Total Tayangan Halaman
Rabu, 26 Agustus 2020
Ziarah para nabi as
Penghormatan kepada para nabi as adalah wajib baik menurut hukum akal sehat atau hukum syariat, “Kami tidak membedakan mereka satu sama lain.” Ziarah kepada mereka sangat dianjurkan dan para ulama mensunahkannya. Sekalipun para nabi as berjumlah banyak, namun sedikit sekali orang yang mengetahui akan keberadaan kubur mereka. Dari kubur mereka yang saya ketahui adalah Nabi Adam dan Nuh as yang terletak di sisi makam Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as, makam Nabi Ibrahim as yang terletak di Quds al-Khalil dekat Baitul-Maqdis yang di sampingnya terdapat kubur Sarah (istrinya), Nabi Ishak, Nabi Yakub, Nabi Yusuf, Nabi Ismail as dan ibunya Hajar dikuburkan di dekat Hajar Aswad di dalam Masjidil-Haram yang di dalamnya terdapat kubur para nabi as.
Imam Ja‘far Shadiq as bersabda, “Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad terdapat tujuh puluh makam para nabi as. Di Baitul-Maqdis terdapat makam beberapa nabi seperti Daud as, Sulaiman as dan nabi-nabi yang terkenal lainnya as. Makam Nabi Zakaria as ada di Halab, makam Nabi Yunus as ada di sungai Kufah di Buq‘ah yang memiliki kubah terkenal, makam Nabi Daud dan Saleh as ada di Najaf, makam Nabi Zulkifli as ada di sungai Efrat agak jauh dari Kufah, makam Nabi Jurjis as ada di kota Mushil, dan di luar kota terdapat makam Syits Hibatullah, makam Nabi Danial as ada di Syusy dan makam Yusa’ bin Nun as dan beberapa nabi ada di depan Mesjid Burasa.”
Berkenaan dengan ziarah kepada mereka kami tidak menjumpai adanya ziarah khusus, selain Bab Ziarah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as dari Ziarah Adam dan Nuh as. Akan tetapi ziarah pertama dari Ziarah Jami‘ah juga bisa dibaca untuk ziarah para nabi as sebagaimana telah dijelaskan di berbagai riwayat. Syekh Muhammad bin Musyhadi dan Syekh Ali bin Thawus dalam buku Mishbâh az-Zâir menjadikan ziarah ini untuk Nabi Yunus as ketika mereka menjelaskan tata cara masuk ke kota Kufah, hal ini tidak lain karena mayoritas riwayat-riwayat yang ada menunjukkan demikian. Selayaknya kita membaca ziarah ini di makam para nabi as dan kami telah mengutip ziarah ini pada bab sebelumnya. Oleh karenanya, kami tidak akan mengulanginya lagi di sini dan bagi siapa yang menginginkannya, lihatlah Ziarah Jami‘ah yang pertama.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar