Total Tayangan Halaman
Rabu, 26 Agustus 2020
Amalan-amalan Setiap bulan, Hari Raya Naoruz (Tahun Baru Hijriyah-Syamsiyah) dan Bulan-bulan Romawi (Masehi)
Amalan-amalan setiap bulan adalah sebagai berikut:
Membaca doa-doa ru’yatul-hilal (melihat bulan). Paling baiknya adalah doa ke-43 dari Shahîfah as-Sajjâdiyyah yang telah disebut di awal bulan Ramadhan.
Membaca al-Fâtihah sebanyak tujuh kali demi menolak sakit mata.
Makan keju sedikit. Diriwayatkan, sesiapa yang rajin memakan sedikit keju di awal setiap bulan, insya Allah, keperluan (hajat)nya tidak akan ditolak.
Pada malam pertama melakukan shalat dua rakaat. Di setiap rakaat setelah al-Fâtihah membaca surah al-An‘âm, kemudian berdoa kepada Allah supaya diselamatkan dari setiap ketakutan dan penyakit dan dijaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Pada hari pertama, melakukan shalat dua rakaat. Pada rakaat pertama setelah al-Fâtihah membaca al-Ikhlâsh tiga puluh kali. Pada rakaat kedua setelah al-Fâtihah, membaca al-Qadr sebanyak tiga puluh kali, kemudian setelah selesai shalat bersedekah. Dengan melakukan amalan ini, berarti ia telah membeli dari Allah Swt keselamatan dirinya. Dalam sebagian riwayat dikatakan bahwa setelah shalat membaca:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَ مَا مِنْ دَابَّةٍ فِي اْلأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَ مُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِيْ كِتَابٍ مُبِيْنٍ،
Dengan nama Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tidak satu pun dari binatang di atas bumi kecuali mendapatkan rezeki dari Allah, Dia-lah Yang tahu tempat dan persembunyiannya, semua ini tercatat jelas dalam kitab-Nya
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَ إِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ وَ إِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلاَ رَادَّ لِفَضْلِهِ، يُصِيْبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ،
Dengan nama Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, jika Allah Swt menurunkan bahaya bagimu maka tiada yang mampu mengangkat bahaya itu kecuali Dia dan jika Dia menginginkan kebaikan untukmu maka tiada yang mampu menghalang-halangi kebaikan-Nya dan pasti sampai kepada hamba-hamba-Nya Yang Dia kehendaki, Dia-lah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا مَا شَاءَ اللَّهُ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ، حَسْبُنَا اللَّهُ وَ نِعْمَ الْوَكِيْلُ
Dengan nama Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dengan cepat Allah akan menggantikan kesulitan dengan kegampangan. Apa Yang Allah inginkan pasti terjadi, tiada kekuatan kecuali dari Allah, cukuplah Allah bagi kami sebaik-baik Wakil
وَ أُفَوِّضُ أَمْرِيْ إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيْرٌ بِالْعِبَادِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ،
Dan aku serahkan urusanku kepada Allah, sesungguhnya Dia tahu terhadap kondisi para hamba, tiada tuhan selain-Mu, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku tergolong orang-orang yang zalim
رَبِّ اِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ، رَبِّ لاَ تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَ أَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ
Ya Allah, sungguh aku membutuhkan kebaikan Yang Engkau turunkan kepadaku. Ya Allah, jangan tinggalkan aku sendirian karena Engkau paling baiknya Pewaris
Amalan Hari Raya Nawruz (tahun baru Hijriyah-Syamsiyah). Imam Shadiq as mengajarkan amalan berikut kepada Mu‘alla bin Khunais untuk menyambut Tahun Baru Nawruz: Mandilah ketika tahun baru tiba, pakailah pakaianmu yang terbersih, semerbakkan dirimu dengan sebaik-baik parfum dan berpuasalah. Usai engkau shalat wajib dan sunah, shalatlah empat rakaat dengan dua salam. Rakaat pertama membaca al-Fâtihah dan sepuluh kali al-Qadr, rakaat kedua membaca al-Fâtihah dan sepuluh kali al-Kâfirûn, rakaat ketiga membaca al-Fâtihah dan sepuluh kali al-Ikhlâsh, dan pada rakaat keempat membaca al-Fâtihah dan sepuluh kali al-Falaq dan an-Nâs setelah selesai dari keempat rakaat membaca:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ اْلأَوْصِيَاءِ الْمَرْضِيِّيْنَ وَ عَلَى جَمِيْعِ أَنْبِيَائِكَ وَ رُسُلِكَ بِأَفْضَلِ صَلَوَاتِكَ وَ بَارِكْ عَلَيْهِمْ بِأَفْضَلِ بَرَكَاتِكَ وَ صَلِّ عَلَى أَرْوَاحِهِمْ وَ أَجْسَادِهِمْ،
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, para washi yang Engkau ridhai, dan kepada para nabi serta rasul-Mu dengan sebaik-baik shalawat, berkahilah mereka dengan sebaik-baik berkah-Mu dan curahkan shalawat atas jiwa dan raga mereka
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَوْمِنَا هَذَا الَّذِيْ فَضَّلْتَهُ وَ كَرَّمْتَهُ وَ شَرَّفْتَهُ وَ عَظَّمْتَ خَطَرَهُ،
Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya dan berkahilah kami pada hari ini, hari yang Engkau hormati dan Engkau muliakan
اللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَيَّ حَتَّى لاَ أَشْكُرَ أَحَدًا غَيْرَكَ وَ وَسِّعْ عَلَيَّ فِيْ رِزْقِيْ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ
Ya Allah, berkahilah karunia Yang Engkau berikan kepadaku supaya aku tidak bersyukur kepada seseorang selain-Mu dan luaskanlah rezekiku, wahai Tuhan Yang Mahamulia
اللَّهُمَّ مَا غَابَ عَنِّيْ فَلاَ يَغِيْبَنَّ عَنِّيْ عَوْنُكَ وَ حِفْظُكَ وَ مَا فَقَدْتُ مِنْ شَيْئٍ فَلاَ تُفْقِدْنِيْ عَوْنَكَ عَلَيْهِ حَتَّى لاَ أَتَكَلَّفَ مَا لاَ أَحْتَاجُ إِلَيْهِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ
Ya Allah, banyak hal yang tersembunyi dariku, maka jangan sembunyikan dariku pertolongan dan penjagaan-Mu, dan banyak hal yang hilang dariku tapi jangan hilangkan pertolongan-Mu dariku supaya aku tidak capek mencari sesuatu yang aku tidak butuh kepadanya, wahai Tuhan Yang Mahamulia
Allah akan mengampuni dosa-dosa selama lima puluh tahun dan supaya memperbanyak mengucapkan: يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ
Amalan-amalan bulan-bulan Masehi: Di sini, kami hanya ingin membawa apa yang terdapat dalam buku Zâd al-Ma‘âd. Sayid Ibnu Thawus ra meriwayatkan bahwasanya ketika sekelompok shahabat sedang duduk, Rasulullah saw masuk kepada mereka sambil mengucapkan salam, mereka jawab salam beliau. Lalu beliau berkata, “Apakah kalian mau aku ajari satu pengobatan yang telah diajarkan Jibril as kepadaku sehingga aku tidak butuh kepada pengobatan dokter?’ Ali as, Salman ra dan yang lain balik bertanya, ‘Pengobatan apa itu?’ Nabi saw berkata kepada Ali as, ‘Ambilah air hujan di bulan Naisan (April) dan bacalah al-Fâtihah, Ayat Kursi, al-Ikhlâsh, an-Nâs, al-Falaq dan al-Kâfirûn masing-masing tujuh puluh kali.’ Diriwayat lain ditambahkan surah al-Qadr tujuh puluh kali, Allâhu akbar tujuh puluh kali, lâ ilâha illallâh tujuh puluh kali dan shalawat tujuh puluh kali, lalu kau minum air itu di waktu pagi dan malam selama tujuh hari berturut-turut. Demi Tuhan yang telah mengutusku sebagai nabi, sesungguhnya Jibril as berkata, ‘Sesungguhnya Allah akan menyembuhkan orang yang minum air ini dari setiap penyakit dan mengeluarkan penyakit itu dari badannya, tulangnya dan semua anggota tubuhnya serta Allah akan menghapus penyakit yang sudah tertulis baginya di Lauhul-Mahfuzh. Demi Tuhan Yang telah mengutusku sebagai nabi, jika orang tersebut tidak dikaruniai anak, lalu meminum air itu, maka ia akan dikaruniai anak. Jika orang tersebut perempuan mandul, maka Allah akan memberikan anak kepadanya. Jika ia ingin mengandung anak laki-laki atau perempuan pasti ia akan hamil demikian karena Allah Swt telah berfirman dalam al-Quran,
يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُوْرَ أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَ إِنَاثًا وَ يَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيْمًا
Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa Yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa Yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa Yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa Yang Dia kehendaki. (QS. asy-Syura [42]:49-50)
Lalu Jibril as berkata, ‘Jika orang itu pusing-pusing dan minum air tersebut, insya Allah rasa pusingnya akan hilang; jika seseorang tekena sakit mata maka teteskan air itu di matanya lalu minumlah dan cucilah matanya dengannya, air itu bisa menguatkan gigi, memberikan aroma kepada mulut, menyembuhkan orang yang suka ngiler, menghentikan lendir, menguatkan tulang punggung, menyembuhkan bersin-bersin dan sakit gigi, mencegah perut kembung, mencegah cacingan, tidak memerlukan bekam (canduk), mencegah penyakit ambeien, menyembuhkan gatal-gatal dan cacar, mencegah penyakit gila, lepra, kusta, mual, buta, menjaga seseorang dari penyakit yang bisa membatalkan puasa dan shalatnya dan tidak akan diganggu oleh jin dan setan.
Kemudian Nabi saw berkata, ‘Sesungguhnya Jibril as berkata, ‘Sesiapa yang minum air ini dan terkena penyakit dengan semua penyakit yang menimpa masyarakat, maka ia akan sembuh dari semua penyakit itu,’ lalu Jibril as berkata, ‘Demi Allah Yang telah mengutusmu, sesiapa yang membacakan ayat-ayat di bawah ini ke dalam air tersabut lalu meminumnya, niscaya Allah Swt akan memenuhi hati orang tersebut dengan cahaya dan ilham-Nya, mengalirkan hikmah dari lisannya, mengisi hatinya dengan ilmu dan pengetahuan, memberikan kepadanya karomah-karomah yang tidak pernah diberikan kepada seseorang, menurunkan kepadanya ribuan ampunan dan rahmat, mengeluarkan dari hatinya sifat curang, khianat, iri, dengki, congkak, kikir dan sifat tamak, dan Allah Swt akan menyelamatkan dari kejahatan dan permusuhan masyarakat serta menyembuhkannya dari semua penyakit.’”
Pengarang buku ini mengatakan: Sanad riwayat yang masyhur ini berakhir kepada Abdullah bin Umar. Karena itu, sanad ini lemah. Aku medapatkan riwayat ini dalam tulisan Syekh Syahid yang diriwayatkan dari Imam Shadiq as dengan ciri-ciri dan ayat-ayat di atas. Akan tetapi, urutan ayat-ayatnya agak sedikit berbeda, yaitu Anda bacakan ke dalam air itu al-Fâtihah, Ayat Kursi, al-Kâfirûn, al-A‘la, al-Falaq, an-Nâs, dan al-Ikhlâsh masing-masing 70 kali, kemudian Anda membaca lâ ilâha illallâh 70 kali, Allâhu akbar 70 kali, shalawat 70 kali dan subhanallah walhamdulillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar 70 kali. Khasiat-khasiat yang disebutkan di sini adalah: Jika orang itu berada dalam penjara dan mimun air tadi, insya Allah ia akan keluar darinya dan rasa dingin tidak akan mengganggunya.
Air hujan secara umum (baik yang turun di bulan April atau di bulan lain) sangat berkah dan mempunyai manfaat-manfaat tersendiri sebagaimana yang terdapat dalam hadis akurat dari Amirul-Mukminin as. Beliau berkata, “Minumlah air hujan karena air itu bisa membersihkan badan-badan kalian dan menyembuhkan penyakit, seperti firman Allah Swt, ‘Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu).’” (QS. al-Anfal [8]:11)
Jika sekelompok kaum berkumpul untuk membaca doa ini, sebaiknya setiap orang dari mereka untuk membaca setiap ayat dan zikir-zikir tadi sebanyak tujuh puluh kali. Sebab, manfaat dan pahalanya akan lebih besar baginya. Bulan Naisan (April) kira-kira dimulai dari hari kedua puluh tiga Nawruz (Tahun Baru Bangsa Iran) dan lamanya tiga puluh hari. Diriwayatkan dari Imam Shadiq as, beliau bersabda, “Lakukanlah hijamah (canduk) pada tanggal tujuh bulan Haziron, dan jika tidak bisa lakukan hal itu pada tanggal empat belasnya.” Haziron dimulai dari hari kedelapan puluh empat Nawruz yang lamanya juga tiga puluh hari. Haziron adalah bulan naas sebagaimana yang telah diceritakan bahwa Imam Shadiq as pernah ditanya tentang Haziron, beliau menjawab, “Bulan itu adalah bulan di mana Nabi Musa as melaknat Bani Israil, kemudian meninggal dari mereka tiga ratus ribu jiwa.” Dalam riwayat yang lain, beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Swt pada bulan Harizon memperdekat ajal, yakni jumlah kematian meningkat.”
Ketahuilah, bulan-bulan Masehi adalah bulan-bulan Syamsiyah yang hitungannya diambil dari perputaran matahari dan jumlahnya dua belas bulan: Tasyrinul-Awwal (Oktober), Tasyrinuts Tsani (November), Kanunul-Awwal (Desember), Kanunuts-Tsani (Januari), Syabat (Februari), Ozar (Maret), Naisan (April), Ayyar (Mei), Haziron (Juni), Tamuz (Juli), Ab (Agustus) dan Ailul (September). Mereka meyakini bahwa setiap dari empat bulan ini (Tasyrinuts-Tsani, Naisan, Haziron dan Ailul) berjumlah tiga puluh hari, sedangkan bulan-bulan yang lain berjumlah tiga puluh satu hari kecuali bulan Syabat. Di tiga tahun pertama bulan Syabat berjumlah dua puluh delapan hari dan tahun keempat (yaitu tahun Kabisat)[1] berjumlah dua puluh sembilan hari. Tahun Romawi berjumlah 365 dan seperempat hari. Permulaannya adalah bulan Tasyrinul-Awwal yang mana pada tahun-tahun posisi matahari mencapai sembilan belas derajat mizan. Penjelasan detilnya ada dalam kitab Bihâr al-Anwâr dan kami membawa kajian ini karena bulan-bulan ini disebut dalam banyak hadis.
[1] Untuk mengetahui tahun Kabisat, bagilah tahun yang sedang engkau jalani dengan bilangan empat. Jika pembagian tadi pas dan tidak bersisa, berarti tahun itu adalah tahun Kabisat dan apabila bersisa berarti tahun itu tahun biasa. Misalnya, tahun 1984: 4=496 berarti tahun ini tahun Kabisat, dan bulan Syabat di tahun ini berjumlah 29 hari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar