuhnya, yang pastinya akan berpengaruh pada kinerja yang bersangkutan dalam kegiatan sehari hari.
Karena itu Allah memerintahkan kepada orang yang beriman agar banyak berdzikir mengagungkan dan menyebut nama Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring. Membaca Qur’an dan memperbanyak shalat sunah, semua itu akan memberi kekuatan pada rohani dan jasmani. Serta melindungi diri dari berbagai hal negatif yang dapat melemahkan kemauan dan semangat atau mendatangkan penyakit pada tubuh.

BUNIAN


Bunian: Adakah mereka termasuk dalam kategori manusia atau golongan makhluk halus?
Memang pernah saya menyebut dan mengulas tentang mahkluk halus, tetapi saya tidak
menyebut secara mendalam mengenai orang bunian. Oleh kerana saudara berminat, maka
saya cuba menjelaskannya.
Makhluk halus yang dikenali dengan jin, syaitan, iblis, ifrit dan sebagainya jelas terpapar
dalam al-Quran dan hadis sahih yang boleh dirujuk dalam jawapan terdahulu.
Adapun istilah orang bunian ataupun bunian sahaja, dalam masyarakat Melayu pernah di-
filemkan oleh allahayarham P. Ramlee yang menceritakan perihal masyarakat makhluk
bunian.
Pada saya, makhluk ini wujud, ia tergolong dalam makhluk halus. Ianya dikaitkan dengan
suatu perkampungan atau penempatan yang mereka berumahtangga, beranak pinak dan
bermasyarakat.
Ada yang mendakwa melihat bunian dan ada juga dakwaan manusia berkomunikasi dengan
bunian sehingga boleh berjiran tetangga termasuk meminjam barang-barang harian. Betul
atau tidak cerita itu saya pulangkan kepada Allah S.W.T lebih mengetahui.
Saya yakin bunian tergolong dalam makhluk halus kerana hadis Nabi s.a.w menyebut
bahawa ada makhluk halus ini yang suka tinggal bersama manusia dalam rumah manusia,
malah mereka suka mencari tempat yang tidak berjauhan dari perkampungan manusia.
Golongan bunian ini disebut Rasulullah sebagai ‘aamir atau ummar’ yang tinggal berhampiran
dengan manusia.
Dalam suatu kisah yang diriwayatkan, kejadian berlaku di zaman Rasulullah s.a.w, ada
seorang sahabat yang bernama Khurafah tiba-tiba hilang daripada masyarakat. Lalu
keluarganya bertemu dengan Nabi s.a.w menceritakan kehilangan Khurafah.
Tidak berapa lama kemudian Khurafah muncul semula dan menceritakan pengalamannya.
Dia telah membunuh seekor ular hitam, tiba-tiba beliau tidak sedar diri dan apabila sedar
dia berada dalam masyarakat seperti manusia, tetapi penuh dengan keganjilan.
Ringkasnya dia dituduh membunuh salah seorang daripada orang penting dalam masyarakat
itu. Mereka menuntut supaya dia dibunuh balas. Dibicarakan dalam mahkamah yang telus,
mempunyai sistem keadilan yang hampir sama dengan manusia, dengan menggunakan
peguambela dan sebagainya. Khurafah dibela oleh seorang peguam dan mengemukakan
hujah dengan berkata, “Khurafah tidak boleh dipersalahkan kerana dia membunuh satu
anggota daripaa masyarakat kita (bunian) yang menyerupai ular, sedangkan ular adalah
musuh utama kepada manusia. Maka Khurafah membunuh ular, bukan berniat membunuh
orang kita, tetapi membunuh musuh di alamnya.”
Maka dengan itu Khurafah dibebaskan dan dihantar balik ke alamnya.
Apabila dikisahkan hal ini kepada Nabi s.a.w, maka ramai sahabat mempertikaikannya.
Maka Nabi s.a.w menyebut (maksudnya),
“Dengarlah cerita Khurafah, ianya ganjil tapi betul.”
Bagaimanapun dalam masyarakat kita, apabila dirujuk tentang cerita-cerita ganjil dan
tidak masuk akal, kita menggelarnya khurafat. Tetapi asalnya adalah cerita benar orang
yang bernama khurafah.
Saya sebut kisah ini kerana saya lihat seolah-olahnya yang berlaku ini, mungkin boleh
disamakan dengan masyarakat bunian. Ertinya mereka boleh melakukan sama seperti
manusia seperti dalam kisah Khurafah tersebut.
Masyarakat bunian adalah satu daripada kelompok yang banyak dari masyarakat jin
atau syaitan. Daripada cerita-cerita rakyat yang menyentuh soal orang bunian, menjadi
suatu lagenda masyarakat Melayu sehingga kini, bunian dikaitkan dengan masyarakat
beragama yang mempunyai masjid, surau dan bunyi azan, termasuk orang mengaji
al-Quran dan sebagainya. Orang Melayu lebih percaya ianya dikaitkan dengan jin Islam.
Sememangnya Islam mengakui adanya jin Islam sebagaimana yang disebut dalam
Suratul Jin. Dalam surah itu menyebut bahawa jin mengakui telah mendengar al-Quran
yang penuh dengan keajaiban, menunjuk ke jalan yang lurus, maka kami beriman
(kata jin). Jin juga mengaku di kalangan mereka ada yang Islam dan ada yang kafir.
Oleh itu memang ada kemungkinan, masyarakat bunian ini jika betul seperti yang
didakwa merupakan sebuah masyarakat beragama.
Dalam masyarakat manusia contohnya ada yang tidak Islam. Hatta dalam masyarakat
Islam awal di zaman Rasulullah s.a.w di Madinah, dalam masyarakat ideal itupun wujud
golongan munafik dari kalangan Islam. Seperti dalam masyarakat kita hari ini juga
wujud golongan tidak Islam, Islam fasik dan Islam munafik dan sebagainya.
Oleh itu apakah tidak mungkin dalam masyarakat bunian, berlaku sama seperti masyarakat
manusia?
Waalahu a’lam.