Total Tayangan Halaman
Rabu, 26 Agustus 2020
Tata Cara Menziarahi Imam Husain as dan Abul Fadhl Abbas
Ketahuilah bahwa doa-doa ziarah untuk Imam Husain as terklasifikasi dalam dua bagian: pertama, doa-doa ziarah Mutlak yang tidak terikat oleh waktu tertentu dan kedua, doa-doa ziarah Khusus yang terikat oleh waktu tertentu. Doa-doa ziarah itu akan disebutkan dalam tiga pembahasan berikut ini:
a. Doa-doa Ziarah Mutlak Imam Husain as
Doa-doa ziarah Mutlak ini sangat banyak sekali dan (pada kesempatan ini) kami hanya akan menyebutkan sebagian saja.
Doa Ziarah Pertama
Dalam kitab al-Kâfî, Syekh Kulaini ra meriwayatkan dengan sanadnya dari Husain bin Tsuwair bahwa dia berkata, “(Suatu hari) aku, Yunus bin Zhabyan, Mufadhdhal bin Umar dan Abu Salamah Sarraj duduk bersama Imam Ja‘far Shadiq as dan juru bicara kami adalah Yunus, karena usianya lebih tua dari kami. Dia berkata kepada beliau, ‘Semoga aku menjadi tebusan Anda! Ketika aku berada di majelis putra-putra Abbas, apa yang harus kukatakan?’
‘Katakanlah, “Allâhumma arinar-rakhâ(a) was-surûr” (Ya Allah! Tampakkanlah kepada kami ketenteraman dan kebahagiaan), niscaya engkau akan mendapatkan pahala yang kau inginkan atau hidup kembali pada masa Raj‘ah (hidup kembali ke dunia setelah mati),’ jawab beliau.
Dia berkata kembali, ‘Semoga aku menjadi tebusan Anda! Sangat sering aku mengingat Imam Husain as. Ketika itu, apa yang harus kukatakan?’
‘Katakanlah, “Shallallahu ‘alayka, yâ Abâ ‘Abdillâh” (Semoga shalawat Allah selalu tercurahkan atasmu, wahai Abu Abdillah) sebanyak tiga kali, niscaya salam itu akan sampai kepada beliau, baik dari dekat maupun dari jauh,’ jawab beliau.
Kemudian, beliau melanjutkan, ‘Ketika Abu Abdillah (Imam Husain) as syahid, tujuh langit dan tujuh bumi serta seluruh isinya, seluruh makhluk Allah yang berada di surga dan di neraka, seluruh makhluk yang terlihat dan yang tak terlihat menangis untuk beliau kecuali tiga hal yang tidak menangisi beliau.’
Aku bertanya, ‘Semoga aku menjadi tebusan Anda! Apakah tiga hal itu?’
‘Yang tidak menangis untuk beliau adalah Basrah, Damaskus dan keluarga Usman,’ jawab beliau.
Aku bertanya kembali, ‘Aku ingin berziarah kepada beliau. Apa yang harus kubaca dan kulakukan?’
Beliau menjawab, ‘Jika engkau ingin berziarah kepada beliau, maka mandilah di sungai Efrat dan pakailah pakaianmu yang bersih. Lalu, berjalanlah dengan kaki telanjang. Sesungguhnya engkau berada di salah satu tanah suci (haram) Allah dan Rasulullah saw. Ketika berjalan kali itu, bacalah sebanyak mungkin “ Allâhu akbar wa lâ ilâha illa-llâh wa subhânallâh” dan setiap zikir yang mengandung pengagungan kepada Allah Swt dan kirimkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga beliau sehingga engkau sampai di pintu makam. Setelah itu, bacalah,
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا حُجَّةَ اللَّهِ وَ ابْنَ حُجَّتِهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَا مَلآئِكَةَ اللَّهِ وَ زُوَّارَ قَبْرِ إِبْنِ نَبِيِّ اللَّهِ
Salam sejahtera atasmu, wahai hujah Allah dan putra hujah-Nya. Salam atas kalian, wahai para malaikat Allah dan peziarah makam suci putra Nabi Allah.
Kemudian, melangkahlah sebanyak sepuluh langkah dan berhentilah seraya membaca Allâhu akbar sebanyak tiga puluh kali. Lalu, melangkahlah ke arah makam suci dengan menghadapkan badanmu kepada beliau. [1] (Setelah sampai, berdirilah) dengan membelakangi Kiblat dan bacalah,
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا حُجَّةَ اللَّهِ وَ ابْنَ حُجَّتِهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا قَتِيْلَ اللَّهِ وَ ابْنَ قَتِيْلِهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا ثَارَ اللَّهِ وَ ابْنَ ثَارِهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا وِتْرَ اللَّهِ الْمَوْتُوْرَ فِي السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنَّ دَمَكَ سَكَنَ فِي الْخُلْدِ وَ اقْشَعَرَّتْ لَهُ أَظِلَّةُ الْعَرْشِ وَ بَكَى لَهُ جَمِيْعُ الْخَلاَئِقِ وَ بَكَتْ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَ اْلأَرَضُوْنَ السَّبْعُ وَ مَا فِيْهِنَّ وَ مَا بَيْنَهُنَّ وَ مَنْ يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ وَ النَّارِ مِنْ خَلْقِ رَبِّنَا وَ مَا يُرَى وَ مَا لاَ يُرَى،
Salam sejahtera atasmu, wahai hujah Allah dan putra hujah-Nya. Salam sejahtera atasmu, wahai yang terbunuh di jalan Allah dan putra orang yang terbunuh di jalan-Nya. Salam sejahtera atasmu, wahai orang yang Allah menjadi penebus darahnya dan putra orang yang Allah menjadi penebus darahnya. Salam sejahtera atasmu, wahai orang tunggal Allah di langit dan bumi yang darahnya belum tertebus. Aku bersaksi bahwa darahmu telah berada di surga abadi, bergetar karenanya naungan-naungan Arsy, menangis untuknya seluruh makhluk, menangis untuknya tujuh langit, tujuh bumi dan seluruh yang berada di dalam dan di antara keduanya, seluruh makhluk yang berada di surga dan neraka, serta seluruh makhluk yang dapat dilihat dan yang tidak dapat dilihat.
أَشْهَدُ أَنَّكَ حُجَّةُ اللَّهِ وَ ابْنُ حُجَّتِهِ، وَ أَشْهَدُ أَنَّكَ قَتِيْلُ اللَّهِ وَ ابْنُ قَتِيْلِهِ، وَ أَشْهَدُ أَنَّكَ ثَارُ اللَّهِ وَ ابْنُ ثَارِهِ (ثَائِرُ اللَّهِ فِي اْلأَرْضِ وَ ابْنُ ثَائِرِهِ)، وَ أَشْهَدُ أَنَّكَ وِتْرُ اللَّهِ الْمَوْتُوْرُ فِي السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضِ، وَ أَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَلَّغْتَ وَ نَصَحْتَ وَ وَفَيْتَ وَ أَوْفَيْتَ وَ جَاهَدْتَ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ وَ مَضَيْتَ لِلَّذِيْ كُنْتَ عَلَيْهِ شَهِيْدًا وَ مُسْتَشْهِدًا وَ شَاهِدًا وَ مَشْهُوْدًا،
Aku bersaksi bahwa engkau adalah hujah Allah dan putra hujah-Nya. Aku bersaksi bahwa engkau adalah orang yang terbunuh di jalan Allah dan putra orang yang terbunuh di jalan Allah. Aku bersaksi bahwa engkau adalah orang Allah menjadi penebus darahmu dan putra orang yang Allah menjadi penebus darahnya. Aku bersaksi bahwa engkau orang tunggal Allah di langit dan bumi yang darahnya belum tertebus. Aku bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan (misi), menasihati, memenuhi dan menyempurnakan (janji Allah), berjihad di jalan Allah dan telah berhasil melalui keberadaanmu (di dunia ini) dengan meneguk cawan syahadah yang telah kau dambakan, sebagai saksi dan yang disaksikan.
أَنَا عَبْدُ اللَّهِ وَ مَوْلاَكَ وَ فِي طَاعَتِكَ وَ الْوَافِدُ إِلَيْكَ، أَلْتَمِسُ كَمَالَ الْمَنْزِلَةِ عِنْدَ اللَّهِ وَ ثَبَاتَ الْقَدَمِ فِي الْهِجْرَةِ إِلَيْكَ وَ السَّبِيْلَ الَّذِي لاَ يَخْتَلِجُ (يُخْتَلَجُ) دُوْنَكَ مِنَ الدُّخُوْلِ فِي كَفَالَتِكَ الَّتِي أُمِرْتَ (أَمَرْتَ) بِهَا، مَنْ أَرَادَ اللَّهَ بَدَأَ بِكُمْ،
Aku adalah hamba Allah dan budakmu, berada dalam lingkaran ketaatan kepadamu dan datang menghadapmu. Aku memohon kesempurnaan kedudukan di sisi Allah dan ketegaran pendirian dalam berhijrah kepadamu, serta jalan yang tidak mencegahku untuk memasuki jaminanmu yang engkau telah diperintahkan untuk itu. Sesiapa menghendaki Allah, dia akan memulainya dengan (perantara) kalian.
بِكُمْ يُبَيِّنُ اللَّهُ الْكَذِبَ وَ بِكُمْ يُبَاعِدُ اللَّهُ الزَّمَانَ الْكَلِبَ، وَ بِكُمْ فَتَحَ اللَّهُ وَ بِكُمْ يَخْتِمُ اللَّهُ، وَ بِكُمْ يَمْحُوْ مَا يَشَاءُ وَ (بِكُمْ) يُثْبِتُ، وَ بِكُمْ يَفُكُّ الذُّلَّ مِنْ رِقَابِنَا، وَ بِكُمْ يُدْرِكُ اللَّهُ تِرَةَ كُلِّ مُؤْمِنٍ يُطْلَبُ بِهَا، وَ بِكُمْ تُنْبِتُ اْلأَرْضُ أَشْجَارَهَا وَ بِكُمْ تُخْرِجُ اْلأَرْضُ ثِمَارَهَا، وَ بِكُمْ تُنْزِلُ السَّمَاءُ قَطْرَهَا وَ رِزْقَهَا، وَ بِكُمْ يَكْشِفُ اللَّهُ الْكَرْبَ وَ بِكُمْ يُنَزِّلُ اللَّهُ الْغَيْثَ، وَ بِكُمْ تُسَبِّحُ (تَسِيْخُ) اْلأَرْضُ الَّتِي تَحْمِلُ أَبْدَانَكُمْ وَ تَسْتَقِرُّ جِبَالُهَا عَنْ (عَلَى) مَرَاسِيْهَا، إِرَادَةُ الرَّبِّ فِي مَقَادِيْرِ أُمُوْرِهِ تَهْبِطُ إِلَيْكُمْ وَ تَصْدُرُ مِنْ بُيُوْتِكُمْ وَ الصَّادِرُ عَمَّا فُصِّلَ مِنْ أَحْكَامِ الْعِبَادِ،
Hanya dengan (perantara) kalian, Allah akan menjelaskan kebohongan dan menjauhkan masa yang penuh dengan kesengsaraan. Hanya dengan perantara) kalian, Allah membuka dan menutup. Hanya dengan (perantara) kalian, Dia menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan. Hanya dengan (perantara) kalian, Dia melenyapkan kehinaan dari pundak kami. Hanya dengan (perantara) kalian, Allah akan membalas kezaliman (yang pernah diderita oleh) setiap Mukmin. Hanya dengan (perntara) kalian, bumi menumbuhkan pepohonannya dan mengeluarkan bebuahannya. Hanya dengan (perantara) kalian, langit menurunkan hujan dan rezekinya. Hanya dengan (perantara) kalian, Allah menyingkap duka dan menurunkan hujan. Hanya dengan (perantara) kalian, bertasbih bumi yang membawa tubuh-tubuh kalian dan gunung-gunungnya tegak di atas tempat-tempatnya. Kehendak Allah tentang kadar-kadar segala urusan-Nya turun kepada kalian dan ia keluar dari rumah kalian serta segala hukum seluruh hamba yang terperinci.
لُعِنَتْ أُمَّةٌ قَتَلَتْكُمْ وَ أُمَّةٌ خَالَفَتْكُمْ وَ أُمَّةٌ جَحَدَتْ وِلاَيَتَكُمْ وَ أُمَّةٌ ظَاهَرَتْ عَلَيْكُمْ وَ أُمَّةٌ شَهِدَتْ وَ لَمْ تُسْتَشْهَدْ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ النَّارَ مَأْوَاهُمْ وَ بِئْسَ وِرْدُ الْوَارِدِينَ وَ بِئْسَ الْوِرْدُ الْمَوْرُوْدُ، وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Semoga terlaknat umat yang telah membantai kalian, umat yang menentang kalian, umat yang mengingkari wilayah kalian, umat yang saling bantu-membantu memusuhi kalian dan umat yang menyaksikan hal itu dan mereka tidak memberikan persaksian. Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan neraka sebagai tempat tinggal mereka dan ia adalah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang bertempat di situ dan seburuk-buruk tempat tinggal yang ditempati. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Lalu, bacalah sebanyak tiga kali,
وَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ
Semoga Allah selalu mencurahkan shalawat atasmu, wahai Abu Abdillah.
Bacalah sebanyak tiga kali,
أَنَا إِلَى اللَّهِ مِمَّنْ خَالَفَكَ بَرِيْئٌ
Kubebaskan diriku kepada Allah dari orang-orang yang menentangmu.
Kemudian, bangunlah dan pergilah ke makam suci putra beliau yang dikubur di bawaha kaki beliau. Bacalah,
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا ابْنَ رَسُوْلِ اللَّهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا ابْنَ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا ابْنَ الْحَسَنِ وَ الْحُسَيْنِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا ابْنَ خَدِيْجَةَ وَ فَاطِمَةَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ،
Salam sejahtera atasmu, wahai putra Rasulullah. Salam sejahtera atasmu, wahai putra Amirul Mukminin. Salam sejahtera atasmu, wahai putra Hasan dan Husain. Salam sejahtera atasmu, wahai putra Khadijah dan Fathimah. Semoga Allah mencurahkan shalawat atasmu. Semoga Allah mencurahkan shalawat atasmu. Semoga Allah mencurahkan shalawat atasmu. Semoga Allah melaknat orang yang telah membunuhmu.
Bacalah juga (bacaan berikut ini) sebanyak tiga kali,
لَعَنَ اللَّهُ مَنْ قَتَلَكَ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ قَتَلَكَ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ قَتَلَكَ إِنَّا (أَنَا) إِلَى اللَّهِ مِنْهُمْ بَرِيْئٌ
Setelah itu, bangunlah dan dengan menunjukkan tangan Anda kepada para syuhada (yang dikubur di situ) bacalah,
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ، فُزْتُمْ وَ اللَّهِ فُزْتُمْ وَ اللَّهِ فُزْتُمْ وَ اللَّهِ، فَلَيْتَ أَنِّي مَعَكُمْ فَأَفُوْزَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Salam atas kalian. Salam atas kalian. Salam atas kalian. Kalian telah menang demi Allah. Kalian telah jaya demi Allah. Kalian telah menang demi Allah. Oh! Seandainya aku bersama kalian, niscaya aku akan jaya dengan kejayaan yang agung.
Lalu, kembalilah dan berdirilah di belakang makam suci suci beliau. Kerjakanlah shalat di situ sebanyak enam rakaat. Dengan ini, ziarah Anda telah selesai dan jika Anda ingin pulang, maka pulanglah.
Penulis berkata, “Syekh Thusi dalam kitab at-Tahdzîb dan Syekh Shaduq dalam kitab Mal Lâ Yahdhuruh al-Faqîh juga telah menukil ziarah ini. Syekh Shaduq berkata, ‘Dalam kitab al-Mazâr dan al-Maqtal, saya telah menukil berbagai macam ziarah. Dan dalam kitab ini, saya menukil ziarah tersebut (di atas). Karena, ziarah tersebut adalah ziarah yang paling sahih dari segi hadis dalam pandanganku dan ziarah ini adalah cukup dan sempurna bagi kami.’”
[1] Jangan pergi dari suatu arah yang sekiranya badan Anda membelakangi beliau. (pen.)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar