Total Tayangan Halaman
Rabu, 26 Agustus 2020
Ziarah ke makam orang-orang Mukmin
Ziarah ke makam orang-orang Mukmin
Tsiqqatul Islam Syekh Ja‘far bin Quluweih Qummi meriwayatkan dari Amr bin Usman Razi bahwa Abal-Hasan Imam Musa bin Ja‘far as bersabda, “Sesiapa yang tidak bisa berziarah kepada kami, maka berziarahlah kepada orang-orang saleh dari kami sebab pahalnya seperti pahala berziarah kepada kami. Sesiapa yang tidak bisa bersilaturahmi kepada kami, maka kunjungilah orang-orang saleh dari kami, akan dicatat baginya pahala berziarah kami.”
Diriwayatkan juga dari Muhammad bin Ahmad bin Yahya Asy‘ari dengan sanad sahih, bahwa ketika beliau berada di Fayd (nama rumah di jalan Mekkah), beliau pergi bersama Ali bin Bilal menuju makam Muhammad bin Ismail bin Bazi. Ali bin Bilal menjelaskan bahwa pemilik makam ini pernah berkata kepadanya bahwa Imam Ali Ridha as bersabda, “Sesiapa yang menziarahi makam saudara Mukminnya kemudian meletakkan tangannya di atas makam itu dan membaca surah al-Qadr sebanyak tujuh kali, maka ia akan selamat di hari yang menakutkan (akhirat).” Di hadis lain ditambahkan agar berziarah dengan menghadap ke Kiblat.
Dari hadis ini bisa disimpulkan bahwa kata ganti (dhamir) yang terkandung dalam kalimat Amina yawma al-fazail akbar kembali ke pembaca itu sendiri, dan ada kemungkinan juga dhamir itu kembali ke pemilik makam. Dalam buku al-Kâmil az-Ziyârah juga diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Abdillah dengan sanad muktabar berkata, “Aku bertanya kepada Imam Ja‘far Shadiq as, tentang bagaimana harus meletakkan tangan di atas makam kaum Muslim? Kemudian beliau menunjuk tanah dan meletakkan tangannya di atasnya sambil menghadap Kiblat.” Diriwayatkan juga dari Abdullah bin Sanan dengan sanad sahih bahwa Imam Ja‘far Shadiq as menjelaskan tentang bagaimana cara mengucapkan salam kepada Ahli kubur. Salam tersebut adalah sebagai berikut:
اَلسَّلاَمُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُسْلِمِيْنَ أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَ نَحْنُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ
Salam kepada kalian hai ahli kubur dari orang-orang Mukmin dan Muslim, kalian telah mendahului kami dan Insya Allah, kami akan menyusul kalian!
Diriwayatkan dari Imam Husain as, beliau bersabda, “Sesiapa yang masuk areal pemakaman, maka bacalah kalimat berikut ini, maka Allah Swt akan mencatat baginya kebaikan sejak dari Adam sampai hari Kiamat:
اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ اْلأَرْوَاحِ الْفَانِيَةِ وَ اْلأَجْسَادِ الْبَالِيَةِ وَ الْعِظَامِ النَّخِرَةِ الَّتِيْ خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَ هِيَ بِكَ مُؤْمِنَةٌ أَدْخِلْ عَلَيْهِمْ رَوْحاً مِنْكَ وَ سَلاَماً مِنِّيْ
Ya Allah, ini adalah ruh-ruh yang fana, jasad-jasad yang berserakan dan tulang-belulang yang hancur-lebur yang telah keluar dari alam dunia dengan membawa iman kepada-Mu, maka masukkan bahagiakan hati mereka dan sampaikanlah salamku!
Dinukil dari Imam Ali bin Abi Thalib as, beliau pernah bersabda, “Sesiapa yang masuk ke areal pemakaman, lalu membaca kalimat berikut ini, maka Allah akan memberi pahala lima puluh tahun kepadanya dan menghapus kejelekannya serta kejelekan kedua orang tuanya selama lima puluh tahun:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى أَهْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مِنْ أَهْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ يَا أَهْلَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ بِحَقِّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ كَيْفَ وَجَدْتُمْ قَوْلَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مِنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ يَا لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ بِحَقِّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ إِغْفِرْ لِمَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ احْشُرْنَا فِيْ زُمْرَةِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ عَلِيٌّ وَلِيُّ اللَّهِ
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang! Salam kepada kelurga Lâ ilâhaillallâh dari kami yang selalu mengucapkan Lâ ilâhaillallâh, wahai keluarga Lâ ilâha illallâh dengan perantara Lâ ilâha illallâh sebagaimana kalian mendapatkan pahala ucapan Lâ ilâha illallâh dari Allah! Ya Allah, dengan perantara Lâ ilâhaillallâh ampunilah orang yang mengucapkan Lâ ilâha illallâh dan Muhammad utusan Allah dan Ali wali Allah!
Diriwayat lain dikatakan bahwa ketika berada di makam, lebih baik jika menbaca doa ini sambil berdiri:
اَللَّهُمَّ وَلِّهِمْ مَا تَوَلَّوْا وَ احْشُرْهُمْ مَعَ مَنْ أَحَبُّوْا
Ya Allah, sampaikan mereka kepada apa yang mereka cintai dan gabungkan mereka dengan orang yang mereka cintai!
Sayid Ibnu Thawus dalam buku Mishbâh az-Zâir berkata, “Jika engkau ingin berziarah ke makam orang-orang Mukmin selayaknya hal itu dilakukan pada hari Kamis dan jika tidak bisa, maka kapan saja yang engkau inginkan, caranya yaitu dengan menghadap Kiblat dan meletakkan tangan di atas makam sambil membaca doa berikut:
اَللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ وَ صِلْ وَحْدَتَهُ وَ آنِسْ وَحْشَتَهُ وَ آمِنْ رَوْعَتَهُ وَ أَسْكِنْ إِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَ رَحْمَةً يَسْتَغْنِيْ بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ وَ أَلْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلاَّهُ
Ya Allah, kasihanilah keterasingannya! Sambunglah kesendiriannya (dengan ramat-Mu)! Ringankanlah kesunyiaannya! Tenangkan rasa takutnya! Turunkan rahmat-Mu kepadanya, rahmat yang tidak membutuhkan selain rahmat-Mu dan kumpulkanlah dia bersama orang yang dia ikuti!
Kemudian, bacalah surah al-Qadr tujuh kali. Berkenaan dengan menziarah orang-orang Mukmin dan pahalanya telah diriwayatkan dalam beberapa hadis. Fudhail berkata, “Sesiapa yang membaca surah al-Qadr di makam orang Mukmin sebanyak tujuh kali, Allah akan mengutus malaikat kepadanya dan beribadah di makamnya dan Allah akan mencatat pahala ibadah malaikat tadi untuk si mayit. Ketika dibangkitkan dari kubur, ia tidak akan ketakutan dengan perantara malaikat tadi sampai Allah memasukkan dia ke dalam surga. Bacalah bersama surah al-Qadr, surah al-Fâtihah, surah al-Ma‘udzatain, surah al-Ikhlâsh serta Ayat Kursi masing-masing tujuh kali. Diriwayatkan juga dalam hadis lain dari Muhammad bin Muslim yang berkata, “Aku bertanya kepada Imam Ja‘far Shadiq as tentang ziarah kepada orang-orang yang sudah meninggal. Beliau menjawab bahwa demi Allah, mereka (yang diziarahi) mengetahui jika kita sedang berziarah dan merasa senang dengan kedatangan kita. Kemudian aku bertanya lagi tentang apa yang harus aku baca ketika menziarahi mereka. Beliau menjelaskan aku agar membaca doa berikut:
اَللَّهُمَّ جَافِ اْلأَرْضَ عَنْ جُنُوْبِهِمْ وَ صَاعِدْ إِلَيْكَ أَرْوَاحَهُمْ وَ لَقِّهِمْ مِنْكَ رِضْوَاناً وَ أَسْكِنْ إِلَيْهِمْ مِنْ رَحْمَتِكَ مَا تَصِلُ بِهِ وَحْدَتَهُمْ وَ تُوْنِسُ بِهِ وَحْشَتَهُمْ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
Ya Allah, lapangkanlah tanah yang menghimpit mereka! Angkatlah ruh-ruh mereka ke sisi-Mu! Temuilah mereka dengan senang dan suka hati! Turunkan kepada mereka rahmat-Mu yang akan menemani kesendiran mereka dan tenangkanlah rasa takut mereka, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu!
Sayid Ibnu Thawus berkata, “Ketika Anda sedang berada di makam orang Mukmin maka bacalah surah al-Ikhlâsh sebelas kali dan hadiahkan pahalanya kepada mereka, Allah Swt akan memberikan pahala kepada orang tersebut sebanyak jumlah mayit (yang ada dalam kuburan).” Dalam buku al-Kâmil az-Ziyârah diriwayatkan dari Imam Ja‘far Shadiq as, beliau bersabda, “Jika kalian berziarah, lakukanlah sebelum matahari terbit, mereka pasti mendengar dan menjawab kalian, dan jika kalian melakukan hal itu setalah matahari terbit, mereka mendengar tapi tidak menjawab kalian.”
Dalam kitab ad-Da‘awât karya Rawandi ada sebuah hadis dari Rasulullah saw yang menjelaskan makruhnya melakukan ziarah kubur di waktu malam, beliau berkata kepada Abu Dzar, “Wahai Abu Dzar, hindarilah ziarah kubur di malam hari.”
Dalam buku al-Majmû‘ah karya Syekh Syahid diriwayatkan dari Rasulullah saw, beliau bersabda, “Tidak seorang pun membaca tiga kali kalimat berikut, kecuali Allah akan menjauhkan darinya azab akhirat.” Kalimat tesebut adalah sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأََلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ و آلِ مُحَمَّدٍ أَنْ لاَ تُعَذِّبَ هَذَا الْمَيِّتَ
Ya Allah, aku memoho-Mu dengan perantara Muhammad dan keluarga Muhammad untuk tidak menyiksa mayit ini!
Di dalam kitab Jâmi’ al-Akbar diceritakan bahwa sebagian sahabat Nabi saw menjelaskan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Berilah hadiah mayit-mayit kalian!”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah! Apa yang akan kami hadiahkan?”
Beliau saw menjawab, “Sedekah dan doa. Sesungguhnya ruh-ruh orang Mukmin setiap hari Jumat datang ke langit dunia mengunjungi rumah masing-masing mereka. Setiap orang dari mereka berteriak dengan nada sedih, ‘Aduhai keluargaku, anakku, ayahku, ibuku dan kerabatku! Kasihanilah aku! Allah mengasihani kalian dengan apa-apa yang dulu ada di tangan kami, azab dan hisab-Nya di pundak kami, sedangkan pahala-Nya untuk orang lain.’ Setiap orang dari mereka memanggil keluarganya, ‘Kasihanilah kami dengan dirham atau sepotong roti atau sehelai pakaian, Allah Swt akan menutupi kalian dengan pakaian di surga.’” Kemudian Nabi Muhammad menangis dan sahabat-sahabat pun ikut menangis. Nabi Muhammad saw berhenti menjelaskan karena tidak bisa bicara lagi akibat isakan tangisnya.
Kemudian beliau saw melanjutkan, “Mereka adalah saudara kalian (seagama) yang sekarang sudah hancur menjadi tanah setelah mereka berada dalam kesenangan dan diliputi karunia, sekarang mereka menjerit-jerit kesakitan merasakan azab dan hancurnya jiwa-jiwa mereka. Mereka berkata, ‘Sungguh celaka kami, seandainya kami infakkan apa yang kami miliki dalam ketaatan kepada Allah dan ridha-Nya, maka kami sekarang tidak lagi membutuhkan kalian,’ kemudian mereka kembali dengan sedih dan penuh penyesalan dan berteriak, ‘Segeralah kalian bersedekah untuk orang-orang yang sudah mati.’”
Diriwayatkan juga dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Setiap sedekah yang engkau berikan untuk mayit, malaikat akan mengangkatnya di salah satu tingkatan cahaya yang sinarnya menembus langit ketujuh, lalu malaikat berdiri di mulut makam sambil berkata, ‘Salam kepadamu hai ahli kubur, keluargamu telah mengirim hadiah ini kepada kalian.’ Kemudian si mayit mengambil hadiah itu dan masuk kembali ke dalam makamnya, maka bertambah luaslah makam mereka. Ingatlah! Sesiapa yang membahagiakan mayit dengan sedekah, maka Allah Swt akan memberikan pahala kepadanya sebesar gunung Uhud dan di hari Kiamat, ia akan berlindung di bawah lindungan Allah tatkala tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Mereka yang hidup maupun yang sudah meninggal akan sukses dan selamat berkat sedekah.”
Berziarah ke kubur orang-orang Mukmin memiliki pahala yang luar biasa, di samping juga memberikan pelajaran dan peringatan kepada kita, membuat orang zuhud, berpaling dari gemerlap dunia dan menjadikan orang rindu kepada akhirat. Ketika seseorang merasakan kesenangan atau kesedihan selayaknya baginya untuk pergi menziarahi kubur. Orang bijak adalah dia yang menjadikan makam sebagai pelajaran baginya agar tipuan dunia tidak bersemayam ke dalam hatinya dan dia selalu berpikir tentang kehancuran dunia, berubahnya keadaan, bahwa tak lama lagi dirinya akan menjadi seperti mereka, tidak bisa lagi berbuat amal saleh dan dirinya akan menjadi pelajaran bagi orang lain.
Diriwayatkan bahwa Allah Swt pernah mewahyukan kepada Isa as, “Hai Isa, berilah Aku tetesan air matamu, kekhusyukan hatimu, dan oleskan celak di kedua matamu dengan lidi kesedihan ketika para pengangguran sedang tertawa riang, berdirilah di makam serta panggillah mereka dengan suara lantang barangkali engkau bisa mengambil pelajaran dari mereka dan katakan kepada mereka (para penghuni kubur), ‘Aku akan menyusul kalian.’”
Penyusun kitab ini berkata, “Kitab ini selesai ditulis pada malam Sabtu, 10 Zulqaidah 1344, malam kelahiran Imam Abul-Hasan (Ali Ridha) as. Pada hari itu juga ibuku wafat. Oleh karena itu, aku berharap dari saudara-saudara seiman yang selalu memanfaatkan kitab doa ini untuk membacakan doa dan ziarah untuk beliau, diriku dan ayahku di dunia dan akhirat.”
Segala puji bagi Allah dari awal hingga akhir, dan shalawat Allah semoga selalu tercurahkan atas Muhammad dan keluarganya yang suci.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar