Total Tayangan Halaman

Rabu, 26 Agustus 2020

Ziarah Jami‘Ah Kabirah, Doa Setelah Doa Ziarah, Shalawat Kepada Para Hujah Suci as

Pertama: Ziarah Jami‘ah Doa yang diujarkan untuk menziarahi para imam suci ada beberapa jenis, namun kami akan menyebutkan sebagian saja. Ziarah Pertama Diriwayatkan dari Syekh Shaduq dalam kitab Man Lâ Yahdhuruhu al-Faqîh, bahwa Imam Ali Ridha as ditanya tentang cara menziarahi Abul-Hasan Imam Musa Kazhim as. Kemudian Imam Ali Ridha as menjelaskan, “Shalatlah di beberapa mesjid yang terdapat di sekitarnya, dan diperbolehkan juga melakukan shalat di setiap tempat (yaitu untuk menziarahi setiap imam atau di semua tempat ziarah, seperti makam para nabi dan para imam as). Kemudian, bacalah doa sebagai berikut: اَلسَّلاَمُ عَلَى أَوْلِيَاءِ اللَّهِ وَ أَصْفِيْائِهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى أُمَنَاءِ اللَّهِ وَ أَحِبَّائِهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى أَنْصَارِ اللَّهِ وَ خُلَفَائِهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى مَحَالِّ مَعْرِفَةِ اللَّهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى مَسَاكِنِ ذِكْرِ اللَّهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى مُظْهِرِيْ أَمْرِ اللَّهِ وَ نَهْيِهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى الدُّعَاةِ إِلَى اللَّهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى الْمُسْتَقِرِّيْنَ فِيْ مَرْضَاةِ اللَّهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى الْمُخْلِصِيْنَ فِيْ طَاعَةِ اللَّهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى اْلأَدِلاَءِ عَلَى اللَّهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى الَّذِيْنَ مَنْ وَالاَهُمْ فَقَدْ وَالَى اللَّهَ وَ مَنْ عَادَاهُمْ فَقَدْ عَادَى اللَّهَ وَ مَنْ عَرَفَهُمْ فَقَدْ عَرَفَ اللَّهَ وَ مَنْ جَهِلَهُمْ فَقَدْ جَهِلَ اللَّهَ وَ مَنِ اعْتَصَمَ بِهِمْ فَقَدِ اعْتَصَمَ بِاللَّهِ وَ مَنْ تَخَلَّى مِنْهُمْ فَقَدْ تَخَلَّى مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَ أُشْهِدُ اللَّهَ أَنِّيْ سِلْمٌ لِمَنْ سَالَمْتُمْ وَ حَرْبٌ لِمَنْ حَارَبْتُمْ مُؤْمِنٌ بِسِرِّكُمْ وَ عَلاَنِيَتِكُمْ مُفَوِّضٌ فِيْ ذَلِكَ كُلِّهِ إِلَيْكُمْ لَعَنَ اللَّهُ عَدُوَّ آلِ مُحَمَّدٍ مِنَ الْجِنِّ وَ اْلإِنْسِ وَ أَبْرَأُ إِلَى اللَّهِ مِنْهُمْ وَ صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ Salam sejahtera kepada para kekasih Allah dan pilihan-Nya! Salam sejahtera kepada para kepercayaan Allah para kekasih-Nya! Salam sejahtera kepada para penolong Allah dan para khalifah-Nya! Salam sejahtera atas kalian sarana mengenal Allah! Salam sejahtera atas kalian sarana mengingat Allah! Salam sejahtera atas kalian penjelas perintah dan larangan Allah! Salam sejahtera atas kalian penyeru kepada Allah! Salam sejahtera atas kalian yang tetap dalam keridhaan Allah! Salam sejahtera atas kalian yang ikhlas menaati Allah! Salam sejahtera atas kalian penunjuk jalan menuju Allah! Salam sejahtera atas kalian yang sesiapa berwilayah kepada kalian maka berarti telah berwilayah kepada Allah, orang yang memusuhi kalian maka telah memusuhi Allah! Orang yang mengenal kalian maka telah mengenal Allah! Sesiapa tidak mengenal kalian maka tidak mengenal Allah! Sesiapa berpegang teguh kepada kalian maka telah berpegang teguh kepada Allah! Sesiapa mengosongkan diri dari kalian maka telah mengosongkan diri dari Allah! Aku bersaksi kepada Allah bahwa aku akan berdamai dengan orang yang berdamai dengan kalian! Aku akan berperang dengan orang yang memerangi kalian! Kami beriman kepada rahasia dan kejelasan mereka! Kami pasrahkan segala sesuatu kepada mereka! Laknat Allah atas musuh-musuh Muhammad dan keluarganya dari golongan jin dan manusia dan aku berlepas tangan dari mereka menuju Allah, semoga shalawat Allah tercurah kepada Muhammad dan keluarganya! Doa ziarah tersebut juga tercantum dalam kitab al-Kâfî, at-Tahdzîb dan al-Kâmil az-Ziyârah. Di dalam semua kitab yang dirujuk, disebutkan bahwa doa ziarah ini diperbolehkan untuk semua (orang suci). Hendaknya memperbanyak shalawat kepada Muhammad saw serta keluarga sucinya as, menyebut satu persatu nama mereka, berlepas diri dari musuh-musuh mereka. Berdoalah sesuka hati Anda, untuk diri Anda sendiri maupun untuk kaum Mukmin dan Mukminah. Secara zahir, doa ini merupakan penutup riwayat yang ada dari ucapan para maksum (as), seandainya tidak diriwayatkan, maka kita katakan bahwa hal itu adalah ucapan sebagian para perawi hadis (ra). Kita meyakini bahwa Ziarah Jami‘ah ini telah diragukan oleh beberapa perawi hadis, namun sebagaimana hadis di atas, bahwa doa tersebut bisa dibaca di semua makam-makam suci sehingga para perawi meyebutkannya dalam Bab Ziarah Jami‘ah. Sebagaimana ungkapan Doa Ziarah Jami‘ah, doa ini pun memiliki cakupan yang luas dari sifat-sifat jami’ (menyeluruh) yang tidak dikhususkan bagi sebagian pribadi saja. Oleh karenanya, doa tersebut bisa dibaca di semua tempat pemakaman para nabi (as) dan para washi (as), sebagaimana sebagian ulama memerintahkan untuk membacanya di makam Nabi Yunus (as). Dalam riwayat tersebut diperintahkan untuk membaca shalawat kepada Muhammad saw serta keluarganya as satu persatu, sangat sesuai sekali jika membaca shalawat yang dinisbatkan kepada Abul-Hasan Dharrab (ra) yang telah kita singgung pada Amalan Hari Jumat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar