Total Tayangan Halaman

Rabu, 26 Agustus 2020

doa berikut ini setelah ziarah kepada para Imam as:

Beberapa doa Sayid Ibnu Thawus berkata, “Sunah untuk membaca doa berikut ini setelah ziarah kepada para Imam as: اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَتْ ذُنُوْبِيْ قَدْ أَخْلَقَتْ وَجْهِيْ عِنْدَكَ وَ حَجَبَتْ دُعَائِيْ عَنْكَ وَ حَالَتْ بَيْنِيْ وَ بَيْنَكَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُقْبِلَ عَلَيَّ بِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَ تَنْشُرَ عَلَيَّ رَحْمَتَكَ وَ تُنَزِّلَ عَلَيَّ بَرَكَاتِكَ وَ إِنْ كَانَتْ قَدْ مَنَعَتْ أَنْ تَرْفَعَ لِيْ إِلَيْكَ صَوْتاً أَوْ تَغْفِرَ لِيْ ذَنْباً أَوْ تَتَجَاوَزَ عَنْ خَطِيْئَةٍ مُهْلِكَةٍ فَهَا أَنَا ذَا مُسْتَجِيْرٌ بِكَرَمِ وَجْهِكَ وَ عِزِّ جَلاَلِكَ مُتَوَسِّلٌ إِلَيْكَ مُتَقَرِّبٌ إِلَيْكَ بِأَحَبِّ خَلْقِكَ إِلَيْكَ وَ أَكْرَمِهِمْ عَلَيْكَ وَ أَوْلاَهُمْ بِكَ وَ أَطْوَعِهِمْ لَكَ وَ أَعْظَمِهِمْ مَنْزِلَةً وَ مَكَاناً عِنْدَكَ مُحَمَّدٍ وَ بِعِتْرَتِهِ الطَّاهِرِيْنَ اْلأَئِمَّةِ الْهُدَاةِ الْمَهْدِيِّيْنَ الَّذِيْنَ فَرَضْتَ عَلَى خَلْقِكَ طَاعَتَهُمْ وَ أَمَرْتَ بِمَوَدَّتِهِمْ وَ جَعَلْتَهُمْ وُلاَةَ اْلأََمْرِ مِنْ بَعْدِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ يَا مُذِلَّ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَ يَا مُعِزَّ الْمُؤْمِنِيْنَ بَلَغَ مَجْهُوْدِيْ فَهَبْ لِيْ نَفْسِيَ السَّاعَةَ وَ رَحْمَةً مِنْكَ تَمُنُّ بِهَا عَلَيَّ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ Ya Allah, jika dosaku telah merusak harga diriku di hadapan-Mu, menutupi serta menghalangi doa, diriku menuju-Mu, maka aku memohon-Mu agar Engkau menoleh ke arahku, menebarkan rahmat-Mu kepadaku, menurunkan berkah-berkah-Mu untukku! Jika dosa-dosaku telah mencegah suaraku untuk sampai kepada-Mu atau mencegah-Mu untuk mengampuni dosa dan kesalahanku yang sangat besar, namun saat ini mengaharap kemurahan dan keagungan-Mu, bertawasul dan mendekatkan diri kepada-Mu melalui makhluk-Mu yang paling Engkau cintai, paling mulia di sisi-Mu, paling utama di sisi-Mu, paling taat di kepada-Mu dan paling tinggi kedudukannya di sisi-Mu, yaitu Muhammad dan keluarganya yang suci, para imam yang mengantarkan umat manusia kepada-Mu dan Engkau wajibkan hamba-hamba-Mu menaati mereka, Engkau perintahkan mencintai mereka dan Engkau jadikan mereka Imam-imam sepeninggal Rasulullah saw! Wahai Tuhan yang Merendahkan setiap orang sombong yang menentang, wahai Tuhan yang Mengangkat orang-orang Mukmin, usahaku telah berakhir, maka berilah aku pada saat ini rahmat yang Engkau anugerahkan kepadaku, wahai yang Maha Pengasih dari para pengasih! Kemudian ciumlah kuburan itu dan tempelkan kedua pipi Anda di situ sambil membaca: اَللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا مَشْهَدٌ لاَ يَرْجُوْ مَنْ فَاتَتْهُ فِيْهِ رَحْمَتُكَ أَنْ يَنَالَهَا فِيْ غَيْرِهِ وَ لاَ أَحَدٌ أَشْقَى مِنْ إِمْرِئٍ قَصَدَهُ مُؤَمِّلاً فَآبَ عَنْهُ خَائِباً، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ اْلإِيَابِ وَ خَيْبَةِ الْمُنْقَلَبِ وَ الْمُنَاقَشَةِ عِنْدَ الْحِسَابِ وَ حَاشَاكَ يَا رَبِّ أَنْ تَقْرِنَ طَاعَةَ وَلِيِّكَ بِطَاعَتِكَ وَ مُوَالاَتَهُ بِمُوَالاَتِكَ وَ مَعْصِيَتَهُ بِمَعْصِيَتِكَ ثُمَّ تُؤْيِسَ زَائِرَهُ وَ الْمُتَحَمِّلَ مِنْ بُعْدِ الْبِلاَدِ إِلَى قَبْرِهِ وَ عِزَّتِكَ يَا رَبِّ لاَ يَنْعَقِدُ عَلَى ذَلِكَ ضَمِيْرِيْ إِذْ كَانَتِ الْقُلُوْبُ إِلَيْكَ بِالْجَمِيْلِ تُشِيْرُ Ya Allah, inilah pusara yang sangat mulia di mana orang yang tidak bisa mendapatkan rahmat-Mu di tempat ini, sulit baginya untuk mendapatkan rahmat-Mu di tempat lain dan tidak ada yang lebih celaka dibanding seorang yang datang ke tempat ini namun tidak terkabul keinginannya! Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, agar ketika aku kembali kepada-Mu tidak kosong dari rahmat-Mu dan amalku cacat! Ya Allah, Engkau samakan ketaatan kepada wali-Mu dengan ketaatan kepada-Mu, kecintaan kepadanya sama dengan kecintaan kepada-Mu, memaksiatinya sama dengan memaksiati-Mu, kemudian Engkau putusasakan peziarahnya yang datang dari jauh menuju kuburnya! Ya Allah, sungguh hatiku tidak tega melihatnya, karena semua hati berperasangka baik kepada-Mu! Kemudian lakukanlah shalat Ziarah, ketika Anda ingin pergi dan meninggalkan pusara itu, bacalah doa perpisahan ini: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ بَيْتِ النُّبُوَّةِ وَ مَعْدِنَ الرِّسَالَةِ، سَلاَمَ مُوَدِّعٍ لاَ سَئِمٍ وَ لاَ قَالٍ وَ رَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ… إلخ Salam kepadmu wahai Ahlulbait Nabi permata wahyu! Salam perpisahan yang tidak menbosankan atau putus-putus, semoga rahmat Allah dan berkah-Nya tercurahkan kepada kalian…dan seterusnya. Syekh Mufid ra juga menyebutkan doa ini dalam kitab beliau, akan tetapi setelah kalimat بِالْجَمِيْلِ تُشِيْرُ beliau menambahkan sebagai berikut: يَا وَلِيَّ اللَّهِ، إِنَّ بَيْنِيْ وَ بَيْنَ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ ذُنُوباً لاَ يَأْتِيْ عَلَيْهَا إِلاَّ رِضَاكَ فَبِحَقِّ مَنِ ائْتَمَنَكَ عَلَى سِرِّهِ وَ اسْتَرْعَاكَ أَمْرَ خَلْقِهِ وَ قَرَنَ طَاعَتَكَ بِطَاعَتِهِ وَ مُوَالاَتَكَ بِمُوَالاَتِهِ تَوَلَّ صَلاَحَ حَالِىْ مَعَ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَ اجْعَلْ حَظِّيْ مِنْ زِيَارَتِكَ تَخْلِيْطِيْ بِخَالِصِيْ زُوَّارِكَ الَّذِيْنَ تَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ فِيْ عِتْقِ رِقَابِهِمْ وَ تَرْغَبُ إِلَيْهِ فِيْ حُسْنِ ثَوَابِهِمْ وَ هَا أَنَا الْيَوْمَ بِقَبْرِكَ لاَئِذٌ وَ بِحُسْنِ دِفَاعِكَ عَنِّيْ عَائِذٌ فَتَلاَفَنِيْ يَا مَوْلاَيَ وَ أَدْرِكْنِيْ وَ اسْأَلِ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ فِيْ أَمْرِيْ فَإِنَّ لَكَ عِنْدَ اللَّهِ مَقَاماً كَرِيْماً وَ جَاهاً عَظِيْماً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْماً Wahai wali Allah, sesungguhnya aku sangat berdosa di sisi Allah dan tidak ada sesuatu yang bisa menolak azab-Nya kecuali kerelaanmu! Demi Tuhan yang mempercayakan rahasia-Nya kepadamu, menyerahkan urusan makhluk-Nya kepada-Mu dan menyamakan ketaatan kepadamu dengan ketaatan kepada-Nya, maka perbaikilah keadaanku di sisi Allah Yang Mahamulia, himpunlah aku bersama para peziarahmu yang tulus, yaitu orang-orang yang engkau doakan kepada Allah supaya terbebas dari api Neraka dan mendapatkan pahala yang banyak di sisi-Nya! Saat ini aku berlindung kepada pusaramu dan pertolonganmu. Karenanya, bantulah aku dan memohonlah kepada Allah untuk urusanku, sesungguhnya engkau di sisi Allah memiliki derajat yang tinggi dan kedudukan yang agung, semoga Allah bershalawat dan menganugrahkan salam kepadamu! Pengarang buku ini berkata, “Lebih baik bagi peziarah ketika ingin berdoa di salah satu pusara dari pusara-pusara suci, bahkan bagi setiap orang yang berdoa di tempat mana pun dan demi kebutuhan apa pun untuk memulai doanya dengan mendoakan keselamatan Imam Mahdi as, sebab hal ini penting sekali dan memiliki manfaat yang banyak. Syekh Thusi telah berbicara panjang lebar mengenai masalah ini dalam Bab Kesepuluh dari buku an-Najmu as-Tsâqib dan menyebutkan doa khusus. Sesiapa yang menginginkannya, merujuklah ke buku itu. Paling pendeknya doa-doa itu adalah doa yang telah disebutkan dalam Amalan Malam Kedua Puluh Tiga Bulan Ramadhan. Dan kami telah menukil satu doa yang bisa dibaca di semua pusara suci dalam pembahasan tata cara ziarah kepada Imam Husain as.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar