Total Tayangan Halaman

Rabu, 26 Agustus 2020

c. Ziarah Hamzah ra di Uhud

Ketika Anda menziarahi beliau, mendekatlah ke kuburnya dengan membaca doa sebagai berikut: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا عَمَّ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا خَيْرَ الشُّهَدَاءِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا أَسَدَ اللَّهِ وَ أَسَدَ رَسُوْلِهِ، أَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ جَاهَدْتَ فِي اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَ جُدْتَ بِنَفْسِكَ وَ نَصَحْتَ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ كُنْتَ فِيْمَا عِنْدَ اللَّهِ سُبْحَانَهُ رَاغِباً، بِأَبِيْ أَنْتَ وَ أُمِّيْ أَتَيْتُكَ (مُتَقَرِّباً إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ بِزِيَارَتِكَ وَ) مُتَقَرِّباً إِلَى رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ بِذَلِكَ رَاغِباً إِلَيْكَ فِي الشَّفَاعَةِ، أَبْتَغِيْ بِزِيَارَتِكَ خَلاَصَ نَفْسِيْ مُتَعَوِّذاً بِكَ مِنْ نَارٍ اسْتَحَقَّهَا مِثْلِيْ بِمَا جَنَيْتُ عَلَى نَفْسِيْ هَارِباً مِنْ ذُنُوْبِيَ الَّتِي احْتَطَبْتُهَا عَلَى ظَهْرِيْ فَزِعاً إِلَيْكَ رَجَاءَ رَحْمَةِ رَبِّيْ، أَتَيْتُكَ مِنْ شُقَّةٍ بَعِيْدَةٍ طَالِباً فَكَاكَ رَقَبَتِيْ مِنَ النَّارِ وَ قَدْ أَوْقَرَتْ ظَهْرِيْ ذُنُوْبِيْ وَ أَتَيْتُ مَا أَسْخَطَ رَبِّيْ وَ لَمْ أَجِدْ أَحَداً أَفْزَعُ إِلَيْهِ خَيْراً لِيْ مِنْكُمْ أَهْلَ بَيْتِ الرَّحْمَةِ، فَكُنْ لِيْ شَفِيْعاً يَوْمَ فَقْرِيْ وَ حَاجَتِيْ، فَقَدْ سِرْتُ إِلَيْكَ مَحْزُوْناً وَ أَتَيْتُكَ مَكْرُوْباً وَ سَكَبْتُ عَبْرَتِيْ عِنْدَكَ بَاكِياً وَ صِرْتُ إِلَيْكَ مُفْرَداً وَ أَنْتَ مِمَّنْ أَمَرَنِيَ اللَّهُ بِصِلَتِهِ وَ حَثَّنِيْ عَلَى بِرِّهِ وَ دَلَّنِيْ عَلَى فَضْلِهِ وَ هَدَانِيْ لِحُبِّهِ وَ رَغَّبَنِيْ فِي الْوِفَادَةِ إِلَيْهِ وَ أَلْهَمَنِيْ طَلَبَ الْحَوَائِجِ عِنْدَهُ، أَنْتُمْ أَهْلُ بَيْتٍ لاَ يَشْقَى مَنْ تَوَلاَكُمْ وَ لاَ يَخِيْبُ مَنْ أَتَاكُمْ وَ لاَ يَخْسَرُ مَنْ يَهْوَاكُمْ وَ لاَ يَسْعَدُ مَنْ عَادَاكُمْ Salam atasmu wahai paman Rasulullah saw! Salam atasmu wahai syuhada terbaik! Salam atasmu wahai singa Allah dan Rasul-Nya! Aku bersaksi bahwa engkau berjuang di jalan Allah Yang Mulia lagi Agung, engkau korbankan jiwamu untuk membantu Rasulullah saw, engkau jatuh hati kepada apa yang ada di sisi Allah Yang Mahasuci! Demi ayah dan ibuku, aku mendatangimu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahaagung dan kepada Rasulullah saw, aku menziarahimu dengan mengharap syafaatmu! Aku mencari keikhlasan diriku dengan menziarahimu karena berlindung denganmu dari api neraka yang layak bagi orang sepertiku yang menganiaya diri sendiri, karena ingin melepas beban dosa-dosaku yang menumpuk di atas punggungku, memohon pertolonganmu karena berharap rahmat Tuhanku! Aku mendatangimu dari kejauhan penuh belukar untuk meminta kebebasan tengkukku dari (lilitan) api neraka sementara dosa-dosaku membebani punggungku! Aku mendatangimu karena ada kemarahan Tuhanku dalam diriku dan aku tidak mendapatkan seorang pun untuk dapat dimintai bantuannya yang lebih (didengar Allah) kecuali kalian wahai keluarga yang pengasih, maka jadilah kalian sebagai pemberi syafaat bagiku karena aku membutuhkannya! Aku berjalan menujumu dalam keadaan sedih, aku mendatangimu dalam keadaan menderita, mengalir air mataku karena menangis di kehadiranmu, bergegas menujumu seorang diri karena engkaulah orang yang telah Allah perintahkan kepadaku sebagai wasilah-Nya, Allah mengarahkanku kepada kebaikannya, memberitakan kepadaku keutamaannya, membimbingku untuk mencintainya dan mendorongku untuk memasuki haribaanmu, memberikan ilham kepadaku untuk meminta kebutuhanku di kedekatannya! Kalianlah keluarga yang tidak menjadi hina orang yang mengagungkan kalian, tidak akan kecewa orang yang mendatangi kalian, tidak akan rugi orang yang mengarah kepada kalian, tidak akan berjaya orang yang memusuhi kalian! Lalu menghadaplah ke arah Kiblat, lakukanlah shalat Ziarah dua rakaat. Setelahnya, tempelkanlah diri Anda ke pusara dengan membaca doa sebagai berikut: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ تَعَرَّضْتُ لِرَحْمَتِكَ بِلُزُوْمِيْ لِقَبْرِ عَمِّ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ لِيُجِيْرَنِيْ مِنْ نِقْمَتِكَ فِيْ يَوْمٍ تَكْثُرُ فِيْهِ اْلأَصْوَاتُ وَ تَشْغَلُ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا قَدَّمَتْ وَ تُجَادِلُ عَنْ نَفْسِهَا، فَإِنْ تَرْحَمْنِيْ الْيَوْمَ فَلاَ خَوْفٌ عَلَيَّ وَ لاَ حُزْنٌ، وَ إِنْ تُعَاقِبْ فَمَوْلًى لَهُ الْقُدْرَةُ عَلَى عَبْدِهِ، وَ لاَ تُخَيِّبْنِيْ بَعْدَ الْيَوْمِ وَ لاَ تَصْرِفْنِيْ بِغَيْرِ حَاجَتِيْ، فَقَدْ لَصِقْتُ بِقَبْرِ عَمِّ نَبِيِّكَ وَ تَقَرَّبْتُ بِهِ إِلَيْكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ وَ رَجَاءَ رَحْمَتِكَ، فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَ عُدْ بِحِلْمِكَ عَلَى جَهْلِيْ وَ بِرَأْفَتِكَ عَلَى جِنَايَةِ نَفْسِيْ، فَقَدْ عَظُمَ جُرْمِيْ وَ مَا أَخَافُ أَنْ تَظْلِمَنِيْ وَ لَكِنْ أَخَافُ سُوْءَ الْحِسَابِ، فَانْظُرِ الْيَوْمَ تَقَلُّبِيْ عَلَى قَبْرِ عَمِّ نَبِيِّكَ، فَبِهِمَا فُكَّنِيْ مِنَ النَّارِ وَ لاَ تُخَيِّبْ سَعْيِيْ وَ لاَ يَهُوْنَنَّ عَلَيْكَ ابْتِهَالِيْ وَ لاَ تَحْجُبَنَّ عَنْكَ صَوْتِيْ وَ لاَ تَقْلِبْنِيْ بِغَيْرِ حَوَائِجِيْ، يَا غِيَاثَ كُلِّ مَكْرُوْبٍ وَ مَحْزُوْنٍ وَ يَا مُفَرِّجاً عَنِ الْمَلْهُوْفِ الْحَيْرَانِ الْغَرِيْقِ الْمُشْرِفِ عَلَى الْهَلَكَةِ، فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ انْظُرْ إِلَيَّ نَظْرَةً لاَ أَشْقَى بَعْدَهَا أَبَداً وَ ارْحَمْ تَضَرُّعِيْ وَ عَبْرَتِيْ وَ انْفِرَادِيْ، فَقَدْ رَجَوْتُ رِضَاكَ وَ تَحَرَّيْتُ الْخَيْرَ الَّذِيْ لاَ يُعْطِيْهِ أَحَدٌ سِوَاكَ، فَلاَ تَرُدَّ أَمَلِيْ، اَللَّهُمَّ إِنْ تُعَاقِبْ فَمَوْلًى لَهُ الْقُدْرَةُ عَلَى عَبْدِهِ وَ جَزَائِهِ بِسُوْءِ فِعْلِهِ، فَلاَ أَخِيْبَنَّ الْيَوْمَ وَ لاَ تَصْرِفْنِيْ بِغَيْرِ حَاجَتِيْ وَ لاَ تُخَيِّبَنَّ شُخُوْصِيْ وَ وِفَادَتِيْ، فَقَدْ أَنْفَدْتُ نَفَقَتِيْ وَ أَتْعَبْتُ بَدَنِيْ وَ قَطَعْتُ الْمَفَازَاتِ وَ خَلَّفْتُ اْلأَهْلَ وَ الْمَالَ وَ مَا خَوَّلْتَنِيْ وَ آثَرْتُ مَا عِنْدَكَ عَلَى نَفْسِيْ وَ لُذْتُ بِقَبْرِ عَمِّ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ تَقَرَّبْتُ بِهِ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ، فَعُدْ بِحِلْمِكَ عَلَى جَهْلِيْ وَ بِرَأْفَتِكَ عَلَى ذَنْبِيْ، فَقَدْ عَظُمَ جُرْمِيْ، بِرَحْمَتِكَ يَا كَرِيْمُ يَا كَرِيْمُ Ya Allah, augerahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad! Ya Allah, aku bersungguh-sungguh mengutarakan keinginan akan kasih-Mu melalui pusara paman Nabi-Mu, shalawat Allah kepadanya dan keluarganya, agar aku terlindung dari ancaman-Mu di hari gaduhnya suara teriakan dari kalutnya setiap orang akibat perbuatannya sendiri dan orang-orang menyesali diri sendiri! Jika Engkau mengasihaniku di hari itu maka aku tidak akan merasa ketakutan dan sedih, jika Engkau mengazabku maka Engkaulah Tuan Yang Kuasa atas hamba-Nya, namun jangan kecewakan setelah hari ini dan jangan palingkan aku kepada selain kebutuhanku, aku telah melekatkan diri di pusara paman Nabi-Mu, bartaqarub kepada-Mu melaluinya untuk mendapat ridha-Mu dan berharap rahmat-Mu, maka terimalah upayaku, kembalikan aku kepada kesabaran-Mu karena kebodohanku, kembalikan aku kepada kasih-sayang-Mu karena penganiayaan diriku! Betapa besar dosaku, namun aku tidak khawatir Engkau akan menyiksaku, tetapi aku takut terhadap hitungan amal burukku, maka perhatikanlah aku di hari ini ketika hadir di pusara paman Nabi-Mu. Maka demi harga diri keduanya, lepaskanlah aku dari azab neraka dan jangan kecewakan aku, jangan abaikan rintihanku kepada-Mu, jangan jadikan teriakanku sebagai penghalang menuju-Mu, jangan kembalikan aku kepada sesuatu yang bukan kebutuhanku! Wahai Pelindung setiap yang tertimpa musibah, bencana dan kesedihan, wahai Penyelamat dari kesedihan, kegundahan, keterpurukan yang dekat dengan binasa, anugerahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, perhatikanlah aku dengan perhatian yang tiada lagi aku celaka setelahnya selamanya, kasihanilah rintihan, tangisan dan kesendirianku, aku telah mengharap ridha-Mu, aku telah mencari kebaikan yang tiada seorang pun dapat memberikannya selain Engkau, maka jangan Engkau putuskan harapanku! Ya Allah, jika Engkau menurunkan azab, maka Engakaulah Tuan Yang Berkuasa atas hamba karena membalas keburukan perilakunya, maka jangan sedihkan (aku) di hari ini, jangan biarkan aku tidak memenuhi kebutuhanku, jangan kecewakan perpindahan dan masukku (ke pusara suci ini)! Telah habis bekalku, penat sudah badanku, telah aku lintasi jalanan demi jalanan, aku tinggalkan keluarga, harta dan apa saja yang Engkau anugerahkan kepadaku, aku lebih mengutamakan apa yang (ada) di sisi-Mu untuk diriku, aku telah berlindung melalui pusara paman Nabi-Mu yang telah Allah anugerahkan kesejahteraan kepadanya dan keluarganya, aku telah mendekatkan diri kepadanya sebagai sarana mendapt ridha-Mu! Maka kembalikan kesabaran-Mu terhadap kebodohanku dan kelembutan-Mu terhadap dosaku, betapa besar kezalimanku, (ampunilah aku) demi rahmat-Mu! Wahai Yang Maha Pemurah! Wahai Yang Maha Pemurah! Penyusun buku ini berkata, “Puji-pujian kepada Hamzah as dan keutamaan menziarahinya lebih banyak dari yang disebutkan. Fakhrul Muhaqqiqin ra menyebutkan dalam Risalah Fakhriyyah bahwa mustahab berziarah kepada Hamzah dan para syuhada yang lain di pemakaman Uhud, karena Rasulullah saw bersabda, ‘Setiap orang yang berziarah kepadaku dan tidak menziarahi pamanku Hamzah sungguh ia telah mencemoohku.” Fakhrul Muhaqqiqin ra dalam kitab Bayt al-Ahzân pada Bab Musibah Sayidah Zahra as menukil bahwa Fathimah yang mendapat shalawat dari Allah Swt, sepeninggal ayahnya, setiap minggu di hari Senin dan Kamis selalu menziarahi makam Hamzah dan para syuhada Uhud. Di sana, beliau melakukan shalat dan berdoa. Kebiasaan itu tidak pernah beliau tinggalkan hingga beliau wafat. Mahmud bin Lubaid meriwayatkan bahwa Sayidah Fathimah as yang agung itu selalu pergi ke makam Hamzah dan menangis di sana. Ketika Mahmud bin Lubaid menziarahi Hamzah, dia melihat orang yang dianiaya itu sedang menangis di dekat makam Hamzah, dia menunggu hingga beliau berhenti menangis, lalu mendekat ke makam, setelah mengucapkan salam, dia berkata, ‘Wahai penghulu para wanita, demi Tuhan, aku bersumpah hatiku terkoyak karena tangisanmu ini.’ Sayidah Fathimah as bersabda, ‘Wahai ayahnya Ammar, menangis bagiku sangatlah layak, aku ditimpa mushibah karena ayahku Rasulullah saw (meninggal). Betapa rindu aku kepada Rasulullah.’ Setelah itu, beliau berkata, ‘Jika meninggal seseorang di suatu hari, semakin hari semakin sedikit orang mengingatnya, namun orang yang mengingat ayahku, sejak meninggalnya, demi Allah, semakin banyak.’” Dan Syekh Mufid berkata, “Rasulullah saw memerintahkan untuk menziarahi kubur Hamzah as dan para syuhada. Karena itu, Fathimah as selalu memerhatikan pesan Rasulullah saw meskipun beliau sudah meninggal. Kaum Muslim pun berdatangan menziarahinya serta tidak meninggalkan makamnya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar